Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
sumber gambar cnnindonesia.com
Ajunan.com-Siapa yg mengira kalau di akhir tahun 2019 akan muncul virus bakal dari sebuah bencana dunia yg kelak kita kenal namanya dengan pandemi corona. Seolah jadi hadiah pahit untuk seremoni tahun baru. Atau memang jangan-jangan pandemi ini hadir sebagai sebuah sentilan kepada manusia yg kelewat jumawa, bahwa di tahun 2020 adalah waktu yg sangat tepat untuk intropeksi.
Entahlah~
Adanya corona sanggup merubah setiap hal di muka bumi. Raut paras yg harusnya riang gembira saat keharapan terkabul dapatcangkruanbareng teman di warung kopi langganan sontak jadi muram saat personel gabungan dari Babinsa, Polsek, Dinkes & orang yg dibayar untuk menyemprotkan cairan disinfektan menghampiri.
Sama halnya dengan seorang pengamen di lampu merah. Karena minim informasi, dirinya mendadak tak mengerti mengapa lalu lalang kendaraan tak lagi melewati jalanan tempat ia mencari lembar demi lembar rupiah.
Benar, bencana siapa yg tahu. Siapa yg bakal mengira kalau corona sanggup hingga ke tanah air. Kita tak bakal menyangka. Hingga semua dibuatnya kalang kabut pada awal bulan Maret. Di samping tugas rumah yg menumpuk, pemerintah ketambahan beban untuk memikirkan jurus ampuh mengusir virus.
Ada yg mengatakan Indonesia tidak akan dapat mengakhiri pandemi kalau vaksin belum ditemukan. Jujur saja anggapan ini kian menciptakan publik pesimis. Harusnya tak usah begitu, cukup anda saja yg pesimis jangan buat yg lainya ikut-ikutan juga. Tetap optimis karena itu adalah sumber dari kesehatan mental kita.
Corona memang memporak-porandakan kehidupan manusia. Diprediksi angka Pemutusan Hubungan Kerja akan mencapai angka enam juta, seramnya angka tersebut bakal terus bertambah. Ini bukan saya memberikan kabar untuk menciptakan takut, tetapi Kamar Dagang & Industri (Kadin) menyebutkan sedemikian. Berdoa saja semoga itu tak akan terjadi serta pandemi akan cepat usai.
Lalu apakah pernah timbul di benak kalian, kalau dari peristiwa akan membentuk pengalaman & pengalaman seperti ungkapan klise adalah guru terbaik. Pertanyaanya apakah juga berlaku pada corona, kalau iya pelajaran apa yg dapat dipetik dari adanya pandemi?
Saya pribadi akan menjawabnya; tentu banyak pelajaran yg dapat diambil. Memang siapa yg bakal setuju pandemi corona akan memunculkan kebaikan bagi kita, corona ya musuh, musuh harus di lawan. Meski begitu tetap saja ada pelajaran berharga setidaknya pertama, virus corona mengajarkan kepada kita agarandhap ansorsebuah karakteristik dari masyarakat Jawa untuk menekankan nilai-nilai rukun & hormat dengan cara merendahkan diri untuk meninggikan diri.
Mungkin kita sebagai manusia sebelum pandemi lebih banyak lupa dari ingatnya untuk mengimplementasikanandap ansortersebut. Sebagai contoh saling menggunjing sesama di banyak postingan media sosial. Setidaknya sedang atau setelah terjadi pandemi usahakan tak usah lagi mengerjakanya.
Kedua, corona mengajarkan untuk saling tolong-menolong. Saat ini banyak masyarakat terdampak dari adanya corona. Jelas saja ini dapat jadi parameter akan bangsa Indonesia yg suka menolong sesama, saya yakin sebelum corona pun kita sudah saling mengerjakanya & disaat keadaan serba sulit ini melanda mari kita tingkatkan & buktikan bahwa sikap saling peduli tidak luntur dari bangsa ini. Semisal tidak dapat, ya tidak masalah. Tebarkan senyuman saja itu lebih dari cukup
Banyak memang anggapan corona dari yg dapat menguatkan integrasi hingga menyebabkan disintegrasi. Kalau saja kita menemukanya tak usah berlarut-larut menyikapinya. Itu anugerah. Saya mengatakan begitu sebab bangsa ini memang dibesarkan karena sebuah keragaman. Namun meski beragam itu bukan bintik perpecahan melainkan alasan mengapa kita harus bersatu. Tentu ini berlaku juga pada keragaman pikiran.
Jadi, inilah pelajaran yg dapat dipetik dari corona. Sebenarnya masih banyak, bukan cuma itu. Intinya pelajaran berharga yg dapat dipetik dari pandemi corona ialah saling menghargai sesama.
Artikel ini tayang untuk perdana kalinya di Ajuan.compada 9 Juni 2020