Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada tanggal 22 Februari 1946 disebuah kota yg bernama Texarkana yg berada di perbatasan antara Texas & Arkansas. Seorang pemuda bernama Jimmy Hollis yg berumur 25 tahun & kekasihnya yg bernama Mary Jeanne Larey yg berumur 19 tahun, pergi berkencan. Dalam perjalanan pulang menuju kerumah Mary, Jimmy menghentikan mobilnya disebuah jalan yg sepi & tidak beraspal, yg jaraknya cuma 100 yard dari perumahan warga.
Sekitar sepuluh menit kemudian, seorang laki-laki mendatangi mereka. Laki-laki tersebut memakai masker berwarna putih dengan lubang di bagian kedua mata & mulutnya. Dia mengarahkan senter & menodongkan senjata sambil mengatakan,
Quote:
"Aku tidak harap membunuhmu, kawan. Jadi, lakukan apa yg saya perintahkan".
Jimmy & Mary kemudian keluar dari mobil mereka. Si penyerang memaksa Jimmy untuk melepas celananya, kemudian memukulnya di bagian kepala sebanyak dua kali hingga menciptakan tengkoraknya retak & akhirnya jatuh pingsan. Si penyerang juga berusaha untuk menyerang Mary secara seksual & merampoknya.
Mary sempat mengaku bahwa dia & Jimmy tidak memiliki uang, namun pengakuannya tersebut menciptakannya dipukul hingga jatuh ke tanah. Dan ketika dia berusaha untuk bangun, si penyerang justru menyuruhnya untuk melarikan diri. Mary yg saat itu memakai sepatu hak tinggi merasa kesulitan untuk berlari menuju ke jalan raya. Si penyerang kemudian mengejarnya & memukulnya lagi di bagian kepala hingga Mary kembali terjatuh. Dari sinilah, si penyerang mulai mengerjakan pelecehan terhadapnya.
Tidak lama kemudian, Jimmy tersadar & berusaha untuk bangun, lalu berjalan untuk menghentikan sebuah mobil yg sedang lewat. Melihat cahaya dari lampu mobil tersebut, si penyerang langsung melarikan diri & meninggalkan Mary. Jimmy & Mary kemudian mendapatkan perawatan medis, & Jimmy sendiri membutuhkan waktu selama 12 hari untuk pulih.
Pada tanggal 24 Maret 1946 pagi, pihak berwajib menemukan dua sosok mayat yg diidentifikasi sebagai Richard L. Griffin yg berumur 29 tahun, & Polly Ann Moore yg berumur 17 tahun. Mereka ditemukan di dalam Oldsmobile keluaran tahun 1941 & berada disebuah daerah yg memang biasa dipakai untuk berpacaran.
Richard & Polly Ann ditembak di bagian belakang kepala. Ketika ditemukan, Richard berada diantara kedua jok depan dengan posisi tertunduk sambil memegang kepalanya, & saku celananya yg keluar menandakan bahwa seseorang berusaha untuk merampoknya. Sedangkan Polly Ann ditemukan dalam posisi tertelungkup di jok belakang. Ada kemungkinan dia dibunuh di atas sebuah selimut di luar mobil & setelah dia tewas, dia sengaja ditempatkan dalam posisi tersebut.
Keduanya terlihat untuk yg terakhir kalinya pada jam sepuluh malam sebelumnya, setelah mereka berdua selesai makan malam bersama saudara perempuan Richard. Mereka diduga dibunuh dengan mengpakai senjata berjenis Colt kaliber 32 & jejak kaki yg berada di tempat kejadian tidak dapat dilacak karena sudah tersapu oleh air hujan.
Namun, tiga pekan kemudian yaitu pada tanggal 14 April 1946, pihak berwajib kembali menemukan dua sosok mayat yg diidentifikasi sebagai Betty Jo Booker yg berumur 15 tahun & Paul Martin yg berumur 16 tahun. Pada malam sebelumnya, keduanya sempat menghadiri eksibisi band disebuah tempat yg bernama Veterans of Foreign Wars Club, dimana Betty Jo memainkan alat musik alto saksofon. Dan mereka terlihat meninggalkan tempat tersebut pada jam 1.30 pagi.
