akatsukigold
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 52840
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 2.000
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Pemerintah membantah terdapat kelebihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang telah dialosikan dalam APBN Perubahan 2008 senilai Rp126 triliun.
"Tidak betul kalau dikatakan saat ini ada kelebihan subsidi BBM. Alokasi subsidi senilai Rp126 triliun sudah terpakai semua," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai memimpin upacara peringatan Hari Listrik di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, sejumlah kalangan baik anggota DPR maupun pengamat
mengungkapkan, saat ini sudah terdapat kelebihan alokasi subsidi APBN perubahan 2008, sehingga bisa dipakai buat menurunkan harga BBM bersubsidi.Menurut Purnomo, saat harga minyak dunia tinggi yang mencapai rekor 147 dolar AS per barel di awal tahun, telah menyerap banyak subsidi BBM. "Jadi, sekarang sudah habis," katanya
Ia menambahkan, kalaupun ingin alokasi subsidi BBM tetap Rp126 triliun, maka harga minyak Indonesia (ICP) harus 45 dolar AS selama Nopember-Desember 2008.
"Saya akan paparkan angka-angkanya dalam raker dengan Komisi VII DPR siang ini," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy meminta agar sebagian surplus alokasi subsidi energi yakni BBM dan listrik APBN Perubahan 2008 diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur dasar seperti sekolah dan jalan.
"Selain dialokasikan buat menurunkan harga BBM bersubsidi, surplus subsidi juga buat infrastruktur dasar," katanya pekan lalu.
Bila dihitung dengan asumsi harga minyak APBN P konstan di 80 dolar AS per barel sampai akhir tahun, terdapat surplus subsidi BBM dari alokasi sebelumnya sebesar Rp30 triliun, katanya.
Sebagian surplus itu, dialokasikan Rp10-15 triliun untuk menurunkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp500 per liter.
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Sonny Keraf mengatakan, surplus subsidi energi sebaiknya hanya buat menurunkan harga BBM khususnya premium dan solar bersubsidi. Dengan alasan minyak merupakan sumber daya alam yang seharusnya dijual murah buat rakyat.
"Tidak betul kalau dikatakan saat ini ada kelebihan subsidi BBM. Alokasi subsidi senilai Rp126 triliun sudah terpakai semua," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai memimpin upacara peringatan Hari Listrik di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, sejumlah kalangan baik anggota DPR maupun pengamat
mengungkapkan, saat ini sudah terdapat kelebihan alokasi subsidi APBN perubahan 2008, sehingga bisa dipakai buat menurunkan harga BBM bersubsidi.Menurut Purnomo, saat harga minyak dunia tinggi yang mencapai rekor 147 dolar AS per barel di awal tahun, telah menyerap banyak subsidi BBM. "Jadi, sekarang sudah habis," katanya
Ia menambahkan, kalaupun ingin alokasi subsidi BBM tetap Rp126 triliun, maka harga minyak Indonesia (ICP) harus 45 dolar AS selama Nopember-Desember 2008.
"Saya akan paparkan angka-angkanya dalam raker dengan Komisi VII DPR siang ini," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy meminta agar sebagian surplus alokasi subsidi energi yakni BBM dan listrik APBN Perubahan 2008 diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur dasar seperti sekolah dan jalan.
"Selain dialokasikan buat menurunkan harga BBM bersubsidi, surplus subsidi juga buat infrastruktur dasar," katanya pekan lalu.
Bila dihitung dengan asumsi harga minyak APBN P konstan di 80 dolar AS per barel sampai akhir tahun, terdapat surplus subsidi BBM dari alokasi sebelumnya sebesar Rp30 triliun, katanya.
Sebagian surplus itu, dialokasikan Rp10-15 triliun untuk menurunkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp500 per liter.
Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Sonny Keraf mengatakan, surplus subsidi energi sebaiknya hanya buat menurunkan harga BBM khususnya premium dan solar bersubsidi. Dengan alasan minyak merupakan sumber daya alam yang seharusnya dijual murah buat rakyat.