• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pemerintah Hidupkan Waduk Jati Gede

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
lZTb3.jpg

Pemerintah menghidupkan kembali pembangunan Waduk Jati Gede di Jawa Barat yang mangkrak sejak 1980. Pemerintah akan mempercepat pembebasan lahan dan ganti rugi kepada masyarakat setempat.

Untuk mewujudkan rencana itu, pemerintah membentuk tim verifikasi yang akan dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan melibatkan pihak terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN). Waduk terbesar kedua setelah Jatiluhur itu digagas sejak 1963 dan selesai didesain 1980.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menjelaskan, permasalahan utama molornya proyek tersebut terkait kondisi sosial, seperti pembebasan lahan dan ganti rugi kepada masyarakat setempat.
Menurut dia, pemerintah daerah telah berupaya menyelesaikan permasalahan itu. Namun, hingga saat ini masih ada resistensi dari penduduk setempat. Untuk mempercepat penyelesaian itu, pemerintah pusat akan campur tangan mencari solusi yang terbaik.

Hatta menargetkan pembangunan waduk itu harus selesai sesuai jadwal, yakni paling lambat akhir 2013. Sebab, sebagian pembiayaannya telah terikat kontrak dengan investor dari China.

"Dari zaman itu sebetulnya sudah dilakukan pembebasan," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2012.

Pembangunan Waduk Jati Gede menelan biaya US$400 juta atau sekitar Rp4 triliun. danang tersebut digunakan untuk mengairi sekitar 90 ribu hektare lahan persawahan dan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang mampu mengaliri listrik sebesar 110 megawatt.
Waduk seluas 4.973 hektare itu juga akan menahan banjir dan menjadi pusat pariwisata. "Manfaatnya luar biasa," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional, Hendarman Supandji, mengungkapkan, pihaknya menargetkan verifikasi permasalahan lahan akan selesai tahun ini, sehingga proyek tersebut nantinya dapat selesai sesuai target.
CSugn.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.