Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perjuangan pemerintah dunia dalam menghadapi pandemi Wuhan Corona Virus | China Corona Virus | 2019 nCov | SARS CoV-2 | Corona Virus Disease 2019 penuh lika liku, begitu juga halnya pemerintah Indonesia. Hanya saja lika liku pemerintah Indonesia lebih ke arah main-main, sehingga banyak pihak melihat kalau pemerintah Indonesia tidak serius & bahkan tidak dapat bekerja mengurus negara. Mungkin selama ini terlihat lancar karena keadaan negara yg kondusif, ditambah lagi dengan gaya rezim sekarang adalah propaganda dengan buzzRp, tetapi aslinya mulai terlihat disaat genting.
Melihat dari tren negara tetangga yg kasus Covid19 nya sudah mulai turun, sudah mulai melewati puncak, Indonesia masih berkutat dengan tanjakan yg masih tajam, tetapi tidak mau kalah dengan negara-negara lain yg sudah mulai berhasil mengatasi covid19 dengan sistem Herd Immunity yg dilabeli mengatakan New Normal.
Pemerintah Indonesia berkaca pada Jepang yg dari awal penanganannya sudah sangat sangat berbeda, di awal kemunculan Covid19 Pemerintah Jepang mulai menutup akses masuk khususnya dari China, Presiden Indonesia sedang giat-giatnya mengundang wisatawan China untuk berbondong-bondong datang ke Indonesia. Awal yg berbeda tentu saja menghasilkan hasil yg berbeda.
Pemerintah Indonesia dihadapkan pada kebimbangan antara kesehatan masyarakat atau ekonomi, hasilnya kesehatan tidak didapat, ekonomi juga tidak didapat, padahal kalau di awal fokus pada lockdown misalnya, kalau dilakukan secara ketat maka dapat saja saat sekarang kasus di Indonesia sudah sangat turun atau bahkan zero case, tinggal fokus pada perekonomian saja kedepannya.
Kapasitas pemerintah Indonesia dibanding negara lain (selain Amerika Serikat & Brazil) terlihat sangat jauh dari cukup, bahkan terkesan menyepelekan pandemi global ini, dari awal bukannya bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk melindungi negara, malah sempat-sempatnya berkelakar bersikap meremehkan.
Birokasi Indonesia yg ribet dianggap sebagai tameng mencegah masuknya covid19 ke Indonesia
Spoiler for Birokasi Indonesia mencegah masuk Corona ke Indonesia:
Penelitian dari BNPB berkesimpulan kalau WNI dapat kebal Covid19
Spoiler for Indonesia kebal Corona:
Presiden & jajarannya pun sudah meneliti kalau Covid19 tidak kuat di cuaca panas
Spoiler for Corona tidak tahan cuaca panas:
Sebelum ada satupun yg menemukan vaksin dari Covid19, obat penangkalnya sudah banyak ditemukan orang Indonesia
Spoiler for Wedang Jahe dapat tangkal Corona:
Bahkan Kemenkes yg jadi garda terdepan yg bertanggung jawab kepada kesehatan warga negara Indonesia sudah pengeluarkan hasil penelitian ilmiahnya yg masih belum dipublikasikan di jurnal ilmiah manapun
Spoiler for Sayur Lodeh & Nasi Kapau dapat tangkal Corona:
Tidak mau kalah dengan penelitian di bawah naungan Dr. Terawan Putranto, Gubernur NTB juga melaporkan hasil penelitiannya
Spoiler for Susu Kuda Liar dapat tangkal Corona:
Bahkan yg paling fenomenal, penangkal Corona hasil penelitian Budi Karya Sumadi yg hasilnya terlihat secara nyata
Spoiler for Nasi Kucing tangkal Corona:
Semua penelitian yg dilakukan pejabat-pejabat pemerintah Indonesia diklaim menciptakan Indonesia bebas Covid19
Spoiler for Tegaskan tidak ada kasus Covid19 di Indonesia:
Tepat sehari setelahnya diumumkan ada kasus perdana di Indonesia, seorang wisatawan Jepang menularkan pada warga Depok, tidak jelas apakah WNJ tersebut menularkan, atau tertular, bahkan ketika bapak-bapak pejabat masih meremehkan Covid19 dengan penelitian-penelitian andalan mereka, sudah ada beberapa berita turis terinsfeksi Covid19 di Indonesia, cuma saja tidak diblow up.
