• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pembantu Mutilasi dan Rebus Majikan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Samantha
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
BANDUNG - Saat masyarakat masih shock dengan kekejaman Ryan si Jagal Jombang, kasus pembunuhan sadis terjadi lagi. Kali ini terjadi di Bandung dengan korban pasangan suami istri Ronald Aminudin, 57, dan Sri Magdalena, 54, warga Perumahan Ciptagraha, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo.

Seperti yang terjadi pada korban pembunuhan oleh Ryan, kedua korban yang membuka usaha warung di rumahnya itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Bagian tubuhnya terpotong-potong atau termutilasi di rumah mereka di Blok C-6, Sabtu (30/8) sekitar pukul 18.00. Saat ditemukan, Sri dalam kondisi tanpa lengan maupun kepala, sedangkan Ronald tewas dengan luka tusuk di dada dan leher. Dia juga hanya mengenakan celana dalam.

Radar Bandung (Grup Jawa Pos) melaporkan, kasus pembunuhan yang menggegerkan Kota Bandung itu mendorong tim gabungan Polresta Bandung Barat dan Polwiltabes Bandung bergerak cepat. Hanya dalam waktu lima jam sejak ditemukannya mayat pasangan Ronald dan Sri, polisi berhasil menangkap Firmansyah Hudaya, 23, warga Batujajar Barat. Dia tak lain pembantu yang sehari-hari bertugas di rumah keluarga Ronald.

Kapolresta Bandung Barat AKBP Pratikno didampingi Kasatreskrim AKP Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pelaku diciduk Minggu (31/8) sekitar pukul 00.00. Saat itu dia tidur rumah bibinya di Kampung Sukatini RT 02, RW 05 Kecamatan Cilililin, Kabupaten Bandung. "Saat kami tangkap, pelaku langsung mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan pembunuhan itu," ungkap Pratikno.

Ketika petugas menggiring Firman ke Mapolresta Bandung Barat, tidak tampak penyesalan di wajahnya. Di hadapan petugas, pelaku mengakui tega membunuh lantaran sakit hati atas semua perbuatan majikannya selama dia bekerja menjadi pembantu.

Lajang yang sudah sekitar setahun bekerja di rumah Ronald itu mengaku digaji Rp 500.000 per bulan. Padahal, pekerjaannya menumpuk. Selain menunggu toko, dia harus merawat Ronald yang lumpuh karena stroke. "Dia juga sering diberi makan sisa dan nasi basi. Dia sakit hati dan kemudian membunuh majikannya," kata Kasatreskrim AKP Reynold.

Sakit hati itu berubah menjadi hasrat ingin membunuh ketika Firman dimarahi Sri hanya gara-gara Ida Rosida, 36, pembantu perempuan di rumah Sri, pulang lebih awal, pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 10.30. Sambil mengomel, Sri menyuruh Firman membersihkan bak mandi di toilet belakang dan mengepel. Setelah itu Sri pergi tidur di kamar.

Menuruti perintah majikannya, Firman lantas pergi ke toilet belakang. Saat itulah dia melihat kunci inggris tergeletak. "Karena rasa kesal sudah memuncak, muncul keinginan Firman membunuh Sri dengan kunci tersebut," ujar Reynold.

Dengan tangan menggenggam kunci inggris, Firman masuk kamar Sri dan langsung memukul bagian kepalanya. Kontan saja, Sri jatuh ke lantai. Namun, Sri sempat berteriak dan didengar suaminya, Ronald.

Tak ingin aksi kejamnya terbongkar, Firman juga langsung memukul muka, dada, dan leher Ronald empat kali. Setelah Ronald tewas, Firman balik lagi ke kamar Sri dan menyeretnya ke kamar mandi.

Meski kedua majikannya sudah meninggal, Firman masih melanjutkan aksi kejinya. Dia mengambil pisau daging yang berada di atas meja. Seperti kerasukan iblis, Firman memotong leher Sri dan membersihkannya dengan air mengalir. Edannya, kepala yang sudah terpenggal itu dimasukkan ke panci berukuran sedang dan direbus sekitar 20 menit untuk mengurangi darah.

Kapolres Bandung Barat AKBP Pratikno menambahkan, Firman memang pembunuh berdarah dingin. Pada saat eksekusi kedua korban, pelaku masih sempat melayani sekitar enam orang pembeli di warung majikannya. "Eksekusi dilakukan Sabtu sekitar pukul 11.00 hingga 13.00. Di sela-sela waktu itu pelaku sempat melayani orang yang membeli ke warungnya, namun saat melayani pembeli terakhir pelaku mulai khawatir perbuatannya diketahui," jelasnya.

Tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana. (agh/jpnn/kim)

Hiii... masih sempet ngelayanin orang di warung, lage...
 
mungkin pembantu yang satu ini kena virusnya Ryan dai jombang kali yeh
 
orang jaman sekarang tuh dah pada ga' waras kali ya
 
Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,,,

Merindiiing gw dengernyaaaaaaaaaaaaaaa
 
walahhhhh makin sadiz aja ya manusia manusia...oleh karena itu wahai para majikan jangan semena mena kau!!! :D
 
Aduh kasian juga ya, ini namanya kambing hitam...
dipenjara karena kejahatan majikannya..

Kalo majikannya gak sekejam itu, mungkin saja ga perlu mati....
makanya yg punya pegawai jangan di perlakukan sebagai budak..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.