Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sistem peradilan kadang terasa tidak sesuai dengan apa yg diharapkan oleh beberapa keharapan masyarakat. Kita tidak pernah tahu bagaimana neraca timbangan yg dilakukan untuk mengambil suatu keputusan. Tentu saja keputusan yg diambil adalah sesuai dengan data data yg menunjang. Berbicara mengenai hal ini, kita pernah mengulas kejahatan yg dilakukan oleh pembunuhan berantai yg tentu saja akan susah untuk dibebaskan.beberapa serial killer yg paling banyak mengambil korban pun ada yg dibebaskan karena suatu alasan. Walaupun terasa tidak setimpal dengan apa yg dilakukan, nyatanya mereka bebas dari jeratan hukum. Berikut pembunuh berantai yg akhirnya di bebaskan
Mary Bell
Pada tahun 50-an terjadilah sebuah kejadian tragis di kota Newscastle di Inggris. Kisah pembunuhan berantai yg dilakoni oleh bocah cantik yg pada saat itu berusia 11 tahun bernama Mary Flora Bell, atau yg lebih diketahui dengan Mary Bell yg ternyata terlahir dari seorang PSK bernama Betty Bell serta ayah yg tak diketahui identitasnya. Mary lahir pada 26 Mei 1957, Mary tumbuh jadi anak yg dibenci oleh ibunya sendiri. Bahkan Betty sempat beberapa kali mencoba membunuhnya dengan cara yg sangat licik sehingga terkesan bahwa kematian Mary adalah kecelakaan. Bosan usahanya gagal & aksi bejatnya diketahui keluarganya, sang ibu akhirnya tidak berusaha membunuh Mary, tetapi menjerumuskan Mary dalam kehidupan prostitusi. Saat Mary berumur 4 tahun, ia sudah disuruh untuk melayani pria hidung belang langganan ibunya.
Tumbuh dalam latar belakang yg begitu suram sedari kecil, menciptakan Mary tumbuh jadi gadis cilik yg berbeda dengan teman-teman sebayanya. Seringnya disiksa & diperlakukan kejam menciptakan Mary tumbuh jadi seorang anak yg kelihatannya ceria, padahal penuh dendam. Hingga pada tanggal 25 Mei 1968, seorang anak kecil berusia 4 tahun bernama Martin Brown, ditemukan meninggal dunia dengan keadaan leher tercekik disebuah rumah yg sudah ditinggalkan pemiliknya. Semula, diperkirakan Martin meninggal karena kekurangan udara sehingga menyebabkan pernafasannya terganggu.
Kejadian serupa terjadi kembali pada tanggal 31 Juli 1968, seorang anak berusia 3 tahun, bernama Brian Howe, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yg sangat mengenaskan. Tubuhnya sendiri tertutup rumput, rambutnya terpotong-potong, kakinya tersayat-sayat, dengan kemaluan terpotong. Selain itu, ditemukan sayatan bertuliskan inisial N & M di perut Brian. Mutilasi tragis ini tak dilakukan Mary seorang diri. Ia dibantu dengan teman sebayanya bernama Norma. Bertanggung jawab atas semua perbuatan kejamnya ia dijatuhi sanksi 12 tahun penjara. Mary dibebaskan pada usia 23 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Mei 1980. Setelah dibebaskan, Mary mencoba untuk bekerja & kuliah. Mary akhirnya menikah dengan seorang pria pujaan hatinya & dikaruniai seorang anak.
Nikolai Dzhumagaliev
Spoiler for Nikolai Dzhumagaliev & foto korban via snipview.com:
Nikolai Dzhumagaliev adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal. Ia diduga sudah menewaskan sedikitnya 7 perempuan, antara tahun 1979 hingga 1980. Dzhumagaliev juga diketahui dengan nama Metal Fang karena warna logam putih yg ada pada giginya. Korban perdana Dzhumagaliev adalah seorang wanita petani muda. Ia menggorok lehernya & kemudian memakannya. Dzhumagaliev menewaskan lima perempuan lebih sebelum ditangkap karena sengaja menembak salah satu dari rekan-rekannya. Namun, ia cuma dihukum kurang dari satu tahun di rumah sakit jiwa karena didiagnosis mengalami gangguan skizofrenia. Ketika dibebaskan, ia justru mengerjakan pembunuhan lagi. Dzhumagaliev akhirnya ditangkap ketika ia mengundang beberapa teman ke rumahnya.