Ternyata Birokrasi yg sulit, Cuaca Panas, Sayur Lodeh, Wedang Jahe, Susu Kuda Liar, Nasi Kapau, Nasi Kucing, tidak berhasil menangkal Covid19 ke Indonesia.
Spoiler for Sulit menghadapi Corona:
Oke, selesai dengan intelektual & kecakapan pejabat pemerintah Indonesia yg gagal dalam upaya pencegahan Covid19 masuk ke Indonesia, saatnya pemerintah berjibaku satu komando untuk menangani Covid19.
Semua sudah diputuskan dalam rapat di awal pembentukan kabinet rezim sekarang bahwa semua harus ikut visi presiden, tidak boleh ada yg ngide sendiri, semua menteri sudah dibriefing untuk sepakat dengan hal ini
Spoiler for Hanya ada visi Presiden:
Protokol tersebut dimulai dengan pelarangan warga tidak mudik untuk menghindari penyebaran pandemi ke daerah lain, baru juga dibilang cuma ada visi Presiden, langsung kontradiksi presiden dengan menterinya
Spoiler for Mudik Dilarang/Boleh, Pulang Kampung Boleh/Dilarang:
Begitu juga dengan bapak pakar Nasi Kucing dengan tegas menentang statement atasannya
Spoiler for Mudik & Pulang Kampung. Sama atau Beda?:
Jika mengabaikan kontradiksi atasan dengan bawahannya yg sudah saling berjanji sebelumnya itu, terdapat kontradiksi lagi dalam kebijakan yg menunjukan keseriusan pemerintah untuk menanggulangi pandemi, kalau pelarangan mudik/pulang kampung untuk menghindari penyebaran covid19 ke daerah lainnya, khususnya melihat episentrum pandemi & pemudik berasal dari Jakarta, tetapi episentrum utama malah masuk dengan bebas, itu lebih dari sekedar mudik
Spoiler for WNI dilarang mudik, WNC bebas masuk:
Ketegasan menegakan peraturan juga terlihat jelas, warga biasa dapat dipenjara kalau melanggar aturan, tetapi legislatif cukup dengan meminta maaf & semuanya selesai seolah-olah tidak terjadi apa-apa, walau sempat kena prank
Spoiler for Ancaman bagi yg berkumpul:
Belum lagi menteri yg satu ini, memaksakan kehendak pengeeeeeeen banget membebaskan napi yg belum semestinya bebas untuk dibebaskan dengan alasan supaya tidak kena Corona, padahal kalo dikurung kena Corona nya di mana?
Siapa yg tidak setuju dengan beliau dianggap kemanusiaannya sudah tumpul, kalian tinggal pilih : Kemanusiaan sudah tumpul, atau jadi korban napi berulah
Spoiler for Kemanusiaan tumpul, pusing napi berulah:
Di tengah kurva Covid19 yg semakin tinggi, pemerintah akhirnya menciptakan keputusan untuk mengizinkan usia 45 tahun ke bawah kembali bekerja, cuma saja 6 hari kemudian mereka pura-pura tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut, atau memang tidak adanya koordinasi dalam rezim ini?
