• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pemaksimalan Penggunaan Lahan (5)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Uhmmm ..., mendung ...
Ada yg meratapi, ada yg menyukai (jadi tidak kepanasan) ...
Kesamaannya ..., menciptakan orang jadi berpikir
Sejenak ataupun tidak, sekilas atau tercenung dalam.

Yang saya kemukakan kali ini, berkaitan dengan hal seputar mendung & hujan. Tidak dimaknai bahwa kita akan memanfaatkan lahan yg diisi oleh awan mendung itu, tetapi terkait dengan bagaimana cara kita menyikapi fenomena alam tersebut (mendung-hujan). Terutama pada daerah yg sering turun hujan juga tentunya.

Meniru .. perjalanan dari air hujan yg turun ke bumi, di hutan tropis yg ada di negara kita, ada beberapa hal yg cukup menarik untuk diungkapkan ke publik.
===> Jadi bukan perkara harga beras atau BBM naik, atau kenaikan gaji para wakil rakyat aja, yah, yg kiranya perlu diungkap ke publik.
emoticon-Big Grin


Dari cara air hujan yg turun secara bertahap, & tidak langsung turun ke tanah, dimungkinkan hal yg serupa dapat kita pelajari & kemudian ditiru pada lingkup lingkungan kita pada keseharian. Terutama apabila kita berada pada area yg cenderung mudah untuk banjir/tergenang saat turun hujan lebat, terpisah dari upaya yg sudah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulanginya.
Karena upaya untuk menanggulangi itu biasanya juga akan memakan biaya, sehingga kalau itu jumlahnya diperkecil, maka dimungkinkan dananya dapat dipakai untuk keperluan lain yg bersifat urgen juga untuk kesejahteraan bersama.

Upayanya dapat ditempuh dengan cara memperhatikan bagian atap rumah.
Apakah kemiringannya cukup curam atau melandai. Untuk mengetahui seberapa akbar kemiringan yg diperlukan untuk .. menunda .. air hujan tidak langsung turun ke tanah atau selokan, dapat berkonsultasi dengan dinas BMKG setempat. Terkait dengan debit air hujan saat lebat, tentunya.
Ini tentunya berlaku untuk pembangunan rumah baru, & bagi mereka yg harap mengerjakan renovasi rumah bagian atap. Jadi disini kita perlu memahami, bahwa atap itu ibaratnya sebuah topi, juga mempunyai fungsi selain sebagai sebuah atribut/ikon semata.

Setelah mengetahui kemiringan yg cocok/memadai, baru kemudian diperhitungkan tipe genting/atap apa yg cocok/memadai untuk itu, berikut konstruksi penunjangnya.
Yah, kalau yg urusan beginian, bagiannya anak sipil atau arsitektur, yah ?
emoticon-Big Grin


...
Hal lain yg dapat ditempuh untuk memperlambat jatuhnya air hujan langsung ke tanah atau selokan, khususnya bila sikon setempat tidak/kurang memadai untuk menciptakan lubang serapan ..., adalah dengan menyediakan semacam tong/bak/tandon sederhana sebagai penampung air hujan yg mengalir setelah dari bagian talang.
Tong/bak/tandon air itu diperlengkapi dengan kran pada bagian bawahnya.

Itu kemudian bercabang jadi dua "jalan". Bila kita mau memanfaatkan air hujan itu untuk keperluan sehari-hari, kita tinggal menutup kran tersebut, saat hujan tiba. Sebaliknya, bila karena suatu sebab, kita tidaklah memerlukannya, & harap mencegahnya supaya tidak jadi sarang nyamuk, krannya tinggal kita buka separuh saja, yg kemudian dialirkan ke tanah atau selokan.

Itu saja dulu, sedikit trik & tips untuk kali ini ...

Peeeace 4 all
Hari ini 10:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.