Dzhumagaliev membunuh salah satu tamu & mulai memotong-motongnya di kamar mandi. Ketika polisi tiba, mereka menemukan Dzhumagaliev berlumuran darah. Dzhumagaliev diadili sekali lagi, tetapi karena ia terjanjur didiagnosis mengalami ganggunan skizofrenia, Dzhumagaliev cuma dijatuhi sanksi delapan tahun di sebuah klinik tertutup. Sangat sedikit yg diketahui tentang keberadaan Dzhumagaliev saat ini, meskipun ia dikatakan hidup dengan keluarganya di Eropa Timur. Namun,yang jadi pertanyaan, dia dapat mengerjakan perjalanan ke mana saja yg diharapkannya. Mungkin tempat di mana hampir tidak ada yg pernah mendengar tentang dia. Seperti kota Anda, misalnya. Nikolai sering digambarkan sebagai pria yg sangat menarik & pandai bicara, dia pandai menarik perhatian lawan tipe yg cuma membantunya memikat lebih banyak & membawa perempuan kedalam kulkas.
Pedro Lopez
Pedro Alonso Lopez adalah seorang pria Kolumbia yg lahir pada 8 Oktober 1948 di Santa Isabel yg mengalami masa muda yg sangat buruk. Ibunya adalah seorang PSK dengan 13 anak. Menurut pengakuan Ibunya, ia mendapati Lopez bercumbu dengan adik perempuannya sendiri ketika berusia 8 tahun. Karena alasan itu, Ibunya ini mengusir Pedro dari rumahnya. Pedro kemudian dipungut oleh seorang pria asing. Pria ini membawa Pedro ke sebuah rumah yg tak berpenghuni & (maaf) nenyodomi Pedro berulang-ulang. Ketika berusia 12 tahun, Pedro dipungut oleh sebuah keluarga asal Amerika yg memiliki sekolah untuk yatim piatu. Pedro kemudian menghabiskan beberapa tahun hidupnya di sekolah tersebut sebelum akhirnya melarikan diri karena menerima perlakuan tidak senonoh dari seorang guru pria.
Ketika berusia 18 tahun, Pedro menghidupi dirinya dengan mencuri mobil & menjual spare parts curian. Pekerjaannya ini akhirnya menciptakan ia membekam di penjara. Selama berada di penjara saat itu, ia mengaku mengalami perkosaan yg brutal dari beberapa anggota geng. Di penjara yg sama, ia kemudian memburu & membunuh satu persatu pria yg memperkosanya. Ketika lepas dari penjara, ia memulai kebiasaan barunya memangsa gadis-gadis di bawah umur.Ia mengaku bahwa pada tahun 1978 saja ia sudah memperkosa & membunuh lebih dari 100 gadis di bawah umur.
Pedro Lopez dijuluki sebagai The Monster of the Andes, yg sudah membunuh lebih dari tiga ratus gadis muda di seluruh Amerika Selatan. Lopez ditangkap setelah aksi penculikannya gagal. Ia ditangkap pada tahun 1980 oleh pemerintah Ekuador, & 18 tahun setelahnya kembali ditangkap oleh pemerintah Kolombia, Tiga tahun kemudian, Lopez dibebaskan karena prilaku baiknya selama di tahanan.
Arnfinn Nesset
Arnfinn Nesset adalah mantan perawat Norwegia & pengurus sebuah panti jompo. Ia diduga sudah menewaskan 138 orang. Pada tahun 1981, sebuah kasus pembunuhan terjadi di panti jompo di mana Nesset bekerja & menimbulkan banyak kecurigaan. Ketika polisi mengintrogasi Nesset tentang kasus tersebut tersebut, Nesset mengaku memang sudah membunuhnya. Nasset membunuh mereka dengan menyuntikkan suxamethonium klorida ke tubuh korban-korbannya. Akhirnya ia dihukum karena meracuni 22 pasien & dijatuhi sanksi 21 tahun penjara (hukuman maksimum di Norwegia saat ini). Namun, Nesset bebas setelah dua belas tahun kemudian karena berperilaku baik, & diletakkan di bawah supervisi selama sepuluh tahun. Sekarang, ia tinggal di letak yg tidak diketahui oleh siapa pun dengan mengpakai nama samaran.
Genene Anne Jones
Genene Anne Jones adalah mantan perawat anak yg diyakini sudah membunuh 46 bayi. Jones mengerjakan pembunuhannya dengan menyuntikkan digoxin, heparin & suksinilkolin pada tubuh bayi. Jones perdana kali dicurigai saat ia bekerja di sebuah Rumah Sakit Daerah Bexar, di mana banyak anak-anak yg ia rawat justru kian sekarat. Jones dijatuhi sanksi 99 tahun penjara atas pembunuhannya tersebut. Namun, karena perilaku baiknya selama dalam penjara Jones akan dibebaskan pada tanggal 24 Februari 2018. Dengan begitu, Jones cuma menjalani 35 tahun masa sanksi dari yg semestinya, 99 tahun.
