Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Internet sudah lama jadi bagian hidup manusia. Semenjak tahun 1980an, jaringan internet sudah menghubungkan beberapa kampus ternama di Amerika Serikat. Tak lama setelah itu, penggunaan internet merambat ke area lebih luas sehingga saat ini hampir semua orang merasakan manfaatnya. Praktisnya pekerjaan karena internet menciptakannya memudahkan hidup, bahkan berpotensi memajukan perekonomian. Namun, internet sama seperti produk teknologi lain yg dapat berbahaya kalau dipakai sembarangan. Di tengah manfaat yg disebabkan internet, beberapa kalangan justru menerima hal sebaliknya. Remaja dengan rasa penasaran yg tinggi mengpakai internet tanpa pengawasan. Hal ini berakibat pada beragam masalah, seperti cyber bullying & lain-lain. Lalu, apa yg dapat dilakukan untuk mengatasi akibat negatif sembari meningkatkan manfaat internet?
Penggunaan internet di kalangan remaja Indonesia kian bermasalah. Menjelajahi dunia maya tanpa pengarahan menciptakan mereka melihat konten tak mendidik. Remaja yg tak diawasi mengpakai internet secara berlebihan. Hal tersebut berakibat pada beberapa masalah yaitu nomophobia, konsumsi konten porno & cybercrime. Nomophobia merupakan suatu kecemasan saat seseorang tak memegang smartphone-nya. Kondisi tersebut muncul karena penggunaan internet & smartphone yg di luar batas. Penelitian terkait nomophobia sudah dilakukan sejak 2008 & hasilnya sangat mengkhawatirkan. Banyak responden penelitian, khususnya remaja merasa gelisah saat tak memegang smartphone. Selain itu, penggunaan internet yg sembarangan juga berujung pada cybercrime & konsumsi konten porno. Konten porno dapat memicu perseorangan untuk mengerjakan tindakan asusila. KPAI mengatakan bahwa cybercrime & pornografi diakibatkan oleh penggunaan media sosial yg tidak bijak & akses internet yg sangat mudah. Dari tahun 2014 hingga 2018 KPAI sudah mencatat ribuan pengakuan pornografi & cybercrime.
Permasalahan yg melanda pengguna internet remaja Indonesia mendatangkan kerugian. Cybercrime & konten porno menyita waktu mereka sehingga tak dapat mendalami minat & bakat. Nomophobia meluputkan pencerahan remaja akan kebutuhan manusia kepada interaksi dengan sesama. Jika tak lekas diatasi, masalah tersebut juga akan menyebabkan manfaat internet jadi sia-sia. Internet sangat berguna untuk memudahkan pekerjaan. Tak cuma itu, banyaknya pengguna internet berpotensi membangkitkan ekonomi di masa pandemi. Selama pandemi aktifitas online pada sektor bisnis memperlihatkan pertumbuhan yg sangat bagus.
Pandemi covid-19 dengan penyebaran yg dahsyat berujung pada physical distancing. Acara atau kegiatan yg menciptakan orang berkerumun ditiadakan, bahkan pasar-pasar ditutup. Hal ini berujung pada pelemahan perekonomian. Namun pembatasan tersebut tak cuma berdampak buruk. Hal tersebut justru meningkatkan penggunaan jasa berbasis online. Di sektor pendidikan, pengguna jasa e-learning, e-health & online fitness bertambah sebanyak 50-90%. Tingginya aktivitas online juga diperkuat oleh geliat transaksi e-commerce pada masyarakat. Pada 2021, Indonesia jadi negara dengan penggunaan e-commerce tertinggi di dunia. 88,1% pengguna internet Indonesia berbelanja lewat e-commerce . Peningkatan yg tak kalah fantastis juga terjadi di sektor lain. Jasa pesan antar makanan, kebutuhan harian, pengguna Tik tok & online streaming meningkat sebanyak 44%. Selain itu, penggunaan e-wallet juga meningkat 5-10%. Penambahan tersebut diperkirakan terus naik hingga setelah masa covid-19.
Penggunaan internet yg marak di masa pandemi jadi asa untuk kebangkitan ekonomi. Pemusatan kegiatan secara online dari banyak kalangan memanjakan para pebisnis. Terhubungnya konsumen dengan pedagang di e-commerce menciptakannya tak perlu pergi ke toko. Selain itu, lapangan kerja baru juga akan muncul dengan adanya e-commerce & platform digital lainnya. Namun banyaknya kasus cybercrime & meningkatnya transaksi online membuktikan pentingnya edukasi dalam berinternet. Tanpa edukasi yg tepat pemanfaatan internet tidak akan maksimal & cybercrime merajalela. Edukasi akan berpengaruh baik kepada pengentasan hal negatif. Jika dilakukan dengan baik, pengakuan pornografi & cybercrime pada anak akan semakin hilang. Selain itu, penggunaan internet untuk membangkitkan ekonomi juga dapat dimaksimalkan. Edukasi akan menciptakan masyarakat lebih memahami potensi yg ada pada internet. Hal ini akan menciptakan masyarakat yg produktif & bebas dari masalah mental.
Purwadhika Digital School adalah lembaga terpercaya dalam pendidikan teknologi digital. Didirikannya Purwadhika bertujuan untuk menciptakan lulusan yg dapat langsung berkecimpung dalam industri digital. Purwadhika menerapkan metode pembelajaran yg efektif karena siswanya diberi pelatihan berbasis praktek. Mentor di Purwadhika Digital School adalah individu-individu yg kompeten & berpengalaman di bidangnya. Mereka akan mengajarkan proyek nyata saat proses pembelajaran. Metode pembelajaran tersebut jadi senjata bagi peserta didiknya sehingga pada saat lulus mereka dapat langsung berkontribusi di industri digital.
Purwadhika Digital School memiliki disparitas konsep pendidikan dengan lembaga lainnya. Lembaga berusia 34 tahun tersebut merupakan gebrakan yg efektif yaitu Job Connector. Jika lembaga pembelajaran lain cuma mengajarkan & mengerjakan ujian kelulusan, maka Purwadhika menyalurkan alumni dengan perusahaan mitranya. Tak cuma penyaluran kepada perusahaan mitranya namun Purwadhika juga punya Career Support. Fasilitas tersebut menjamin alumni program Job Connector Purwadhika untuk sering terhubung dengan perusahaan Hiring Partners.
Pendidikan di Purwadhika cocok dengan perkembangan internet di Indonesia. Program yg disajikan lembaga tersebut tak cuma menekan akibat negatif internet, namun juga berperan dalam kebangkitan ekonomi. Purwadhika Digital School menerima beberapa akbar peserta didik yg berusia remaja. Dengan menuntut ilmu di Purwadhika, remaja dapat diarahkan untuk mengpakai internet secara produktif. Mereka diajarkan beragam keahlian yg sangat penting dalam industri digital. Hal tersebut menciptakan remaja tak lagi mengpakai internet dengan sembarangan. Selain itu, kontribusi mereka di industri digital juga akan memperbaiki perekonomian.
https://www.kpai.go.id/publikasi/kpai-sebut-anak-korban-kejahatan-dunia-maya-capai-679-kasus/amp kpai.go.id
Sumber lagi
Lagi
Lagi
Lagi gan
Sumber lagi gan Hari ini 20:33