Paul ditembak sebanyak empat kali & mayatnya ditemukan di daerah North Park Road, sedangkan Betty Jo sempat diperkosa & ditembak sebanyak dua kali, serta mayatnya ditemukan disebuah hutan yg jaraknya satu mil. Keduanya ditembak dengan senjata berjenis Colt kaliber 32, senjata yg sama seperti yg dipakai pada pembunuhan sebelumnya.
Dengan adanya tiga kasus pembunuhan yg terjadi kurang dari dua bulan, warga akhirnya menaruh perhatian & menciptakan mereka panik. Ketika para ayah & suami mereka sedang bekerja, maka para istri & anak-anak akan pindah ke sebuah tempat yg bernama Hotel Grim yg berada di pusat kota Texarkana.
Sedangkan warga lainnya dengan sengaja membeli senjata untuk berjaga-jaga, bahkan mereka juga memasang sistem keamanan yg terbuat dari peralatan rumah tangga & kabel yg tersedia di rumah mereka sendiri. Jalan-jalan raya yg pada awalnya ramai dengan kendaraan berlalu lalang, cenderung jadi lebih sepi. Dan sebuah koran lokal yg bernama The Texarkana Gazette menyebut pembunuh yg masih belum diketahui identitasnya itu sebagai The Phantom Killer.
Tillman Johnson, salah seorang yg memimpin investigasi sempat mengatakan,
Quote:
"Kami tanpa henti-hentinya mendapatkan telepon tentang pencuri, khususnya pada malam hari. Orang-orang akan menghubungi kami setiap mereka mendengar suara apapun".
Semua orang di Texarkana semakin merasa ketakutan bahwa mereka akan jadi korban selanjutnya dari The Phantom Killer.
Kemudian pada tanggal 3 Mei 1946, seorang petani yg bernama Virgil Starks yg berumur 37 tahun, tertembak peluru kaliber 22 yg menembus kaca jendela teras depan rumahnya ketika dia sedang mendengarkan radio. Istrinya yg bernama Katie langsung keluar dari kamarnya & mendapati Virgil sudah bersimbah darah di ruang tamu.
Katie kemudian menghubungi polisi untuk meminta bantuan, namun si penyerang berhasil menembaknya di bagian paras sebanyak dua kali. Peluru tersebut menghancurkan beberapa buah giginya, namun dia selamat. Dan untuk menghindari tembakan berikutnya, Katie langsung berlari masuk ke kamarnya.
Ketika si penyerang berusaha masuk melalui jendela dapur, Katie melarikan diri melalui pintu depan dengan peluru yg masih tersangkut di bawah lidahnya & darah yg mengalir ke punggungnya. Katie berhasil menuju ke sebuah rumah terdekat dimana dia langsung dibawa ke rumah sakit & selamat, sedangkan bagaimanapun Virgil tewas di tempat.
Indikasi ketakutan kepada The Phantom Killer yg sudah tertanam di benak warga menciptakan sebanyak 20-30 orang polisi berkumpul di kediaman keluarga Starks. Mereka berusaha untuk mengumpulkan bukti-bukti & mengerjakan interogasi kepada kemungkinan pelaku & saksi-saksi.
Menurut keterangan Tillman Johnson,
Quote:
"Semua orang akan berdiri di depan rumah mereka & berteriak untuk mengenalimu sebelum anda berada terlalu dekat. Kamu harus mengatakan siapa dirimu atau anda akan ditembak".
Polisi kemudian mengikuti jejak kaki berdarah yg ditinggalkan si penyerang dari sebuah rumah yg berada di seberang jalan raya, namun pada akhirnya mereka kehilangan jejak tersebut. Sementara peristiwa ini semakin memperburuk ketakutan warga kepada The Phantom Killer, muncul sebuah kemungkinan bahwa pembunuhan kepada keluarga Starks dilakukan oleh orang yg berbeda.
