• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pemanis Buatan & Diabetes

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. lefina
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

lefina

IndoForum Newbie F
No. Urut
63501
Sejak
5 Feb 2009
Pesan
10
Nilai reaksi
3
Poin
3
Dear all,
Penyakit Diabetes emang menyeramkan....banyak pantangan makanan, banyak yang ga boleh dimakan...mau konsumsi apa aja jadi berpikir, boleh ga ya? Apalagi kalo makanan tersebut mengandung gula/pemanis. Iiiih..ga enak banget yach? Saya ketemu article tentang penyakit Diabetes..mudah-mudahan bisa bermanfaat buat kita semua.

Cheer's,
Fina



Ternyata Pemanis Buatan Mencegah Diabetes

Pernah dengar Penyakit ”Simanis” atau Kencing Manis? Penyakit yang dalam bahasa lainnya disebut Diabetes Melitus (DM), sebenarnya penyakit yang mematikan bila tidak ditangani secara serius. Jumlah penderita kencing manis telah mencapai 8,4 juta orang pada tahun 2000 dan akan menjadi lebih dari 21,3 juta di seluruh dunia pada tahun 2030. Jumlahnya semakin banyak karena adanya perubahan gaya hidup. Hiiy menyeramkan yah ?

Menurut dokter ahli diabetes, dr Dasnan Ismail, Diabetes adalah sekumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan insulin absolut. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh langsung diolah menjadi gula (glukosa) secara kimiawi di hati. ”Gula sebagian akan dikeluarkan ke pembuluh darah, sebagian lagi akan disimpan di dalam hati,”jelas sang dokter dalam sebuah seminar yang diselenggarakan untuk menyambut Ulang Tahun ke-110 Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta beberapa waktu lalu. Juga menurut dokter Slamet Suyono, setidaknya ada tiga gejala diabetes seperti poliuria (banyak kencing), polidipsi (banyak minum/haus), dan polifagia (banyak makan, merasa lapar terus-menerus).

Salah satu penyebab kecing manis adalah banyaknya mengkonsumsi makanan dengan kalori yang berlebihan. Salah satunya zat makanan yang mengandung banyak kalori seperti gula, penyebab rasa manis. Itu sebabnya, para ahli kesehatan menganjurkan untuk tidak menkonsumsi gula terlalu banyak, melainkan seperlunya. Apalagi bagi mereka yang sudah terjangkit penyakit kencing manis atau diabetes. Yang mendorong timbulnya diabetes adalah tingginya kandungan gula dalam darah. Kata ‘gula’ ini sendiri dapat diartikan sebagai sejumlah kalori yang dapat disetarakan dengan jenis karbohidrat yang lain.

Tapi, apa rasanya minuman tanpa rasa manis ? Sama halnya kita mengkonsumsi sayuran tanpa garam...huh hambar!. Gak enak banget! Gula dalam minuman itu seperti tak terpisahkan. Karena itu, agar minuman enak di mulut dan berasa manis tanpa menggunakan gula, sekaligus agar badan kita tetap sehat, gula nya bisa diganti dengan pemanis buatan.

Pemanis buatan menawarkan manisnya gula tanpa kalori. Pemanis buatan jauh lebih manis dibanding gula, sehingga jumlah yang dibutuhkan untuk memaniskan makanan lebih kecil. Oleh karena itu, makanan yang diberi pemanis buatan mempunyai nilai kalori yang lebih rendah dibanding makanan yang mengandung gula. Pemanis buatan tidak mempengaruhi kadar gula darah. Bahan ini dianggap 'makanan bebas" karena tidak mengandung karbohidrat atau lemak.
Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia beberapa jenis pemanis buatan yang bisa dijadikan pengganti gula dan dibolehkan untuk dikonsumsi sesuai aturan pakai, adalah : Aspartam, Sakarin, Asesulfam dan Sukralosa.

Saat ini sudah banyak produk yang mengandung pemanis buatan seperti minuman energi Extra Joss dan beberapa produk lainnya, selama dikonsumsi sesuai aturan pakai yang disyaratkan BPOM RI tentunya aman bagi penderita Kencing Manis juga bisa mengurangi resiko diabetes.

Selain itu mengurangi konsumsi gula, dan melakukan olah raga secara teratur mencegah tubuh dari bahaya penyakit Kencing Manis atau Diabetes Melitus. Sayangi tubuh kita selagi bisa.

http://informasi-diabetes.com/penderita-diabetes-dipastikan-meningkat.html#more-32
http://lita.inirumahku.com/health/lita/gula-diabetes-wrong-updated/
 
wah jadi bingung nie...
bukane dulu di gembor-gemborkan bahwa pemanis buatan itu berbahaya?
diabetes memang susah ya?malahan pengennya minum yang manis2 terus
nice post gan,,,,,,,

 
Terima kasih Mba Fina atas informasinya yang sangat berguna sekali. Kebetulan saudara yang menurut analisa dokter menderita diabetes dan dokter menyarankan supaya mengurangi konsumsi yang manis-manis. Sepertinya dia tersiksa sekali karena kami sekeluarga melarang dia minum minuman energi ysng rata-rata berasa manis, Padahal dia butuh menambah energi karena tuntutan pekerjaannya. Dengan membaca informasi ini saya jadi mengerti bahwa penderita diabetes boleh mengkonsumsi energi drink. tapi ada yang mau saya tanyakan Mba. Dikemasan minuman energi ada peringatan dan petunjuk konsumsi minuman energi, Apakah saudara saya boleh mengikuti anjuran tersebut, seperti maksimum konsumsi 3 sachetper hari. Saya tunggu informasinya ya Mba, atau teman-teman lain ada yang bisa membantu? Terima kasih.:D>:D<
 
Diabetes

;;)

Bung Hamta, menurut artikel yang pernah saya baca, bahwa penderita diabetes boleh mengonsumsi energi drink (ED) asalkan sesuai anjuran sebagaimana tertera disetiap bungkus / sachet.
Pasalnya, bahan-bahan (komposisi) yang terkandung dalam ED sudah disesuaikan dengan Acceptable Daily Intake (ADI) atau asupan harian yang bisa diterima tubuh.
ADI yaitu, batas keamanan bahan makanan tambahan yang ditambahkan pada makanan antara kadar yang diinginkan ditambahkan pada makanan dan kadar maksimum yang boleh dipakai tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.