Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pengkhianatan Muncul dari Orang Di Sekitar
link.pict
Bismillah
Akhir-akhir ini berita perselingkuhan begitu santer. Parahnya, hal itu terjadi justru dilakukan oleh orang terdekat korban. Lalu, yg lebih mengejutkan lagi adalah hal hina tersebut dilakukan di rumah korban.
Ada beberapa hal yg jadi pemicu sehingga perbuatan hina tersebut terjadi, di antaranya yaitu:
1. Menyia-nyiakan Waktu yg dimiliki
Perlu dipahami, bahwa kita cuma hamba yg diciptakan untuk beribadah. Hanya saja banyak sekali di antara kita yg tidak paham hakikat penciptaan dirinya, kerugian saat menyia-nyiakan waktu & kebiasaan buruk yg timbul ketika ia menyiakan-nyiakan kehidupan.
Quote:
Untuk itu, ada satu do'a yg dapat menjauhkan kita dari perbuatan maksiat.
Allahumma inni as-aluka filal khoiroot wa tarkal munkaroot. (Ya Allah, saya memohon kepada-Mu untuk mudah mengerjakan kebaikan & meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3235 & Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Ketika seseorang terbiasa menyia-nyiakan waktu, lantas di saat ada waktu yg seolah luang, seseorang akan berpikir hal-hal tidak penting.
Tentu saja berujung pada perbuatan sia-sia bahkan menjerumuskan, seperti berita yg banyak beredar. Perbuatan pengkhianatan.
2. Iman sedang Lemah
Kita semua paham, bahwa hakikat iman itu berubah-ubah, ada kalanya naik, tetapi terkadang justru turun.
Jika kita tahu & paham akan kondisi iman kita yg turun, maka hendaknya kita segera menguatkan kembali iman kita supaya tidak semakin terjerumus.
Quote:
Ayat-Ayat Sebagai Bukti
Ada beberapa ayat Al-Quran Al-Karim jadi bukti bahwa iman itu dapat bertambah & berkurang.
Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang sudah ada). (QS. Al-Fath: 4). Dalil ini menunjukkan bahwa iman itu dapat bertambah.
Dalam berbagai ayat berikut juga menunjukkan hal yg sama,
Dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al-Kahfi: 13).
3. Pandangan yg tidak dijaga.
Kita ketahui bahwa hampir semua perbuatan itu berawal dari pandangan, lalu turun ke hati, setelah itu bagaimana hati itu memprosesnya, maka kalau hati memperturutkan hawa nafsu, maka tentu berlanjut pada perbuatan.
Quote:
Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan beberapa pandangannya & menjaga kemaluannya. (QS. An-Nur [24]: 30-31).
Begitulah bagaimana agama mulia ini mengajarkan, bahkan dalam hal pandangan kita.
4. Bermudah-mudahan dalam yg haram.
Orang-orang yg terbiasa dengan hal-hal yg mendekati keharaman, tentu saja cepat atau lambat ia pun akan terjerumus ke dalam keharaman.
Quote:
Allah Taala berfirman,
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar & judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yg akbar & beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih akbar dari manfaatnya (QS. Al Baqarah: 219)
5. Teman yg Buruk.
Seseorang itu dapat dilihat & diketahui bagaimana temannya. Orang itu bagaimana dengan teman duduknya, ketika seseorang bersama dengan orang baik, maka lambat laun ia akan tertular kebaikan.
Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang memilih teman yg berakhlak mulia dalam perjalanan hidupnya, tentu saja mau tidak mau ia akan jadi buruk seperti halnya dengan teman duduknya.
Quote:
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran & akibat seorang teman dalam sabda beliau :
Permisalan teman yg baik & teman yg buruk ibarat seorang penjual minyak wangi & seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau dapat membeli minyak wangi darinya, & kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, dapat jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, & kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yg tak sedap. (HR. Bukhari 5534 & Muslim 2628)
6. Waktu luang yg tidak dimanfaatkan dalam kebaikan.
Seseorang dikatakan merugi ketika setiap detik hidupnya tidak diisi dengan kebaikan. Logikanya saja, kalau tidak diisi dengan kebaikan, maka tentu yg mengisinya adalah keburukan.
7. Mendekati tempat yg membangkitkan syahwat.
Point ketujuh ini sangat-sangat jelas, bahwa kemaksiatan itu beriringan dengan syahwat.
Jika saja sang pelaku itu paham, hati nurani bermain & iman menguasai, tentu saja kasus perselingkuhan, pengkhianatan oleh orang terdekat itu tidak akan terjadi. Pada kasus tersebut pelaku memang sengaja mendekati pemicunya.
Itulah beberapa hal pemicu kemaksiatan. Semoga dengan kita tahu, kita tidak termasuk orang-orang yg tergelincir & terjerumus di dalamnya. Ingatlah bahwa setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan kelak di hari perhitungan.