Spoiler for Usia 45 tahun ke bawah:
Karena kebijakannya blunder mulu, Presiden yg lupa kalau dirinya bukan raja pun bertitah supaya kurva Covid19 di Indonesia menurun apapun caranya setelah kehadapatn ide, lepas tanggung jawab mikir lebih tepatnya. Dari banyak cara yg dapat dilakukan, keputusan yg diambil adalah mengubah metode pelaporan supaya terlihat turun, padahal naiknya tinggi sekali
Spoiler for Curva Covid19 harus turun:
Karena kurva harus turun, maka pasar-pasar diizinkan oleh pemerintah pusat untuk buka kembali, tetapi yg bertanggung jawab atas resikonya dilemparkan pada pemerintah daerah. Pemerintah daerah serba salah, ditolak tidak boleh karena instruksi dari pusat, dijalankan harus menanggung resiko & siap disalahkan
Spoiler for Pasar kembali buka:
Itu adalah segelintir kemampuan pemerintah Indonesia rezim Jokowi dalam mengatasi bencana yg terjadi di negeri ini, Indonesia siap perang menghadapi Covid19, yg pada akhirnya kalah perang & meminta berdamai
Spoiler for Perang dengan Covid19:
Jangan lupa, ketika Presiden sudah mengumandangkan perang kepada Covid19, itu karena Indonesia dari awal sudah siap menghadapi Covid19. Mungkin disanalah bedanya antara benar-benar siap, atau cuma siap untuk pencitraan
Spoiler for Siap menghadapi Covid19:
Itu kenapa hingga saat ini tunjangan untuk paramedis masih berupa pencitraan yg tidak kunjung turun. Semoga tidak jadi orang munafik, yg ciri-cirinya yaitu : Berkata Ingkar, Berjanji Mangkir, Dipercaya Berkhianat. Karena kalau orang munafik yg jadi pemimpin, hancur negara ini.
Spoiler for Tunjangan paramedis:
Sebagai penutup, jangan lupa dengan kata-kata bapak yg pengen Lucifer ini
Spoiler for Malaikat jadi Iblis:
Ingat, jejak digital itu akan tersimpan selamanya, kalau agan-agan sekalian ada yg berkeharapan jadi publik figur, supaya mulai membiasakan diri jadi pribadi yg lebih baik, konsisten dengan keputusan, karena kelihatan jelas kalau berbohong, plin plan, disetir orang lain, ga punya kemampuan. Tidak perlu menipu dengan propaganda mengpakai buzzeRp, karena sekali tidak bersama buzzeRp, agan-agan akan dibuang sejauh-jauhnya, yg ditutup-tutupi akan dibuka selebar-lebarnya.
Ada banyak netizen yg bersuara, kalau agan dicitrakan tidak baik, berarti memang agan tidak baik sebagai figur khalayak.
Salam Revolusi Mental Rezim Pemerintah
Hari ini 15:25
Melihat dari tren negara tetangga yg kasus Covid19 nya sudah mulai turun, sudah mulai melewati puncak, Indonesia masih berkutat dengan tanjakan yg masih tajam, tetapi tidak mau kalah dengan negara-negara lain yg sudah mulai berhasil mengatasi covid19 dengan sistem Herd Immunity yg dilabeli mengatakan New Normal.
Pemerintah Indonesia berkaca pada Jepang yg dari awal penanganannya sudah sangat sangat berbeda, di awal kemunculan Covid19 Pemerintah Jepang mulai menutup akses masuk khususnya dari China, Presiden Indonesia sedang giat-giatnya mengundang wisatawan China untuk berbondong-bondong datang ke Indonesia. Awal yg berbeda tentu saja menghasilkan hasil yg berbeda.
Pemerintah Indonesia dihadapkan pada kebimbangan antara kesehatan masyarakat atau ekonomi, hasilnya kesehatan tidak didapat, ekonomi juga tidak didapat, padahal kalau di awal fokus pada lockdown misalnya, kalau dilakukan secara ketat maka dapat saja saat sekarang kasus di Indonesia sudah sangat turun atau bahkan zero case, tinggal fokus pada perekonomian saja kedepannya.
Kapasitas pemerintah Indonesia dibanding negara lain (selain Amerika Serikat & Brazil) terlihat sangat jauh dari cukup, bahkan terkesan menyepelekan pandemi global ini, dari awal bukannya bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk melindungi negara, malah sempat-sempatnya berkelakar bersikap meremehkan.
