• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pemerintah Dituntut Minta Maaf ke Publik

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
TVpM4.jpg

SEMARANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah mencatat mulai Sabtu (11/8) hingga H+7 kemarin, terjadi 1.360 kecelakaan lalulintas. Dari kejadian itu, korban meninggal mencapai 160 orang,328 orang mengalami luka berat dan 1.866 orang mengalami luka ringan. Jumlah itu belum final.Sebab,Operasi Ketupat Candi 2012 baru selesai resmi pukul 24.00 kemarin. Sedang pada arus mudik dan balik Lebaran 2011 tercatat ada 959 kecelakaan lalulintas. Di dua pekan itu, 69 orang meninggal dunia, 203 luka berat dan 1.202 luka ringan.

Adapun secara nasional, korban tewas akibat kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran mencapai 869 jiwa dari total 5.006 kasus terhitung sejak H-9 lebaran. Sementara luka berat mencapai 1.438 dan luka ringan 4.913 orang. Banyaknya kecelakaan tersebut mendapat sorotan tajam dari Komisi Perhubungan DPR.Komisi ini menuntut pemerintah meminta maaf terkait banyaknya korban meninggal dalam musim mudik Lebaran tahun ini. Anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia memaparkan, pergerakan manusia di saat mudik berulang setiap tahun, seharusnya pemerintah melakukan pembenahan untuk menekan angka kecelakaan dan korban tewas di musim mudik.

“Kami akan panggil pihakpihak terkait,utamanya dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Polri dan Kementerian PU.Namun yang paling utama yang harus dilakukan adalah meminta maaf pada publik,” ujarYudi,kemarin. Yudi menilai, pemerintah belum mampu menyediakan sarana transportasi yang nyaman dan murah bagi rakyatnya, sehingga banyak masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor. Pemerintah dan Polri juga kurang menyosialisasikan bahaya mudik menggunakan sepeda motor. Hampir 80% korban yang tewas merupakan pengguna sepeda motor.

Setiap tahun, kata dia, korban tewas di musim mudik terus meningkat. Menurut tinjauannya, infrastruktur jalan masih memprihatinkan. Misalnya, rambu lalu lintas yang minim dan jalan yang berlubang. Selain itu kurangnya penyadaran kepada masyarakat agar patuh terhadap peraturan lalu lintas dan beretika ketika mengendarai kendaraan. Pakar Transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan,masalah tersebut harus menjadi pekerjaan besar bagi pihak terkait agar korban kecelakaan bisa ditekan pada arus mudik Lebaran tahun depan.

Ditlantas Polda Jawa Tengah mengklaim kondisi arus lalu lintas selama arus mudik dan balik di wilayah hukumnya cukup lancar.Sejumlah titik rawan kemacetan bisa diminalisasi dengan sejumlah rekayasa atau traffic management yang sudah diskenariokan. Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Ditlantas Polda Jawa Tengah, AKBP Indra Darmawan, mencontohkan exitTol Pejagan Brebes, di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat secara umum arus terpantau lancar.

Wilayah Jawa Tengah, lanjut Indra, yang terpantau paling padat kendaraan justru di Ungaran arah Solo. Kepadatan juga terjadi di jalur utama pantura Batang- Pekalongan. Ribuan kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta berjalan lambat sejak Kota Batang-Pekalongan. Di Kudus, arus lalulintas mengalami kemacetan panjang hingga 3 km akibat pasar dadakan yang muncul seiring gawe Tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.