Karena peristiwa pembunuhan lain yg sudah terjadi menargetkan korban yg lebih muda dari keluarga Starks & letak kejadiannya berada di dalam mobil, bukan di dalam rumah. Selain itu, Virgil juga ditembak dengan senjata kaliber 22, bukan kaliber 32 seperti yg dipakai sebelumnya pada pembunuhan kepada Betty Jo & Paul.
Pihak berwajib kemudian mengerjakan penyamaran dengan berpakaian seperti sepasang remaja sebagai usaha untuk memancing The Phantom. Namun, tampaknya aksi The Phantom cuma hingga disini. Hingga dua bulan kemudian, pembunuhan sudah tidak lagi terjadi. Hal tersebut menciptakan ketakutan warga semakin berkurang & keadaan kembali normal seperti semula. Dan tidak ada seorangpun yg dinyatakan bersalah atas semua pembunuhan yg terjadi.
Teori yg perdana menyatakan tersangka seorang laki-laki yg bernama H.B. "Doodie" Tennison. Doodie merupakan seorang mahasiswa yg mengaku sudah mengerjakan beberapa pembunuhan. Dan pengakuan tersebut tertera dalam sebuah catatan yg ditulis sebelum dia bunuh diri.
Menurut keterangan sebuah koran lokal yg terbit dihari dia tewas, seorang Sheriff sempat membacakan catatan tersebut yg isinya,
Quote:
"Mengapa saya mengambil nyawaku sendiri? Karena anda akan mengerjakannya kalau anda sudah mengerjakan dua pembunuhan. Ya, saya membunuh Betty Jo Booker & Paul Martin di taman kota malam itu. Aku juga membunuh Mr. Stark & berusaha untuk membunuh Mrs. Stark".
Menurut sepupu Doodie yg merupakan seorang psikiater forensik yg bernama Dr. John Tennison, Doodie memiliki hal-hal yg berkaitan dengan semua korban. Doodie diduga adalah seorang karyawan di bioskop dimana para korban pembunuhan sempat menonton film dibioskop tersebut sebelum mereka semua tewas. Doodie juga pernah berada dalam satu band sekolah yg sama dengan Betty Jo. Selain itu, salah satu teman Doodie tinggal di tempat yg sama dengan saudara perempuan Katie Stark.
Dan teori kedua menyatakan tersangka seorang laki-laki yg berumur 29 tahun yg bernama Youell Lee Swinney. Seorang trooper kota Arkansas yg bernama Max Tackett mengatakan bahwa dalam masa-masa pembunuhan terjadi, banyak mobil yg dilaporkan dicuri & kemudian ditinggalkan begitu saja. Hal tersebut terjadi setiap The Phantom mengerjakan penyerangan.
Petunjuk tersebut mengarahkan pihak berwajib menuju ke sebuah tempat parkir di pusat kota pada tanggal 28 Juni 1946, dimana sebuah mobil curian ditinggalkan begitu saja disana. Dan dari sinilah, polisi menahan seorang wanita yg berumur 21 tahun yg bernama Peggy Swinney, yg merupakan istri baru dari Youell Lee Swinney.
Ketika ditahan, Peggy banyak memberikan keterangan yg terperinci yg menjelaskan bagaimana suaminya mengerjakan pembunuhan kepada Betty Jo & Paul. Walaupun citra tentang keterlibatannya cenderung berubah-ubah disetiap pernyataannya.
Pada tanggal 23 Juli 1946, Peggy memberikan pernyataan bahwa sehari sebelum mayat Betty Jo & Paul ditemukan yaitu pada tanggal 13 April 1946, dia & Youell memarkirkan mobil mereka di Spring Lake Park & minum beberapa kaleng bir. Selain itu, Youell kemudian meninggalkan mobil & mengatakan pada Peggy bahwa dia harus pergi ke toilet.
Peggy juga mengatakan,
Quote:
"Dia sudah pergi sekitar satu jam ketika saya mendengar suara seperti suara tembakan sebanyak dua kali. Hari mulai terang ketika dia kembali ke mobil & dia mulai menyetir mobil keluar dari taman dengan laju yg sangat tinggi. Ketika dia kembali ke mobil, saya melihat pakaiannya basah hingga ke bagian lutut & lembab hingga ke bagian pinggang".
