yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Polda Metro Jaya membantah telah mengeluarkan pelat kuning dengan dua jenis nomor tersebut. Dengan demikian, patut diduga bahwa pelat nomor kedua kendaraan itu adalah palsu.
"Polda tidak pernah mengeluarkan izin terkait taksi Ferrari tesebut. Kemudian, jika taksi itu menggunakan pelat kuning, diharuskan bernomor polisi sebanyak empat digit, bukan tiga. Berarti ngarang itu," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Kamis (19/7/2012).
Sigit pun menantang pihak penyelenggara taksi mewah itu untuk menunjukkan surat izin taksi-taksi tersebut. "Coba lihat sini siapa yang menandatanganinya," ujarnya.
Sigit menuturkan, polisi selalu berhati-hati dalam memberikan izin pelat nomor kendaraan, apalagi pelat tersebut menggunakan tiga angka saja. Ia menegaskan bahwa kendaraan berpelat kuning selalu menggunakan empat angka. "Kami berhati-hati dalam mengeluarkan izin jalan, apalagi itu kendaraan Ferrari. Harus ada izin layak jalan dan trayek ke Dishub (DKI Jakarta) kalau memang benar ini untuk taksi," kata Sigit.
Dalam sepekan terakhir, warga Jakarta dihebohkan dengan kehadiran Ferrari dan Porsche yang dijadikan taksi. Awalnya, warga Jakarta sempat mengira bahwa taksi Ferrari dan Porsche tersebut adalah alat transportasi umum. Taksi unik itu sempat dikira milik perusahaan taksi baru, MMCab. Dalam akun Twitter-nya, Jumat (13/7/2012), MMCab memberikan promosi gratis untuk naik taksi Ferrari dan Porsche yang berlaku hingga Rabu (18/7/2012) kemarin.
MMCab sempat hadir di Gandaria City, Pondok Indah Mall, Senayan City, SCBD, Cilandak Town Square, Mall Taman Anggrek, Central Park, RCTI, Grand Indonesia, Plaza Ex, Wisma Nusantara, Mall Kelapa Gading, Mega Kuningan, Pasar Festival, Mall Ambassador, dan Plaza Semanggi.
Namun, layanin itu ternyata merupakan strategi PT bunk mandilu Tbk (BMRI) untuk meluncurkan layanin mobile banking. Direktur Micro dan Retail Banking bunk mandilu Budi G Sadikin menjelaskan, layanin taksi ini memang merupakan salah satu strategi pemasaran oleh bunk mandilu. "Pemasaran saja, kami ingin seperti taksi, namun lebih mewah untuk melayani masyarakat. Filosofinya seperti itu. Ini sebagai pemanasan untuk peluncuran layanin mobile banking kami," kata Budi selepas peluncuran Mobile Banking di Atrium EX Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu.
Sebenarnya, sempat timbul anggapan bahwa yang dilakukan oleh bunk mandilu tersebut merupakan kebohongan publik. Tetapi, Budi menganggap trik ini sebagai hal wajar untuk sarana pemasaran yang efektif. layanin taksi dipilih karena mobil tersebut dianggap legendaris sebagai mobil mewah. Dengan filosofi itu, bunk mandilu ingin menampilkan layanin yang cantik dan elegan dalam peluncuran produk mobile banking.
"Mobil ini hanya mobil sewaan yang dipakai sebagai strategi pemasaran. Biaya yang dikeluarkan selama acara launching senilai hampir Rp 2 miliar," katanya.
Taksi yang digunakan adalah varian Ferrari Modena 360 dan Porsche Boxster S. Kedua varian mobil mahal dan kencang ini dicat kuning, lengkap dengan tulisan taksi di bagian atap.