Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef prihatin dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Bahkan ia menuding Pemerintahan SBY saat ini telah mengkhianati Sumpah Pemuda.
"Betapa sedihnya saya, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan diubah menjadi Kementerian Pendidikan Nasional. Yang lebih menyedihkan kemudian Kemdiknas mendirikan sekolah internasional. Bahasa pengantarnya diganti dengan bahasa Inggris," ujar Daoed Joesoef saat menerima Penghargaan Soegeng Sarjadi yang digelar di hotel Four Season, Jakarta, Rabu (18/8).
Daoed bahkan menuduh pemerintah telah mengkhianati Sumpah Pemuda karena membiarkan sekolah bertaraf internasional mengganti bahasa pengantar sekolah dengan bahasa Inggris. Padahal dalam sumpah pemuda bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan.
"Jadi pemerintah telah mengkhianati Sumpah Pemuda," tegasnya
Memang betul, bahasa persatuan Indonesia adalah Bahasa Indonesia...
namun tidak dapat dipungkiri bahasa persatuan Internasional adalah Bahasa Inggris...
Dapat dibayangkan ketika di terjun kancah Internasional, kita tidak mau berbahasa Inggris, ''tanya kenapa?''