• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pembatasan BBM Bersubsidi Tidak Menghemat Anggaran

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Kebijakan pemerintah membatasi konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi bagi kendaraan dinas di Jawa-Bali dinilai tidak akan berdampak pada penghematan anggaran pemerintah.

Bahkan, kebijakan itu justru dikhawatirkan bisa membengkakkan biaya operasional pemerintah daerah karena pemda harus membeli pertamax yang harganya dua kali lebih mahal dibandingkan premium bersubsidi.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute) Pri Agung Rakhmanto menyampaikan hal itu, Jumat (3/8/2012), di Jakarta.

Menurut Pri Agung, secara anggaran, program pembatasan premium bersubsidi bagi kendaraan dinas di Jawa-Bali sebenarnya tidak logis jika dikatakan menghemat anggaran.

Jika diasumsikan aktivitas kendaraan operasional tetap agar kinerja pembangunan pemerintah juga tetap, maka logikanya tidak akan ada anggaran yang dihemat, bahkan justru akan makin besar biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah.

"Bahwa program ini mungkin akan sedikit mengurangi laju konsumsi premium, itu memang bisa, tetapi program itu tidak menghemat anggaran karena variabelnya tergantung pergerakan harga pertamax," ujarnya.

"Pembatasan premium bagi kendaraan dinas ini tidak bisa diharapkan dari sisi efektivitas penghematannya. Jadi, hanya simbolis bahwa pemerintah memberi contoh," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.