• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pelepah Pisang pun Jadi Sandal

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
kedebog_pisang.jpg

Kini, gedhebog alias pelepah pohon pisang pun bisa dibuat menjadi sandal. Inspirasi datang dari banyaknya pasokan pelepah pisang yang selama ini tak termanfaatkan.

Adalah mahasiswi Jurusan Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya) Mely Prasetyo, yang mulai merancang sandal dari bahan olahan pelepah pohon pisang ini. "Saya mencoba merancang dengan bahan yang belum pernah ada," kata dia di kampus Ubaya, Rabu (3/4/2013).

Gadis kelahiran Surabaya pada 1991 itu menjelaskan dia tertarik memanfaatkan pelepah pisang selain karena belum pernah digunakan sebelumnya, juga karena banyaknya pohon pisang yang ada di Surabaya. Setiap kali berangkat kuliah dia mengaku sering melihat pelepah tak termanfaatkan.

"Di Pasar Keputran juga banyak gedhebog, tapi saya sering melihat gedhebog itu dibuang begitu saja," kata Mely. Karenanya, dia pun mulai berpikir bagaimana memanfaatkannya.

Gadis yang mengaku menggemari fashion ini ingin menjadikan sandal berbahan pelepah pisang sebagai sandal khas Indonesia. Menurut dia, hanya butuh lima proses untuk mengolah pelepah pisang untuk menjadi sandal.

Pertama adalah pengupasan pelepah pisang, kemudian dipotong menjadi ukuran satu centimeter. Selanjutnya, potongan-potongan pelepah pisang itu direbus selama 15 menit, kemudian dikeringkan dalam udara terbuka. Setelah itu, pelepah diwarnai dengan pewarna tekstil dalam air mendidih selama 30 menit hingga sehari.

"Terakhir, proses finishing," kata Mely. Tahap akhir itu dilakukan dengan melekatkan potongan kecil pelepah pisang yang sudah kering dan berwarna itu ke bahan sandal atau sepatu yang disebut texon dan sudah dibentuk sesuai ukuran kaki.

Untuk memperkuat, kata Mely, pada bagian pinggir pelepah pisang yang sudah melekat ke texon itu dijahit. Agar lebih 'cantik', sandal berbahan pelepah pisang ini pun dilapisi vernis.

Mely mengatakan tali pengikat atau bagian atas sandal juga dibuat dari potongan pelepah pisang. "Dibuat dengan cara melekatkan dua pelepah pisang pada posisi berlawanan agar tidak mudah rapuh," katanya.

Sandal ini pun direncanakan akan diproduksi massal. "Kalau produksi individual seperti buatan saya, harganya mahal bisa Rp 500 ribuan,: kata dia.

Mahalnya harga sandal berbahan pelepah pisang itu bila tidak diproduksi massal, menurut Mely karena harga kemasan yang mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. "Padahal sandalnya tidak sampai Rp100 ribu," kata dia. Produksi massal, tambah Mely, akan membuat sandal ini tak mahal lagi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.