Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.195
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Pemain timnas Brazil kritik Copa America.
Mantan pesepakbola Brazil Juninho Paulista mempersembahkan trofi Copa America dalam undian turnamen Copa America 2020 di Convention Centre di Cartagena, Kolombia, 3 Desember 2019. (AFP/JUAN BARRETO)
Jakarta (ANTARA) - Pemain anggota timnas Brazil mengkritik keputusan terakhir CONMEBOL mengenai tuan rumah Copa America di tengah pandemi maut virus corona, namun begitu mereka menyatakan akan bermain dalam turnamen yg akan kick off di Brasilia Minggu waktu setempat atau Senin WIB pekan depan.
Brazil secara mengejutkan dipilih sebagai penyelenggara Copa America setelah Kolombia dicoret jadi tuan rumah karena kerusuhan sipil & Argentina yg mundur karena melonjaknya kasus COVID-19.
Berbagai laporan di Brazil menyebutkan bahwa para pemain negeri itu marah karena tidak diajak konsultasi mengenai keputusan itu & juga konsekuensinya kepada kesehatan masyarakat, bahkan sejumlah pemain mengutarakan tak mau berpartisipasi.
Pemain Brazil berkata dalam sebuah postingan online Rabu pagi bahwa mereka tidak puas kepada cara Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) dalam menciptakan keputusan itu.
"Untuk banyak alasan, entah itu kemanusiaan atau profesional, kami tidak puas kepada cara Copa America ini ditangani oleh CONMEBOL," mengatakan para pemain seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial
Baca juga: CONMEBOL pindahkan Copa America 2021 ke Brazil dari Argentina
"Semua fakta belakangan ini menciptakan kami yakin adanya proses yg tidak layak dalam mewujudkan (turnamen ini)."
Mereka menambahkan bahwa mereka tak penentangannya dijadikan isu politik & mengaku tak pernah berpikiran untuk memboikot.
"Kami menentang organisasi Copa America tetapi kami tak akan pernah berkata tidak dalam bermain demi Brazil," mengatakan mereka.
Pernyataan itu keluar setelah Brazil mengalahkan Paraguay 2-0 dalam laga kualifikasi Piala Dunia di Asuncion yg hasilnya menciptakan Brazil di ambang lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Keputusan Presiden Brazil Jair Bolsonaro dalam memberikan lampu hijau untuk jadi tuan rumah turnamen itu mengagetkan rakyat Brazil yg sudah kehilangan 476 ribu nyawa akibat COVID-19.
Menanggapi keputusan Bolsonaro itu, mahkamah agung Brazil menjadwalkan sidang darurat Kamis guna menentukan apakah Copa America dibolehkan kick off Minggu nanti.
Baca juga: Bolsonaro klaim Brazil siap jadi tuan rumah Copa America 2021
Baca juga: Brazil taklukkan Paraguay dua gol tanpa balas
Ketua Mahkamah Agung Luiz Fux memastikan Selasa bahwa sidang istimewa Mahkamah Agung sudah dijadwalkan & dia serta 10 hakim agung lainnya akan menciptakan putusan secara elektronik.
Gugatan ke MA ini diajukan oleh Partai Sosialis Brazil & serikat pekerja logam yg meminta Brazil tidak menggelar turnamen itu kalau tidak mewajibkan aturan menjaga jarak sosial.
Presiden Bolsonaro bersikukuh menggelar Copa America tetapi dia juga menentang aturan jaga jarak sosial yg disebutnya berdampak secara ekonomi sehingga menciptakan orang mati jauh lebih banyak dari korban virus corona.
Sebaliknya dalam gugatannya, Partai Sosialis Brazil menandaskan bahwa "sirkulasi pengunjung yg intens di dalam wilayah nasional sudah tentu akan menyebarluaskan virus COVID-19 di sejumlah negara bagian, selain berpotensi akan masuknya varian-varian baru."
Baca juga: Karena COVID, Komisi Senat Brazil yakini Copa America harus ditunda
Baca juga: Argentina pastikan ikut Copa America meski dilanda pandemi
Berita diatas dikutip dari internet, jika Pemain timnas Brazil kritik Copa America adalah spam, mohon beritahu kami.
