• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pemerintah Belum Bisa Turunkan Harga BBM

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemerintah masih memperhatikan perkembangan harga minyak dunia, utamanya Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga Premium.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan turunnya harga MOPS acuan Premium tidak setajam penurunan harga minyak dunia.

"Harga minyak mentah turun 18 persen. MOPS acuan solar turun 18 persen. Tapi, MOPS acuan Premium turunnya hanya 8 persen," kata Wiratmaja ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Apalagi ditambah dengan tekanan nilai tukar rupiah, menurunkan harga jual Premium akan memberatkan. Tentu saja, pemerintah ingin menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), agar daya beli masyarakat terkerek naik. Oleh karenanya, kata dia, opsi penurunan harga BBM tetap terbuka.

"Opsi itu ada tetep dipertimbangkan untuk tiga bulan ke depan. Rekomendasinya kan 3 bulan atau 6 bulan," ucap Wiratmaja.

Ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menuturkan, harga jual Premium saat ini masih lebih murah 2 persen di bawah harga keekonomiannya.

Sementara itu, Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan, perseroan bersyukur karena beberapa bulan ini pemerintah masih menahan harga Premium. Sebabnya, defisit dari penjualan Premium hingga saat ini terhitung sekitar Rp 15,3 triliun.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.