Birokasi Indonesia yg ribet dianggap sebagai tameng mencegah masuknya covid19 ke Indonesia
Spoiler for Birokasi Indonesia mencegah masuk Corona ke Indonesia:
Penelitian dari BNPB berkesimpulan kalau WNI dapat kebal Covid19
Spoiler for Indonesia kebal Corona:
Presiden & jajarannya pun sudah meneliti kalau Covid19 tidak kuat di cuaca panas
Spoiler for Corona tidak tahan cuaca panas:
Sebelum ada satupun yg menemukan vaksin dari Covid19, obat penangkalnya sudah banyak ditemukan orang Indonesia
Spoiler for Wedang Jahe dapat tangkal Corona:
Bahkan Kemenkes yg jadi garda terdepan yg bertanggung jawab kepada kesehatan warga negara Indonesia sudah pengeluarkan hasil penelitian ilmiahnya yg masih belum dipublikasikan di jurnal ilmiah manapun
Spoiler for Sayur Lodeh & Nasi Kapau dapat tangkal Corona:
Tidak mau kalah dengan penelitian di bawah naungan Dr. Terawan Putranto, Gubernur NTB juga melaporkan hasil penelitiannya
Spoiler for Susu Kuda Liar dapat tangkal Corona:
Bahkan yg paling fenomenal, penangkal Corona hasil penelitian Budi Karya Sumadi yg hasilnya terlihat secara nyata
Spoiler for Nasi Kucing tangkal Corona:
Semua penelitian yg dilakukan pejabat-pejabat pemerintah Indonesia diklaim menciptakan Indonesia bebas Covid19
Spoiler for Tegaskan tidak ada kasus Covid19 di Indonesia:
Tepat sehari setelahnya diumumkan ada kasus perdana di Indonesia, seorang wisatawan Jepang menularkan pada warga Depok, tidak jelas apakah WNJ tersebut menularkan, atau tertular, bahkan ketika bapak-bapak pejabat masih meremehkan Covid19 dengan penelitian-penelitian andalan mereka, sudah ada beberapa berita turis terinsfeksi Covid19 di Indonesia, cuma saja tidak diblow up.
Ternyata Birokrasi yg sulit, Cuaca Panas, Sayur Lodeh, Wedang Jahe, Susu Kuda Liar, Nasi Kapau, Nasi Kucing, tidak berhasil menangkal Covid19 ke Indonesia.
Spoiler for Sulit menghadapi Corona:
Oke, selesai dengan intelektual & kecakapan pejabat pemerintah Indonesia yg gagal dalam upaya pencegahan Covid19 masuk ke Indonesia, saatnya pemerintah berjibaku satu komando untuk menangani Covid19.
Semua sudah diputuskan dalam rapat di awal pembentukan kabinet rezim sekarang bahwa semua harus ikut visi presiden, tidak boleh ada yg ngide sendiri, semua menteri sudah dibriefing untuk sepakat dengan hal ini
Spoiler for Hanya ada visi Presiden:
Protokol tersebut dimulai dengan pelarangan warga tidak mudik untuk menghindari penyebaran pandemi ke daerah lain, baru juga dibilang cuma ada visi Presiden, langsung kontradiksi presiden dengan menterinya
Spoiler for Mudik Dilarang/Boleh, Pulang Kampung Boleh/Dilarang:
Begitu juga dengan bapak pakar Nasi Kucing dengan tegas menentang statement atasannya
Spoiler for Mudik & Pulang Kampung. Sama atau Beda?:
Jika mengabaikan kontradiksi atasan dengan bawahannya yg sudah saling berjanji sebelumnya itu, terdapat kontradiksi lagi dalam kebijakan yg menunjukan keseriusan pemerintah untuk menanggulangi pandemi, kalau pelarangan mudik/pulang kampung untuk menghindari penyebaran covid19 ke daerah lainnya, khususnya melihat episentrum pandemi & pemudik berasal dari Jakarta, tetapi episentrum utama malah masuk dengan bebas, itu lebih dari sekedar mudik
Spoiler for WNI dilarang mudik, WNC bebas masuk:
Ketegasan menegakan peraturan juga terlihat jelas, warga biasa dapat dipenjara kalau melanggar aturan, tetapi legislatif cukup dengan meminta maaf & semuanya selesai seolah-olah tidak terjadi apa-apa, walau sempat kena prank
Spoiler for Ancaman bagi yg berkumpul:
Belum lagi menteri yg satu ini, memaksakan kehendak pengeeeeeeen banget membebaskan napi yg belum semestinya bebas untuk dibebaskan dengan alasan supaya tidak kena Corona, padahal kalo dikurung kena Corona nya di mana?