Mantan pesepakbola Brazil Juninho Paulista mempersembahkan trofi Copa America dalam undian turnamen Copa America 2020 di Convention Centre di Cartagena, Kolombia, 3 Desember 2019. (AFP/JUAN BARRETO)
Jakarta (ANTARA) - Pemain anggota timnas Brazil mengkritik keputusan terakhir CONMEBOL mengenai tuan rumah Copa America di tengah pandemi maut virus corona, namun begitu mereka menyatakan akan bermain dalam turnamen yg akan kick off di Brasilia Minggu waktu setempat atau Senin WIB pekan depan.
Brazil secara mengejutkan dipilih sebagai penyelenggara Copa America setelah Kolombia dicoret jadi tuan rumah karena kerusuhan sipil & Argentina yg mundur karena melonjaknya kasus COVID-19.
Berbagai laporan di Brazil menyebutkan bahwa para pemain negeri itu marah karena tidak diajak konsultasi mengenai keputusan itu & juga konsekuensinya kepada kesehatan masyarakat, bahkan sejumlah pemain mengutarakan tak mau berpartisipasi.
Pemain Brazil berkata dalam sebuah postingan online Rabu pagi bahwa mereka tidak puas kepada cara Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) dalam menciptakan keputusan itu.
"Untuk banyak alasan, entah itu kemanusiaan atau profesional, kami tidak puas kepada cara Copa America ini ditangani oleh CONMEBOL," mengatakan para pemain seperti dikutip Reuters.
Baca juga: Copa America 2020 yg terlupakan nan kontroversial
Baca juga: CONMEBOL pindahkan Copa America 2021 ke Brazil dari Argentina
"Semua fakta belakangan ini menciptakan kami yakin adanya proses yg tidak layak dalam mewujudkan (turnamen ini)."
Mereka menambahkan bahwa mereka tak penentangannya dijadikan isu politik & mengaku tak pernah berpikiran untuk memboikot.
"Kami menentang organisasi Copa America tetapi kami tak akan pernah berkata tidak dalam bermain demi Brazil," mengatakan mereka.
Pernyataan itu keluar setelah Brazil mengalahkan Paraguay 2-0 dalam laga kualifikasi Piala Dunia di Asuncion yg hasilnya menciptakan Brazil di ambang lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Keputusan Presiden Brazil Jair Bolsonaro dalam memberikan lampu hijau untuk jadi tuan rumah turnamen itu mengagetkan rakyat Brazil yg sudah kehilangan 476 ribu nyawa akibat COVID-19.
Menanggapi keputusan Bolsonaro itu, mahkamah agung Brazil menjadwalkan sidang darurat Kamis guna menentukan apakah Copa America dibolehkan kick off Minggu nanti.
Baca juga: Bolsonaro klaim Brazil siap jadi tuan rumah Copa America 2021
Baca juga: Brazil taklukkan Paraguay dua gol tanpa balas
Ketua Mahkamah Agung Luiz Fux memastikan Selasa bahwa sidang istimewa Mahkamah Agung sudah dijadwalkan & dia serta 10 hakim agung lainnya akan menciptakan putusan secara elektronik.
Gugatan ke MA ini diajukan oleh Partai Sosialis Brazil & serikat pekerja logam yg meminta Brazil tidak menggelar turnamen itu kalau tidak mewajibkan aturan menjaga jarak sosial.
Presiden Bolsonaro bersikukuh menggelar Copa America tetapi dia juga menentang aturan jaga jarak sosial yg disebutnya berdampak secara ekonomi sehingga menciptakan orang mati jauh lebih banyak dari korban virus corona.
Sebaliknya dalam gugatannya, Partai Sosialis Brazil menandaskan bahwa "sirkulasi pengunjung yg intens di dalam wilayah nasional sudah tentu akan menyebarluaskan virus COVID-19 di sejumlah negara bagian, selain berpotensi akan masuknya varian-varian baru."
Baca juga: Karena COVID, Komisi Senat Brazil yakini Copa America harus ditunda
Baca juga: Argentina pastikan ikut Copa America meski dilanda pandemi
Berita diatas dikutip dari internet, jika Pemain timnas Brazil kritik Copa America adalah spam, mohon beritahu kami.