Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Errr..., kali ini threadnya cuma merupakan mod dari thread sebelumnya, mengenai upaya untuk berusaha selaras dengan lingkungan yg ada terkait masalah air hujan yg mungkin dirasa berlebih bagi beberapa kalangan yg lagi merasakan.
Mungkin masih ada yg bingung terkait penerapan dari apa yg dikemukakan disana, oleh karena itu saya tampilkan sebuah contoh kasarnya seperti gambar yg dibawah ini ...
Sederhana, khan tampilannya ?
Bisa dilihat disana disparitas antara konsep "water capasitor" berupa bak itu dengan bak kontrol air yg ada disebelahnya.
Yang tampak kuning berkilauan dibagian kanan bawah itu kran, bukan emas, yah ...
Tidak perlu yg gede-gede banget, atau malah yg kecil-kecil banget, cukup dengan yg ada di pasaran. Tapi kiranya dipilih yg tahan korosi dari air hujan supaya awet tahan lama.
Untuk materialnya, kalau tidak terlampau besar, tangki yg dari fiber itu mungkin dapat dipakai. Tapi kalau yg berukuran besar, concrete kiranya lebih cocok.
Untuk skema (tampak samping) & langkah kerjanya ada dibawah ini ..
Pertama, kondisi baknya pada ciptaan yg tipe ini, memang dalam keadaan terbuka.
1. Air dari talang masuk mengisi tangki/bak A, dimana beberapa dari air yg tertampung itu akan mengalir keluar, tetapi dengan debit yg tidak sama dengan yg masuk dari talang melalui pipa yg ada dibagian bawahnya, atau tidak bila air hujan itu akan dipakai untuk keperluan lain.
2. Ketika air pada tangki/bak A sudah penuh dia akan luber ...
3. Dan masuk pada tangki/bak B. Dengan kondisi yg sama pada tangki/bak A, dimana pada pipa penghubung antara tangki A & kran otuput, ada lubang yg menciptakan air pada tangki/bak B dapat mengalir keluar, tetapi tetap dengan debit yg tidak sama dengan yg masuk kedalamnya.
4. Ketika tangki/bak B sudah penuh dia akan luber, & baru akan masuk ke saluran atau bak kontrol yg ada di dekatnya.
5. Bila air itu akan dipakai nantinya untuk keperluan sehari-hari, krannya dapat ditutup saat hujan. Kelebihan air dapat terbuang dengan sendirinya dari tangki/bak A & B ketika ia meluber. Sebaliknya bila tidak akan dipakai, krannya dapat dibuka seperlunya/secukupnya. Tidak perlu bingung dengan jentik nyamuk, karena itu akan terbuang tidak dalam waktu yg terlalu lama. Tapi bila airnya harap dipakai (untuk siram-siram tanaman misalnya, yg mana itu bagus, kalau hujannya tidak mengandung polutan terlalu banyak), kiranya dapat dimasukkan ikan hias tipe tertentu yg doyan akan jentik nyamuk.
Seperti begitulah kiranya penampakan dari contoh pengaplikasian konsep water capacitor itu. Dari itu juga masih dapat dikembangkan lagi pada bentuk lain, semisal ditambahi bagian pot untuk menanam tanaman, ditambahi ornamen tertentu, sehingga dapat difungsikan pula sebagai salah satu faktor pembentuk estetika rumah, & sebagainya.
Maaf bila saya tidak menerakan bentuk jadi aslinya, karena memang tidak ada.
Dan kalau ada yg protes mengapa cuman 'omong doang' aja, kok tidak dipraktekkan apa yg diomongkan ...
Itu terjadi karena ditempat yg saya 'numpang ngenger ini sekarang, halamannya masih cukup luas, hingga dapat difungsikan sebagai area resapan. Sehingga air yg jatuh dari talang, cukup saya alirkan ke halaman, & air hujan yg jatuh ke atap tidak mengalir ke selokan, kecuali kalau teramat sangat deras hujannya.
Peeeace 4 all
Hari ini 14:18
Mungkin masih ada yg bingung terkait penerapan dari apa yg dikemukakan disana, oleh karena itu saya tampilkan sebuah contoh kasarnya seperti gambar yg dibawah ini ...
Sederhana, khan tampilannya ?
Bisa dilihat disana disparitas antara konsep "water capasitor" berupa bak itu dengan bak kontrol air yg ada disebelahnya.
Yang tampak kuning berkilauan dibagian kanan bawah itu kran, bukan emas, yah ...
Tidak perlu yg gede-gede banget, atau malah yg kecil-kecil banget, cukup dengan yg ada di pasaran. Tapi kiranya dipilih yg tahan korosi dari air hujan supaya awet tahan lama.
Untuk materialnya, kalau tidak terlampau besar, tangki yg dari fiber itu mungkin dapat dipakai. Tapi kalau yg berukuran besar, concrete kiranya lebih cocok.
Untuk skema (tampak samping) & langkah kerjanya ada dibawah ini ..
Pertama, kondisi baknya pada ciptaan yg tipe ini, memang dalam keadaan terbuka.
1. Air dari talang masuk mengisi tangki/bak A, dimana beberapa dari air yg tertampung itu akan mengalir keluar, tetapi dengan debit yg tidak sama dengan yg masuk dari talang melalui pipa yg ada dibagian bawahnya, atau tidak bila air hujan itu akan dipakai untuk keperluan lain.
2. Ketika air pada tangki/bak A sudah penuh dia akan luber ...
3. Dan masuk pada tangki/bak B. Dengan kondisi yg sama pada tangki/bak A, dimana pada pipa penghubung antara tangki A & kran otuput, ada lubang yg menciptakan air pada tangki/bak B dapat mengalir keluar, tetapi tetap dengan debit yg tidak sama dengan yg masuk kedalamnya.
4. Ketika tangki/bak B sudah penuh dia akan luber, & baru akan masuk ke saluran atau bak kontrol yg ada di dekatnya.
5. Bila air itu akan dipakai nantinya untuk keperluan sehari-hari, krannya dapat ditutup saat hujan. Kelebihan air dapat terbuang dengan sendirinya dari tangki/bak A & B ketika ia meluber. Sebaliknya bila tidak akan dipakai, krannya dapat dibuka seperlunya/secukupnya. Tidak perlu bingung dengan jentik nyamuk, karena itu akan terbuang tidak dalam waktu yg terlalu lama. Tapi bila airnya harap dipakai (untuk siram-siram tanaman misalnya, yg mana itu bagus, kalau hujannya tidak mengandung polutan terlalu banyak), kiranya dapat dimasukkan ikan hias tipe tertentu yg doyan akan jentik nyamuk.
Seperti begitulah kiranya penampakan dari contoh pengaplikasian konsep water capacitor itu. Dari itu juga masih dapat dikembangkan lagi pada bentuk lain, semisal ditambahi bagian pot untuk menanam tanaman, ditambahi ornamen tertentu, sehingga dapat difungsikan pula sebagai salah satu faktor pembentuk estetika rumah, & sebagainya.
Maaf bila saya tidak menerakan bentuk jadi aslinya, karena memang tidak ada.
Dan kalau ada yg protes mengapa cuman 'omong doang' aja, kok tidak dipraktekkan apa yg diomongkan ...
Itu terjadi karena ditempat yg saya 'numpang ngenger ini sekarang, halamannya masih cukup luas, hingga dapat difungsikan sebagai area resapan. Sehingga air yg jatuh dari talang, cukup saya alirkan ke halaman, & air hujan yg jatuh ke atap tidak mengalir ke selokan, kecuali kalau teramat sangat deras hujannya.
Peeeace 4 all
Hari ini 14:18