Pada tanggal 24 Juli 1946, Peggy kembali memberikan pernyataan,
Quote:
"Dia mengatakan bahwa dia akan pergi ke taman untuk merampok seseorang".
Peggy juga mengatakan bahwa dia pergi bersama Youell menuju ke mobil milik Paul dimana Youell mengarahkan senjatanya pada Betty Jo & Paul, & menyuruh mereka untuk keluar dari mobil. Selain itu, Peggy sempat menolak ketika Youell menyuruhnya untuk menggeledah kedua remaja tersebut, yg kemudian menciptakan Youell marah & menembak Paul dua kali.
Youell kemudian mengambil mobil miliknya sementara Peggy menahan Betty Jo. Setelah Youell memaksa keduanya untuk masuk ke mobil, dia menyetir kearah barat. Namun, dia berbalik arah & kembali menembak Paul dua kali ketika Paul terlihat bergerak & berusaha untuk bangun.
Youell membawa Betty Jo ke sebuah hutan, sedangkan Peggy menunggunya di dalam mobil. Dan ketika kembali, Youell mengatakan pada Peggy bahwa,
Quote:
"Aku sudah berusaha untuk mendapatkannya dari gadis itu tetapi saya menembaknya setelah dia menolak".
Ketika pernyataan Peggy berubah-ubah, dia justru mengatakan informasi penting pada pihak berwajib bahwa cuma seseorang yg berada di letak pembunuhan yg akan tahu. Peggy menyebutkan tentang buku agenda milik Paul yg dibuang ke semak-semak. Dan faktanya cuma seorang Sheriff dari Bowie County yg bernama W.H. "Bill" Presley yg tahu karena dia yg menemukan buku agenda tersebut.
Youell ditangkap di stasiun bis Arkansas Motor Coach ketika dia kembali dari Atlanta, dimana dia berusaha untuk menjual mobil curian. Dan ketika Peggy bersedia untuk mengatakan yg sebenarnya ketika dinterogasi, Youell justru cenderung untuk tutup mulut.
Sayangnya, ketika Peggy memberikan keterangan pada pihak penyidik, dia tidak dapat dipaksa untuk memberikan kesaksian melawan Youell karena mereka baru menikah cuma beberapa jam sebelum dia ditangkap.
Youell kemudian dibawa ke Little Rock untuk mendapatkan serum kebenaran. Namun, dia diberikan takaran yg terlalu banyak yg kemudian menyebabkan dia pingsan.
Tillman Johnson mengatakan bahwa,
Quote:
"Aku pikir kalau kita tetap membiarkannya disini di Texarkana & terus menerus memberikannya pertanyaan, pada akhirnya kebenaran akan keluar dari mulutnya".
Peggy dipenjara karena keterlibatannya dalam kasus pencurian mobil, namun dia kemudian dibebaskan. Youell dijatuhi sanksi penjara seumur hidup karena jadi penjahat kambuhan setelah beberapa kasus pencurian mobil yg dilakukannya. Dia mendapatkan pembebasan bersyarat pada tahun 1973 ketika pengadilan Texas memutuskan bahwa dia tidak cukup mendapatkan perwalian dalam kasus pencurian mobil yg dilakukan sejak tahun 1941. Youell meninggal disebuah panti jompo di Dallas pada tahun 1994.
Kemunculan The Phantom Killer berhasil memicu hiruk-pikuk ketakutan dimasyarakat yg sudah mati rasa karena banyaknya kejahatan yg terjadi. Seorang warga Texarkana yg bernama W.E. Atchison yg kala itu masih berumur 16 tahun mengatakan bahwa,
Quote:
"Adalah sebuah pertanyaan yg akbar saat itu, apakah pembunuhan itu dilakukan oleh seseorang yg tinggal di antara kami, & saya masih bertanya-tanya siapa yg mengerjakannya".
Setelah empat penyerangan terjadi, lima orang korban ditembak hingga tewas, & tiga lainnya mengalami luka parah. Dan siapa yg bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, masih tetap belum dapat terpecahkan.
*
*
*
*
*
sumber :