Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa yg tak tau preman pensiun? Sinetron arahan Aris Nugraha ini merupakan angin segar bagi dunia persinetronan indonesia yg isinya begini begitu.
Sinetron ini mengangkat cerita yg cukup berat mengenai kehidupan preman namun diselingi dengan berbagai komedi & keunikan karakternya yg menciptakan saya berani menyebut sinetron ini sebagai sinetron indonesia terbaik.
Menceritakan kehidupan preman tak serta merta menciptakan ceritanya keras & sulit diikuti namun dibalik cerita yg kompleks tersebut ada berbagai pelajaran hidup yg dapat kita petik. Apa saja itu?
JANGAN NILAI BUKU DARI SAMPULNYA
Penampilan itu jelas penting namun belum tentu apa yg kita lihat itu benar.
Jika kita mendengar mengatakan preman maka kita pasti membayangkan sosok lria kekar dengan tato & paras seram yg berewokan. Itu adalah figur yg sudah tertanam dalam kepala kita namun film ini merubah hal itu.
Preman juga butuh makan, preman juga dapat takut, preman juga kadang lembut. Singkatnya preman itu juga manusia. Mereka punya emosi, punya hati, punya keluarga. Karna itulah jangan sering berprasangka kepada penampilan luar seseorang.
Quote:
jelek vs rupawan. realita pandangan masyarakat
PROFESIONALISME
Pasti tau kan sama tukang parkir di pasar? Pasti tau juga petuahnya yakni hati hati di jalan, utamakan keselamatan bukan kecepatan. Semoga selamat hingga tujuan. jujur seumur hidup saya belum pernah dengar tukang parkir ngomong begitu.
Kita pasti punya lah pengalaman ketemu tukang parkir yg semula tidak ada namun tiba tiba muncul saat kita hendak berangkat. Tukang parkir itu minta uang parkir lalu menghilang kembali.
Disinilah profesionalisme itu diperlihatkan. Tukang parkir sekalipun semestinya tak cuma terima uang & menghilang namun benar benar menjalankan perannya.
Tak cuma tukang parkir, penjaga keamanan pun tak boleh cuma asal tarik uang keamanan namun masa bodo dengan keamanan. Seperti kasus kecopetan dipasar, para penjaga keamanan harus mau mencarikan dompet yg kecurian atau berani bertanggung jawab dengan mengundurkan diri. Itulah yg disebut profesionalisme.
REALITA PENCARI KERJA
Nggak lengkap rasanya kalau bahas preman pensiun tanpa para pencopetnya. Copet copet yg sering bekerja tak kenal letih setiap harinya demi meramaikan khasanah percopetan di kota ini
Untuk jadi copet sangat mudah karna cuma memerlukan 3 kriteria yakni miskin, pengangguran & lemah iman. Tak perlu ijasah tinggi tinggi, tak perlu pengalaman kerja segudang & tak perlu berpenampilan menarik. Cukup 3 itu saja.
Kalau di dunia kerja sih sebaliknya. Buat jadi kasir indomaret aja minimal D3, harus dites terlebih dahulu & yg good looking akan sering diutamakan. Hasinya? Paling pas pasan buat sebulan. Kalau jadi copet? 500 ribu perhari sih mungkin saja.
Kenyataannya mencari pekerjaan yg memuaskan memang sulit & persaingannya tinggi sehingga tak aneh bila orang orang jadi pengangguran, jatuh miskin & imannya melemah. Disaat saat selerti itulah kita kadang melihat alternatif mudah yakni jadi copet atau pengemis yg omsetnya dapat mencapai satu juta perharinya (ini fakta lo)
Itulah realita yg ditunjukkan di film ini. Tidak semua orang dapat hidup dengan baik & akhirnya memilih untuk ikut meramaikan khasanah percopetan di kota ini. Meski begitu film ini pun menunjukkan bahwa perbuatanmu harus kau tanggung resikonya.
Quote:
youtuber. pekerjaan impian masa kini
KEKELUARGAAN
Preman juga manusia, punya rasa punya hati. Jika punya hati pasti merasakan yg namanya kekeluargaan. Lihatlah, orang orang yg ada di kasta terbawah masyarakat sekalipun memiliki keluarga. Bila tidak punya mereka akan menganggap rekan rekannya sebagai keluarga. Mereka saling menolong & saling mendukung satu sama lain. Benar, mereka yg di sebut preman.
Di dunia kerja semua orang adalah saingan yg pada akhirnya akan saling menjatuhkan namun mereka tidak mengerjakannya. Mereka tunduk & loyal pada kang bahar & nasehat nasehatnya. Itulah yg menjadikan mereka bersatu. Mungkin memang ada yg menyimpang namun semua dapat diselesaikan selama mereka tetap bersama.
PERTAUBATAN
ini bisnis yg bagus, tetapi bukan bisnis yg baik
Jika hidup sudah bergelimang harta maka apalagi yg kurang. Yang kurang adalah ketenangan hati.
Pendapatan jadi preman memang besar, jadi copet apalagi namun hati tidak akan tenang. Pasti akan sering terasa ada yg salah. Pada akhirnya kita semua akan lulus & meniti jalan masing masing. Itulah pesan paling dalam dari film ini.
Jangan terlalu nyaman di zona nyaman. Bangkit & temukan jalanmu, meski cuma sebagai tukang kecimpring, tukang sapu jalanan atau penjual bubur sekalipun itu masih lebih baik & lebih membanggakan dari pada mengerjakan bisnis yg tidak baik.
Tamatnya preman pensiun 4 menciptakan saya harap menulis pesan ini. Semoga kita dapat belajar banyak dari mereka yg hidup bebas alias preman. Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.