Wassalam
Tulisan: s3chamdani
Narasi: oppri
link.pict
Bismillah
Akhir-akhir ini berita perselingkuhan begitu santer. Parahnya, hal itu terjadi justru dilakukan oleh orang terdekat korban. Lalu, yg lebih mengejutkan lagi adalah hal hina tersebut dilakukan di rumah korban.
Ada beberapa hal yg jadi pemicu sehingga perbuatan hina tersebut terjadi, di antaranya yaitu:
1. Menyia-nyiakan Waktu yg dimiliki
Perlu dipahami, bahwa kita cuma hamba yg diciptakan untuk beribadah. Hanya saja banyak sekali di antara kita yg tidak paham hakikat penciptaan dirinya, kerugian saat menyia-nyiakan waktu & kebiasaan buruk yg timbul ketika ia menyiakan-nyiakan kehidupan.
Quote:
Untuk itu, ada satu do'a yg dapat menjauhkan kita dari perbuatan maksiat.
Allahumma inni as-aluka filal khoiroot wa tarkal munkaroot. (Ya Allah, saya memohon kepada-Mu untuk mudah mengerjakan kebaikan & meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3235 & Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Ketika seseorang terbiasa menyia-nyiakan waktu, lantas di saat ada waktu yg seolah luang, seseorang akan berpikir hal-hal tidak penting.
Tentu saja berujung pada perbuatan sia-sia bahkan menjerumuskan, seperti berita yg banyak beredar. Perbuatan pengkhianatan.
2. Iman sedang Lemah
Kita semua paham, bahwa hakikat iman itu berubah-ubah, ada kalanya naik, tetapi terkadang justru turun.
Jika kita tahu & paham akan kondisi iman kita yg turun, maka hendaknya kita segera menguatkan kembali iman kita supaya tidak semakin terjerumus.
Quote:
Ayat-Ayat Sebagai Bukti
Ada beberapa ayat Al-Quran Al-Karim jadi bukti bahwa iman itu dapat bertambah & berkurang.
Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang sudah ada). (QS. Al-Fath: 4). Dalil ini menunjukkan bahwa iman itu dapat bertambah.
Dalam berbagai ayat berikut juga menunjukkan hal yg sama,
Dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al-Kahfi: 13).
3. Pandangan yg tidak dijaga.
Kita ketahui bahwa hampir semua perbuatan itu berawal dari pandangan, lalu turun ke hati, setelah itu bagaimana hati itu memprosesnya, maka kalau hati memperturutkan hawa nafsu, maka tentu berlanjut pada perbuatan.
Quote:
Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: hendaklah mereka itu menundukkan beberapa pandangannya & menjaga kemaluannya. (QS. An-Nur [24]: 30-31).
Begitulah bagaimana agama mulia ini mengajarkan, bahkan dalam hal pandangan kita.
4. Bermudah-mudahan dalam yg haram.
Orang-orang yg terbiasa dengan hal-hal yg mendekati keharaman, tentu saja cepat atau lambat ia pun akan terjerumus ke dalam keharaman.
Quote:
Allah Taala berfirman,
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar & judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yg akbar & beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih akbar dari manfaatnya (QS. Al Baqarah: 219)
5. Teman yg Buruk.
Seseorang itu dapat dilihat & diketahui bagaimana temannya. Orang itu bagaimana dengan teman duduknya, ketika seseorang bersama dengan orang baik, maka lambat laun ia akan tertular kebaikan.
Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang memilih teman yg berakhlak mulia dalam perjalanan hidupnya, tentu saja mau tidak mau ia akan jadi buruk seperti halnya dengan teman duduknya.
Quote:
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran & akibat seorang teman dalam sabda beliau :
Permisalan teman yg baik & teman yg buruk ibarat seorang penjual minyak wangi & seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau dapat membeli minyak wangi darinya, & kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, dapat jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, & kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yg tak sedap. (HR. Bukhari 5534 & Muslim 2628)
6. Waktu luang yg tidak dimanfaatkan dalam kebaikan.
Seseorang dikatakan merugi ketika setiap detik hidupnya tidak diisi dengan kebaikan. Logikanya saja, kalau tidak diisi dengan kebaikan, maka tentu yg mengisinya adalah keburukan.
7. Mendekati tempat yg membangkitkan syahwat.
Point ketujuh ini sangat-sangat jelas, bahwa kemaksiatan itu beriringan dengan syahwat.
Jika saja sang pelaku itu paham, hati nurani bermain & iman menguasai, tentu saja kasus perselingkuhan, pengkhianatan oleh orang terdekat itu tidak akan terjadi. Pada kasus tersebut pelaku memang sengaja mendekati pemicunya.
Itulah beberapa hal pemicu kemaksiatan. Semoga dengan kita tahu, kita tidak termasuk orang-orang yg tergelincir & terjerumus di dalamnya. Ingatlah bahwa setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan kelak di hari perhitungan.
Wassalam
Tulisan: s3chamdani
Narasi: oppri
Hari ini 11:09