Memang terlihat sangat tidak setimpal dengan apa yg dilakukan oleh pembunuh berantai sadis tersebut, namun kami percaya pengadilan sudah mengumpulkan bukti bukti kuat untuk melepas mereka kembali ke masyarakat. Semoga mereka tidak lagi mengerjakan hal seperti masa lalu mereka. Dan tentu saja semoga tidak ada lagi pembunuhan di bumi ini karena tidak ada hal yg lebih baik dari sayang damai. Hilangkan semua sifat benci dengki majukan sifat mengasihi antar mahluk hidup.
Sumber:
Quote:
Hari ini 05:07
Mary Bell
Pada tahun 50-an terjadilah sebuah kejadian tragis di kota Newscastle di Inggris. Kisah pembunuhan berantai yg dilakoni oleh bocah cantik yg pada saat itu berusia 11 tahun bernama Mary Flora Bell, atau yg lebih diketahui dengan Mary Bell yg ternyata terlahir dari seorang PSK bernama Betty Bell serta ayah yg tak diketahui identitasnya. Mary lahir pada 26 Mei 1957, Mary tumbuh jadi anak yg dibenci oleh ibunya sendiri. Bahkan Betty sempat beberapa kali mencoba membunuhnya dengan cara yg sangat licik sehingga terkesan bahwa kematian Mary adalah kecelakaan. Bosan usahanya gagal & aksi bejatnya diketahui keluarganya, sang ibu akhirnya tidak berusaha membunuh Mary, tetapi menjerumuskan Mary dalam kehidupan prostitusi. Saat Mary berumur 4 tahun, ia sudah disuruh untuk melayani pria hidung belang langganan ibunya.
Tumbuh dalam latar belakang yg begitu suram sedari kecil, menciptakan Mary tumbuh jadi gadis cilik yg berbeda dengan teman-teman sebayanya. Seringnya disiksa & diperlakukan kejam menciptakan Mary tumbuh jadi seorang anak yg kelihatannya ceria, padahal penuh dendam. Hingga pada tanggal 25 Mei 1968, seorang anak kecil berusia 4 tahun bernama Martin Brown, ditemukan meninggal dunia dengan keadaan leher tercekik disebuah rumah yg sudah ditinggalkan pemiliknya. Semula, diperkirakan Martin meninggal karena kekurangan udara sehingga menyebabkan pernafasannya terganggu.
Kejadian serupa terjadi kembali pada tanggal 31 Juli 1968, seorang anak berusia 3 tahun, bernama Brian Howe, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi yg sangat mengenaskan. Tubuhnya sendiri tertutup rumput, rambutnya terpotong-potong, kakinya tersayat-sayat, dengan kemaluan terpotong. Selain itu, ditemukan sayatan bertuliskan inisial N & M di perut Brian. Mutilasi tragis ini tak dilakukan Mary seorang diri. Ia dibantu dengan teman sebayanya bernama Norma. Bertanggung jawab atas semua perbuatan kejamnya ia dijatuhi sanksi 12 tahun penjara. Mary dibebaskan pada usia 23 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Mei 1980. Setelah dibebaskan, Mary mencoba untuk bekerja & kuliah. Mary akhirnya menikah dengan seorang pria pujaan hatinya & dikaruniai seorang anak.
Nikolai Dzhumagaliev
Spoiler for Nikolai Dzhumagaliev & foto korban via snipview.com:
Nikolai Dzhumagaliev adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal. Ia diduga sudah menewaskan sedikitnya 7 perempuan, antara tahun 1979 hingga 1980. Dzhumagaliev juga diketahui dengan nama Metal Fang karena warna logam putih yg ada pada giginya. Korban perdana Dzhumagaliev adalah seorang wanita petani muda. Ia menggorok lehernya & kemudian memakannya. Dzhumagaliev menewaskan lima perempuan lebih sebelum ditangkap karena sengaja menembak salah satu dari rekan-rekannya. Namun, ia cuma dihukum kurang dari satu tahun di rumah sakit jiwa karena didiagnosis mengalami gangguan skizofrenia. Ketika dibebaskan, ia justru mengerjakan pembunuhan lagi. Dzhumagaliev akhirnya ditangkap ketika ia mengundang beberapa teman ke rumahnya.
Dzhumagaliev membunuh salah satu tamu & mulai memotong-motongnya di kamar mandi. Ketika polisi tiba, mereka menemukan Dzhumagaliev berlumuran darah. Dzhumagaliev diadili sekali lagi, tetapi karena ia terjanjur didiagnosis mengalami ganggunan skizofrenia, Dzhumagaliev cuma dijatuhi sanksi delapan tahun di sebuah klinik tertutup. Sangat sedikit yg diketahui tentang keberadaan Dzhumagaliev saat ini, meskipun ia dikatakan hidup dengan keluarganya di Eropa Timur. Namun,yang jadi pertanyaan, dia dapat mengerjakan perjalanan ke mana saja yg diharapkannya. Mungkin tempat di mana hampir tidak ada yg pernah mendengar tentang dia. Seperti kota Anda, misalnya. Nikolai sering digambarkan sebagai pria yg sangat menarik & pandai bicara, dia pandai menarik perhatian lawan tipe yg cuma membantunya memikat lebih banyak & membawa perempuan kedalam kulkas.
