facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Menurut Laman surat kabar Daily Mail, Minggu 8 Desember 2013, pengelola situs tersebut mengungkapkan layanin mereka diperuntukkan bagi istri yang ingin balas dendam ke suaminya, karena mereka berselingkuh, mitra kerja yang tidak kooperatif, pencuri dan target lainnya. Sang eksekutor tertulis di situs tersebut merupakan anggota geng mafia, mantan tentara atau olahragawan.
Sebelum pelaku mengeksekusi korban, klien diberi informasi melalui foto soal lokasi tempat eksekusi. Klien mereka pun dijamin tidak akan berurusan dengan polisi karena mereka memiliki koneksi dengan orang dalam.
Di situs tersebut juga dipampang harga yang harus dibayar si calon klien untuk jenis eksekusi yang dilakukan. Apabila hanya menyakiti korban dengan sedikit luka, harganya 611 Poundsterling atau Rp12 juta, untuk luka yang lebih serius dengan lebam-lebam, gigi patah, namun tulang masih utuh dihargai 917 Poundsterling atau Rp18 juta.
Eksekusi lainnya yang mengakibatkan luka serius, termasuk menghancurkan organ dalam dihargai lebih mahal lagi yaitu 1.835 Poundsterling atau Rp36 juta.
Hal lain yang lebih mencengangkan dari situs ini yaitu mereka mengklaim tidak hanya beroperasi di Rusia. Namun, juga memiliki kantor perwakilan di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Asia, Amerika Selatan, Irak dan Afganistan. Mereka mengaku turut menyediakan jasa untuk melindungi bisnis dan rumah bordil.
Reaksi Pemerintah
Tak pelak kehadiran situs tersebut membuat berang Pemerintah Rusia. Kementerian Dalam Negeri Rusia, mengatakan kepada seorang pejabat hukum senior bahwa situs tersebut sudah diblokir.
Namun, pada kenyataannya, hingga saat ini situs itu masih dapat diakses di Rusia dan di luar negara itu. Menurut seorang anggota Senat Rusia, Ruslan Gattarov, yang menyerukan agar segera memasukkan situs itu ke dalam daftar hitam, situs tersebut menampilkan informasi lengkap tentang cara eksekusi yang dapat dipilih.
"Ada deskripsi detail dari setiap jenis layanin seperti mengikat korban dengan tali, borgol, atau lakban lalu membawa target ke sebuah lokasi yang jauh dari peradaban. Di sana korban akan dipukuli di bagian kaki atau ditinju habis-habisan," ujar Ruslan.
Sementara menurut Wakil Mendagri Rusia, Mikhail Vanichkin, mereka telah mengantongi nama perusahaan yang membuat situs itu. Lokasinya pun berada di eks salah satu negara Uni Soviet, Moldova.