Siapa yg tidak setuju dengan beliau dianggap kemanusiaannya sudah tumpul, kalian tinggal pilih : Kemanusiaan sudah tumpul, atau jadi korban napi berulah
Spoiler for Kemanusiaan tumpul, pusing napi berulah:
Di tengah kurva Covid19 yg semakin tinggi, pemerintah akhirnya menciptakan keputusan untuk mengizinkan usia 45 tahun ke bawah kembali bekerja, cuma saja 6 hari kemudian mereka pura-pura tidak pernah mengeluarkan kebijakan tersebut, atau memang tidak adanya koordinasi dalam rezim ini?
Spoiler for Usia 45 tahun ke bawah:
Karena kebijakannya blunder mulu, Presiden yg lupa kalau dirinya bukan raja pun bertitah supaya kurva Covid19 di Indonesia menurun apapun caranya setelah kehadapatn ide, lepas tanggung jawab mikir lebih tepatnya. Dari banyak cara yg dapat dilakukan, keputusan yg diambil adalah mengubah metode pelaporan supaya terlihat turun, padahal naiknya tinggi sekali
Spoiler for Curva Covid19 harus turun:
Karena kurva harus turun, maka pasar-pasar diizinkan oleh pemerintah pusat untuk buka kembali, tetapi yg bertanggung jawab atas resikonya dilemparkan pada pemerintah daerah. Pemerintah daerah serba salah, ditolak tidak boleh karena instruksi dari pusat, dijalankan harus menanggung resiko & siap disalahkan
Spoiler for Pasar kembali buka:
Itu adalah segelintir kemampuan pemerintah Indonesia rezim Jokowi dalam mengatasi bencana yg terjadi di negeri ini, Indonesia siap perang menghadapi Covid19, yg pada akhirnya kalah perang & meminta berdamai
Spoiler for Perang dengan Covid19:
Jangan lupa, ketika Presiden sudah mengumandangkan perang kepada Covid19, itu karena Indonesia dari awal sudah siap menghadapi Covid19. Mungkin disanalah bedanya antara benar-benar siap, atau cuma siap untuk pencitraan
Spoiler for Siap menghadapi Covid19:
Itu kenapa hingga saat ini tunjangan untuk paramedis masih berupa pencitraan yg tidak kunjung turun. Semoga tidak jadi orang munafik, yg ciri-cirinya yaitu : Berkata Ingkar, Berjanji Mangkir, Dipercaya Berkhianat. Karena kalau orang munafik yg jadi pemimpin, hancur negara ini.
Spoiler for Tunjangan paramedis:
Sebagai penutup, jangan lupa dengan kata-kata bapak yg pengen Lucifer ini
Spoiler for Malaikat jadi Iblis:
Ingat, jejak digital itu akan tersimpan selamanya, kalau agan-agan sekalian ada yg berkeharapan jadi publik figur, supaya mulai membiasakan diri jadi pribadi yg lebih baik, konsisten dengan keputusan, karena kelihatan jelas kalau berbohong, plin plan, disetir orang lain, ga punya kemampuan. Tidak perlu menipu dengan propaganda mengpakai buzzeRp, karena sekali tidak bersama buzzeRp, agan-agan akan dibuang sejauh-jauhnya, yg ditutup-tutupi akan dibuka selebar-lebarnya.
Ada banyak netizen yg bersuara, kalau agan dicitrakan tidak baik, berarti memang agan tidak baik sebagai figur khalayak.
Salam Revolusi Mental Rezim Pemerintah
Hari ini 15:25