Pembunuhan Wartawan di Gaza Dikecam
SUMBER;www.portalkriminal.com
Minggu, 11 Januari 2009 18:31
PORKRIM-JAKARTA: Seorang wartawan Palestina. Fadhal Shana pria berusia 23 tahun yang bekerja sebagai kameramen kantor berita Reuters tewas akibat serangan membabi buta pasukan Israel di Jalur Gaza. Buntut dari pembunuhan wartawan tersebut Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk pembunuhan terhadap wartawan tersebut.
"Pasukan Israel menargetkan kendaraan-kendaraan dan para wartawan yang beridentitas jelas, seperti dengan tanda Press atau TV. Fadal Shana tewas ketika dia merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah," kata Presiden OANA, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Minggu (11/1).
Menurut Wakil Kepala Biro Reuters, Julian Rake, Shana telah melaksanakan tugasnya berdasarkan standar prosedural di bidang pers. Ketika dibunuh, dia mengenakan jaket dengan tanda yang jelas, yaitu tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers.
OANA juga menyerukan perlunya perlindungan terhadap media dan para wartawan akan dijamin oleh pasukan Israel di Gaza. Ia juga meminta kepada dunia kewartawanan untuk meningkatkan protesnya terhadap desakan pasukan Israel soal media yang berupaya meliput konflik di Gaza.
Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap media yang berusaha menulis laporan-laporan mengenai krisis di wilayah Gaza. "Kebenaran tidak bisa dituturkan jika para wartawan tidak bisa bebas bergerak, untuk melakukan wawancara dengan siapa pun yang terlibat, dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," katanya menambahkan.
OANA beranggotakan 44 kantor berita dari 33 negara di wilayah Asia Pasifik. Perlindungan terhadap wartawan dan keselamatan para insan pers merupakan prioritas tertinggi bagi OANA di bawah pimpinan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga merupakan Direktur Utama Kantor Berita ANTARA.(ant/np)
SUMBER;www.portalkriminal.com
Minggu, 11 Januari 2009 18:31
PORKRIM-JAKARTA: Seorang wartawan Palestina. Fadhal Shana pria berusia 23 tahun yang bekerja sebagai kameramen kantor berita Reuters tewas akibat serangan membabi buta pasukan Israel di Jalur Gaza. Buntut dari pembunuhan wartawan tersebut Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk pembunuhan terhadap wartawan tersebut.
"Pasukan Israel menargetkan kendaraan-kendaraan dan para wartawan yang beridentitas jelas, seperti dengan tanda Press atau TV. Fadal Shana tewas ketika dia merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah," kata Presiden OANA, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Minggu (11/1).
Menurut Wakil Kepala Biro Reuters, Julian Rake, Shana telah melaksanakan tugasnya berdasarkan standar prosedural di bidang pers. Ketika dibunuh, dia mengenakan jaket dengan tanda yang jelas, yaitu tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers.
OANA juga menyerukan perlunya perlindungan terhadap media dan para wartawan akan dijamin oleh pasukan Israel di Gaza. Ia juga meminta kepada dunia kewartawanan untuk meningkatkan protesnya terhadap desakan pasukan Israel soal media yang berupaya meliput konflik di Gaza.
Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap media yang berusaha menulis laporan-laporan mengenai krisis di wilayah Gaza. "Kebenaran tidak bisa dituturkan jika para wartawan tidak bisa bebas bergerak, untuk melakukan wawancara dengan siapa pun yang terlibat, dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," katanya menambahkan.
OANA beranggotakan 44 kantor berita dari 33 negara di wilayah Asia Pasifik. Perlindungan terhadap wartawan dan keselamatan para insan pers merupakan prioritas tertinggi bagi OANA di bawah pimpinan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga merupakan Direktur Utama Kantor Berita ANTARA.(ant/np)
sampe wartawan pun disikat 