• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pemerintah Ingin Segera Buka Keran Impor Beras

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
wRVd.jpg
Pemerintah tak ingin terlambat membuka keran impor beras. Berdasarkan pengalaman 2011-2012, pada saat itu pemerintah salah langkah mengimpor beras pada saat harga pangan dunia tengah tinggi.

“Jangan beli telat. Kita mudah-mudahan tidak mengulangi kesalahan sama, karena warning-nya, posisinya sudah jelas,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Bayu menjelaskan, ada tiga indikator sebelum pemerintah memutuskan untuk importasi beras. Pertama, angka ramalan (ARAM), indikator kedua adalah stok Bulog, dan indikator ketiga adalah harga. Dia bilang, indikator ketiga, alias harga untuk sementara ini masih aman.

“Alhamdulillah indikator yang ketiga belum, ya jangan sampai kan. Kalau yang pertama ini (ARAM 1) sudah, ya sudah warninggitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ARAM 1 produksi padi sebesar 69,87 juta ton, atau turun 1,92 persen dibanding periode sama tahun lalu. Bayu mengatakan, secara historis jika ARAM 1 menunjukkan angka negatif, maka tidak mungkin terjadi lonjakan produksi beras pada ARAM 2 nanti.

“Apalagi ini mendekati pergantian pemerintahan, agak sulit ini menggerakkan, membuat sebuah gerakan peningkatan produksi. Padahal musim tanam dua 2014-2015 itu baru mulai September-Oktober. Jadi, ini kita jangan ambil resiko dalam hal impor beras,” katanya.

Ditemui di lokasi sama, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Bachrul Chairi mengatakan, penugasan untuk Perum Bulog agar melakukan importasi beras akan diteken oleh Menteri Perdagangan, M Lutfi. Surat penugasan ini berbeda dari surat persetujuan impor yang biasanya dikantongi oleh para importir terdaftar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.