• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pembunuhan Wartawan di Gaza Dikecam

kimliong

IndoForum Newbie F
No. Urut
61213
Sejak
10 Jan 2009
Pesan
3
Nilai reaksi
0
Poin
1
Pembunuhan Wartawan di Gaza Dikecam

SUMBER;www.portalkriminal.com

Minggu, 11 Januari 2009 18:31

PORKRIM-JAKARTA: Seorang wartawan Palestina. Fadhal Shana pria berusia 23 tahun yang bekerja sebagai kameramen kantor berita Reuters tewas akibat serangan membabi buta pasukan Israel di Jalur Gaza. Buntut dari pembunuhan wartawan tersebut Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) mengutuk pembunuhan terhadap wartawan tersebut.

"Pasukan Israel menargetkan kendaraan-kendaraan dan para wartawan yang beridentitas jelas, seperti dengan tanda Press atau TV. Fadal Shana tewas ketika dia merekam gambar tank-tank Israel di Gaza Tengah," kata Presiden OANA, Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Minggu (11/1).

Menurut Wakil Kepala Biro Reuters, Julian Rake, Shana telah melaksanakan tugasnya berdasarkan standar prosedural di bidang pers. Ketika dibunuh, dia mengenakan jaket dengan tanda yang jelas, yaitu tanda pers dan mobilnya juga bertandakan stiker pers.

OANA juga menyerukan perlunya perlindungan terhadap media dan para wartawan akan dijamin oleh pasukan Israel di Gaza. Ia juga meminta kepada dunia kewartawanan untuk meningkatkan protesnya terhadap desakan pasukan Israel soal media yang berupaya meliput konflik di Gaza.

Pasukan Israel memberlakukan blokade terhadap media yang berusaha menulis laporan-laporan mengenai krisis di wilayah Gaza. "Kebenaran tidak bisa dituturkan jika para wartawan tidak bisa bebas bergerak, untuk melakukan wawancara dengan siapa pun yang terlibat, dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," katanya menambahkan.

OANA beranggotakan 44 kantor berita dari 33 negara di wilayah Asia Pasifik. Perlindungan terhadap wartawan dan keselamatan para insan pers merupakan prioritas tertinggi bagi OANA di bawah pimpinan Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, yang juga merupakan Direktur Utama Kantor Berita ANTARA.(ant/np)
 
bgituh sifat jahat tentara isreal...main bunuh..bayi kecil aja bisa jadi sasaran tembak
 
iya tuh...

gw Liad videonya...

parah banget...

udah tau dia press...bawa2 kamera...dan juga dia pake baju khusus press...

yang seharusnya dalam aturan tidak boleh dibunuh...

lagipula walaupun udah mati ditembak mayatnya malah ditembak terus-terusan...

sadis ini israeL...

entah baLasan apa yang pantas untuk mereka...
 
ga pandang bulu ya israel swt sampe wartawan aj ditembak... /swt /an /an

klo gini caranya gw g bakal jadi reporter ke gaza deh /wah
 
AMERIKA NGELIHAT GAK YAH..atau pura-pura buta lagi???
 
dasar manusia kejam gak pandang bulu semua orang dibunuh..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.