JAKARTA - Maskapai nasional mengeluhkan masih terlalu mahalnya harga bahan bakar minyak untuk pesawat udara (BBMPU) sehingga biaya operasional membengkak dibanding biaya-biaya komponen lainnya.
Siaran pers Badan Litbang Kementerian Perhubungan mengharapkan pemerintah menurunkan harga BBMPU.
"Diharapkan pemerintah bisa menurunkan harga BBMPU agar maskapai bisa berkembang," kata Pjs Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Denny Siahaan.
Hal itu merupakan kesimpulan Roundtable Discussion Upaya Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pesawat Udara untuk Mendukung Pertumbuhan Industri Jasa Angkutan Udara di Indonesia yang diadakan Badan Litbang awal pekan ini.
Harga BBMPU di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar negeri seperti di Bandara Changi, Singapura. Akibatnya, banyak maskapai penerbangan mengisi BBMPU di luar negeri.
Tak hanya itu, katanya, saat ini masih banyak bandara yang belum menyediakan fasilitas Depo Pengisian Bahan Bakar Minyak Pesawat Udara (DPPU).
Siaran pers Badan Litbang Kementerian Perhubungan mengharapkan pemerintah menurunkan harga BBMPU.
"Diharapkan pemerintah bisa menurunkan harga BBMPU agar maskapai bisa berkembang," kata Pjs Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Denny Siahaan.
Hal itu merupakan kesimpulan Roundtable Discussion Upaya Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pesawat Udara untuk Mendukung Pertumbuhan Industri Jasa Angkutan Udara di Indonesia yang diadakan Badan Litbang awal pekan ini.
Harga BBMPU di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar negeri seperti di Bandara Changi, Singapura. Akibatnya, banyak maskapai penerbangan mengisi BBMPU di luar negeri.
Tak hanya itu, katanya, saat ini masih banyak bandara yang belum menyediakan fasilitas Depo Pengisian Bahan Bakar Minyak Pesawat Udara (DPPU).