• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pembangunan Hunian Sementara Terus Tertunda

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1951584p.jpg


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan 2.613 hunian sementara bagi para korban erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman terus-menerus tertunda. Hingga saat ini, baru 419 hunian sementara yang bisa disinggahi para korban.

Pembangunan hunian sementara (huntara) awalnya ditargetkan selesai akhir Januari 2011 lalu. Namun, sampai dengan pertengahan Februari 2011 baru 419 huntara yang terbangun.

"Kami usahakan pembangunan huntara selesai seluruhnya 15 Maret 2011 mendatang. Meski banyak kendala, pembangunan tetap berjalan terus setiap hari," kata Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Urip Bahagia, di Huntara Gondang I, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman.

Menurut Urip, lambatnya pembangunan huntara disebabkan beberapa kendala, seperti pembuatan jaringan listrik, cuaca buruk, terbatasnya tenaga kerja, dan minimnya gedhek (anyaman bambu). Secara bertahap, pembangunan huntara dilakukan di beberapa daerah, seperti Plosokerep (Desa Umbulharjo), Gondang (Desa Wukirsari), Banjarsari (Desa Glagaharjo), Kuwang (Desa Argomulyo), dan Ketingan (Sindumartani).

"Tak banyak tenaga kerja yang memiliki keahlian dan teknik arsitektur membangun huntara dengan bahan baku utama bambu. Kami sebenarnya bisa memanfaatkan warga setempat untuk membangun, tapi sedikit yang memiliki keahlian seperti ini. Selain itu, kami juga ke sulitan mencari gedhek dalam jumlah banyak," ucapnya.

Pada, Selasa (15/2/2011) sore, sebanyak 140 kepala keluarga Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Cangkringan mulai menempati hunian sementara Gondang I, di Dusun Gondang, Desa Wukirsari, Cangkringan Sleman. Mereka menempati huntara yang terbuat dari bambu beratapkan seng setelah lebih dari tiga bulan mengungsi di Kantor Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Sementara itu, sebanyak 20 kepala keluarga dari Dusun Kaliadem belum bisa menempati huntara karena pembangunan belum selesai. Untuk sementara, mereka masih menumpang di keluarga lain yang telah menempati huntara. Tak hanya itu, para warga juga belum mendapatkan kasur sebagai alas tidur. Sebab, proses tender pengadaan kasur belum tuntas.

Pembangunan huntara di Gondang didesain dengan konsep desa mandilu. Di samping penyediaan pemukiman, di dalam kompleks hunian sementara juga dibangun fasilitas-fasilitas umum, seperti pasar, ruang pertemuan dusun, masjid, hingga tempat pendidikan anak usia dini.

"Sebelum membangun, kami melakukan survei dulu di bekas pemukiman para korban yang terkena erupsi Merapi. Ini kami lakukan agar konsep hunian sementara ini memiliki kemiripan dengan pemukiman mereka sebelumnya," kata Ketua Tim Bantuan Teknis Universitas Gadjah Mada Ismudiyanto.

Bisa dihuni dua tahun

Bupati Sleman Sri Purnomo menambahkan, pembangunan huntara harus segera diselesaikan agar warga korban erupsi Merapi tak terlalu lama berada di tempat pengungsian. Seluruh huntara dirancang untuk bisa dihuni selama dua tahun.

Selain dijanjikan hunian sementara, para korban erupsi Merapi juga mendapat jaminan hidup dari pemerintah berupa uang Rp 5.000 dan beras empat ons per jiwa per hari.

Menurut Sri Purnomo, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman masih fokus dalam penyediaan hunian sementara bagi para korban erupsi Merapi. Sementara itu, bagaimana nasib para pengunsi setelah dua tahun ke depan hingga kini masih belum jelas. "Pembangunan rumah permanen bagi para pengungsi masih membutuhkan diskusi panjang. Kami fokus dahulu dengan pembangunan hunian sementara," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.