Pedro Lopez
Pedro Alonso Lopez adalah seorang pria Kolumbia yg lahir pada 8 Oktober 1948 di Santa Isabel yg mengalami masa muda yg sangat buruk. Ibunya adalah seorang PSK dengan 13 anak. Menurut pengakuan Ibunya, ia mendapati Lopez bercumbu dengan adik perempuannya sendiri ketika berusia 8 tahun. Karena alasan itu, Ibunya ini mengusir Pedro dari rumahnya. Pedro kemudian dipungut oleh seorang pria asing. Pria ini membawa Pedro ke sebuah rumah yg tak berpenghuni & (maaf) nenyodomi Pedro berulang-ulang. Ketika berusia 12 tahun, Pedro dipungut oleh sebuah keluarga asal Amerika yg memiliki sekolah untuk yatim piatu. Pedro kemudian menghabiskan beberapa tahun hidupnya di sekolah tersebut sebelum akhirnya melarikan diri karena menerima perlakuan tidak senonoh dari seorang guru pria.
Ketika berusia 18 tahun, Pedro menghidupi dirinya dengan mencuri mobil & menjual spare parts curian. Pekerjaannya ini akhirnya menciptakan ia membekam di penjara. Selama berada di penjara saat itu, ia mengaku mengalami perkosaan yg brutal dari beberapa anggota geng. Di penjara yg sama, ia kemudian memburu & membunuh satu persatu pria yg memperkosanya. Ketika lepas dari penjara, ia memulai kebiasaan barunya memangsa gadis-gadis di bawah umur.Ia mengaku bahwa pada tahun 1978 saja ia sudah memperkosa & membunuh lebih dari 100 gadis di bawah umur.
Pedro Lopez dijuluki sebagai The Monster of the Andes, yg sudah membunuh lebih dari tiga ratus gadis muda di seluruh Amerika Selatan. Lopez ditangkap setelah aksi penculikannya gagal. Ia ditangkap pada tahun 1980 oleh pemerintah Ekuador, & 18 tahun setelahnya kembali ditangkap oleh pemerintah Kolombia, Tiga tahun kemudian, Lopez dibebaskan karena prilaku baiknya selama di tahanan.
Arnfinn Nesset
Arnfinn Nesset adalah mantan perawat Norwegia & pengurus sebuah panti jompo. Ia diduga sudah menewaskan 138 orang. Pada tahun 1981, sebuah kasus pembunuhan terjadi di panti jompo di mana Nesset bekerja & menimbulkan banyak kecurigaan. Ketika polisi mengintrogasi Nesset tentang kasus tersebut tersebut, Nesset mengaku memang sudah membunuhnya. Nasset membunuh mereka dengan menyuntikkan suxamethonium klorida ke tubuh korban-korbannya. Akhirnya ia dihukum karena meracuni 22 pasien & dijatuhi sanksi 21 tahun penjara (hukuman maksimum di Norwegia saat ini). Namun, Nesset bebas setelah dua belas tahun kemudian karena berperilaku baik, & diletakkan di bawah supervisi selama sepuluh tahun. Sekarang, ia tinggal di letak yg tidak diketahui oleh siapa pun dengan mengpakai nama samaran.
Genene Anne Jones
Genene Anne Jones adalah mantan perawat anak yg diyakini sudah membunuh 46 bayi. Jones mengerjakan pembunuhannya dengan menyuntikkan digoxin, heparin & suksinilkolin pada tubuh bayi. Jones perdana kali dicurigai saat ia bekerja di sebuah Rumah Sakit Daerah Bexar, di mana banyak anak-anak yg ia rawat justru kian sekarat. Jones dijatuhi sanksi 99 tahun penjara atas pembunuhannya tersebut. Namun, karena perilaku baiknya selama dalam penjara Jones akan dibebaskan pada tanggal 24 Februari 2018. Dengan begitu, Jones cuma menjalani 35 tahun masa sanksi dari yg semestinya, 99 tahun.
Memang terlihat sangat tidak setimpal dengan apa yg dilakukan oleh pembunuh berantai sadis tersebut, namun kami percaya pengadilan sudah mengumpulkan bukti bukti kuat untuk melepas mereka kembali ke masyarakat. Semoga mereka tidak lagi mengerjakan hal seperti masa lalu mereka. Dan tentu saja semoga tidak ada lagi pembunuhan di bumi ini karena tidak ada hal yg lebih baik dari sayang damai. Hilangkan semua sifat benci dengki majukan sifat mengasihi antar mahluk hidup.
Sumber:
Quote:
Hari ini 05:07