Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Momentum Natal & Tahun Baru mendatang disebut sebagai ajang pembuktian bahwa masyarakat Indonesia sendiri yg dapat menentukan akhir pandemi. Pembuktian itu dilakukan melalui seluruh tindakan pencegahan, serta berdisiplin dalam protokol kesehatan.
Tetap gencarkan tes, lacak, & isolasi atau 3T, testing, tracing, treatment, supaya indikator PPKM tetap merefleksikan level 1 atau terkendali & percepat program vaksinasi supaya mencapai 70 persen target di akhir tahun ini," mengatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 & Duta Adaptasi Baru, Reisa Broto Asmoro pada Jumat (26/11).
Saat ini, Indonesia berhasil mencatatkan indikator kasus harian di bawah 400 kasus di tujuh hari terakhir, angka kematian di bawah 0,1 persen, & BOR di angka 3 persen. Berdasarkan capaian itu, Reisa menyebut bahwa masyarakat dipercaya dapat beradaptasi dengan berbagai pengaturan yg tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021.
Pada Inmendagri terbaru, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten & pemerintah kota memastikan seluruh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW), akan bekerja maksimal & dalam kapasitas penuh selama periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Inmendagri juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) & pemangku kepentingan lainnya supaya dapat bekerja sama lebih erat dalam menyuarakan langkah pencegahan & penegakan disiplin prokes.
"Bagi para pekerja, kami meminta menjadwal ulang tradisi pulang kampung atau mudik saat Natal & Tahun Baru, untuk memastikan bahwa sirkulasi virus tidak berpindah dari kota ke desa, karena potensi kerumunan di berbagai moda transportasi akan berpotensi menimbulkan klaster baru kampung halaman, bahkan terlebih bahaya lagi, menciptakan klaster-klaster keluarga yg baru bermunculan," mengatakan Reisa.
Dia mengingatkan, sebelumnya terbukti bahwa akibat mudik Lebaran 2021 & mobilitas tinggi di Nataru 2020 menimbulkan siklus penularan baru. Libur Idulfitri 2021 mencatatkan penambahan kasus harian hingga dengan kisaran 50 ribu atau naik lebih dari seribu persen dari periode bulan sebelumnya. Sedangkan libur kolektif Maulid Nabi & Natal 2020 sudah menambah lebih dari 5 ribu kasus harian baru, atau naik 100 persen dari bulan sebelumnya.
Oleh karena itu, Inmendagri menetapkan pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) & karyawan swasta selama periode libur Nataru.
"Inmendagri juga meminta Pemda meniadakan kegiatan seni budaya & olahraga pada tanggal 24 Desember 2021 hingga dengan 2 Januari 2022, menutup semua alun-alun pada tanggal 31 Desember 2021 hingga dengan 1 Januari 2022, & mengatur aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian supaya tetap dapat menjaga jarak," papar Reisa.
Kemudian, Satpol PP, Satlinmas & Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemadam kebakaran didorong meningkatkan kesiapsiagaan & keterlibatan aktif dalam mencegah & mengatasi aktivitas publik yg dapat mengganggu ketentraman & ketertiban masyarakat. Termasuk mencegah & mengatasi aktivitas berkumpul, kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan & restoran), tempat wisata, & fasilitas ibadah selama Nataru.
Sedangkan bagi umat Kristen yg akan beribadah & merayakan Hari Raya Natal 2021, pemerintah meminta supaya gereja membentuk Satgas Covid-19 yg berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 daerah, guna menjamin keamanan & keselamatan jemaat selama pelaksanaan ibadah & seremoni Natal.
"Termasuk dengan menyediakan opsi kepesertaan ibadah secara hybrid, yaitu secara berjamaah kolektif di gereja & secara daring dengan tata ibadah yg sudah disiapkan oleh para pengurus & pengelola gereja supaya kapasitas gereja tidak melebihi 50 persen dari batas maksimum," tambah Reisa.
Lebih lanjut, Reisa mengungkapkan, setiap pihak diingatkan untuk memiliki rujukan prokes & memahami cara seremoni yg aman, karena ini merupakan Natal & Tahun Baru kedua di masa pandemi. Di sisi lain, hal yg juga harus diingat adalah risiko bencana alam seperti potensi banjir & longsor, atau potensi bencana hidrometeorologi lainnya sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (BMKG).
"Baik dalam konteks bencana kesehatan maupun bencana alam, mencegah & kesiapsiagaan jauh lebih baik daripada mengobati & merehabilitasi atau merekonstruksi," tuturnya.
Reisa kemudian kembali mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga kenaikan kasus, dengan tetap taat protokol kesehatan & mengerjakan vaksinasi.
"WHO menjelaskan bahwa fungsi vaksin tidak cuma diukur dari efikasi namun dari kemampuan vaksinasi memberikan memori kepada sel tubuh kita untuk sering membangun benteng pertahanan atau imunitas setiap kali virus yg sama datang menyerang. Ayo pakai masker, ayo cepat vaksin," katanya.
Hari ini 00:32