Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
Pembangunan jalan tol Semarang-Solo seksi I, yang meliputi ruas Semarang-Ungaran, dimulai, Sabtu (31/1). Peresmian ditandai dengan pemasangan tiang pancang tol di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Direktur Utama Trans Marga Jawa Tengah Agus Suharyanto mengatakan, pembangunan seksi I sepanjang 14,195 kilometer (km) akan dilakukan dalam tiga tahap konstruksi. Pertama, ruas Banyumanik-Gedawang sepanjang 3,52 km. Kedua, ruas Gedawang-Penggaron sepanjang 4,95 km. Ketiga, ruas Penggaron-Beji sepanjang 5,625 km.
”Pembangunan secara keseluruhan akan menggunakan 3.200 sumber daya manusia serta berbagai sumber daya material. Kami rencanakan pembangunan fisik selesai dalam waktu tiga tahun,” kata Agus seusai pemasangan tiang pancang tol Semarang-Solo.
Pertumbuhan ekonomi
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang secara simbolis memulai pemasangan tiang pancang mengatakan, pembangunan jalan tol semata-mata untuk kepentingan rakyat Jateng. ”Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dengan jalan tol ini, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng,” katanya.
Meski pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai, Bibit memastikan, pembangunan tidak akan terhambat. Pembebasan lahan di Kota Semarang mencapai 95,49 persen, sedangkan di Kabupaten Semarang mencapai 92 persen. ”Masalahnya hanya soal besar ganti rugi yang belum final,” ujar Bibit.
Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Agus Wijanarko yang mewakili Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan, untuk jalan tol Semarang-Solo ini pemerintah pusat menggelontorkan danang bantuan layanin umum sebesar Rp 247 miliar.
sumber
Direktur Utama Trans Marga Jawa Tengah Agus Suharyanto mengatakan, pembangunan seksi I sepanjang 14,195 kilometer (km) akan dilakukan dalam tiga tahap konstruksi. Pertama, ruas Banyumanik-Gedawang sepanjang 3,52 km. Kedua, ruas Gedawang-Penggaron sepanjang 4,95 km. Ketiga, ruas Penggaron-Beji sepanjang 5,625 km.
”Pembangunan secara keseluruhan akan menggunakan 3.200 sumber daya manusia serta berbagai sumber daya material. Kami rencanakan pembangunan fisik selesai dalam waktu tiga tahun,” kata Agus seusai pemasangan tiang pancang tol Semarang-Solo.
Pertumbuhan ekonomi
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo yang secara simbolis memulai pemasangan tiang pancang mengatakan, pembangunan jalan tol semata-mata untuk kepentingan rakyat Jateng. ”Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dengan jalan tol ini, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng,” katanya.
Meski pembebasan lahan belum sepenuhnya selesai, Bibit memastikan, pembangunan tidak akan terhambat. Pembebasan lahan di Kota Semarang mencapai 95,49 persen, sedangkan di Kabupaten Semarang mencapai 92 persen. ”Masalahnya hanya soal besar ganti rugi yang belum final,” ujar Bibit.
Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Agus Wijanarko yang mewakili Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengungkapkan, untuk jalan tol Semarang-Solo ini pemerintah pusat menggelontorkan danang bantuan layanin umum sebesar Rp 247 miliar.
sumber
cuma beda kelurahan sama kecamatan aja