• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pemerintah Akan Gratiskan Obat Terapi Covid-19 Molnupiravir

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pemerintah Akan Gratiskan Obat Terapi Covid-19 Molnupiravir

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan obat Covid-19 molnupiravir akan diberikan kepada pasien Covid-19 secara cuma-cuma alias gratis. Kemenkes diketahui akan membeli molnupiravir sebanyak 600 ribu hingga satu juta tablet pada Desember 2021, meski dinilai tak perlu oleh epidemiolog & IDI.

Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, pihaknya kini masih membahas & menunggu rekomendasi dari organisasi profesi terkait skema penggunaan obat molnupiravir ini, termasuk skema pendistribusiannya ke setiap rumah sakit di Indonesia.

Meski gratis, Nadia melanjutkan, tak tertutup kemungkinan obat molnupiravir ini dijual bebas di pasaran nantinya. "Kalau sudah dapat izin edar dari BPOM, dapat diedarkan di pasaran, bukan cuma di rumah sakit," mengatakan dia.

Nadia menekankan, obat molnupiravir yg dijual di pasaran nantinya bukanlah obat yg dibeli Kemenkes, melainkan obat yg dibeli sendiri oleh perusahaan farmasi. "Yang menyediakan (penjual) obat itu dapat Kimia Farma ataupun perusahaan farmasi lainnya, termasuk Merck sendiri," ujarnya. Merck & Co perusahaan asal Amerika Serikat yg memproduksi obat molnupiravir.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin (8/11), mengatakan, pihaknya sudah mencapai kesepakatan pembelian 600 ribu hingga satu juta tablet molnupiravir. Pembelian obat, yg dapat dipakai untuk pasien gejala ringan-sedang, ini sebagai persiapan menghadapi gelombang ketiga kasus Covid-19.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Erlina Burhan berpendapat bahwa pembelian molnupiravir belum urgen. Apalagi kalau Indonesia dapat mencegah terjadinya gelombang ketiga kasus Covid-19. "Bila stok obat favipiravir masih ada, maka kebutuhan molnupiravir sih belum urgen," mengatakan Erlina kepada Republika.co.id.

Sumber
Hari ini 04:10
 
iya dong, pemerintah memang harus bertanggungjawab dengan kesehatan rakyatnya, apalagi karena wabah
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.