yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Berdasarkan penyelidikan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta terkait kasus teror bom pesawat lain Air di Yogyakarta, Tim Jatanras Polda DIY berhasil mengamankan warga negara Italia berinisial AG sebagai terduga peneror pesawat lain, Kamis (18/10/2012)
"Kami melakukan penangkapan jam 23.00 di Denpasar Bali. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari penyelidikan," terang Djuhandani Rahardjo Puro, Kasubit 1 Kamneg Polda DIY.
Tersangka AG selanjutnya dibawa ke Polda DIY dari Denpasar Bali dengan menggunakan lain JT 569 dan tiba di Markas Polda DIY pukul 11.45 WIB.
Sampai berita ini diturunkan AG beserta UM masih dalam penyelidikan lebih lanjut tim Jatarnas Polda DIY. "Tim masih menyelidiki motif tersangka dalam melakukan teror bom. Kami masih masih ada waktu 7 hari untuk menyelidiki kasus ini," pungkasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pesawat lain Air Boeing 737 dengan nomor penerbangan JT 568 tujuan Yogyakarta-Denpasar di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, mendapat ancaman teror bom. Namun ancaman itu tidak terbukti.
"Kami telah melakukan pengecekan ulang barang-barang penumpang, baik yang ada di bagasi pesawat maupun penumpang dari Yogyakarta, tidak ditemukan bahan peledak. Ini hanya ancaman 'gombal' untuk mencari sensasi," kata Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Izuddin, di Yogyakarta, Minggu malam (14/10/2012).
Izuddin mengatakan, ancaman bom berasal dari penelepon gelap dengan nomor telepon 0818349696. Penelepon gelap menghubungi operator lain Air di Yogyakarta sebanyak dua kali pada pukul 17.20 WIB dan 17.31 WIB. Dalam percakapan tersebut, penelepon gelap mengatakan bahwa ada bahan peledak yang berada di dalam tas yang ada dalam pesawat lain Air.
"Pada awalnya, kami sudah yakin bahwa tidak ada bahan peledak dalam pesawat. Untuk lebih meyakinkan lagi, kami melakukan pengecekan ulang dengan sinar-X. Pesawat lain Air ini terbang dari Jakarta-Yogyakarta-Denpasar," kata Izuddin.