notia
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 8464
- Sejak
- 4 Nov 2006
- Pesan
- 8.004
- Nilai reaksi
- 474
- Poin
- 83
Seorang Bu Guru kelas dua SD sedang mengajarkan kosa kata baru kepada murid-muridnya. Kata yang diajarkannnya tersebut adalah `benar-benar` dan artinya adalah `sungguh, positif, tanpa ragu`.
Bu Guru tersebut bertanya siapa yang bisa membuat kalimat dengan kata tersebut. Dia memanggil Susi yang mengangkat tangannya terlebih dahulu, sepertinya sangat yakin.
Susi berdiri dan berkata, `Langit benar-benar biru.`
Bu Guru tersebut menanggapi, `Ya, itu kalimat yang baik, tapi kadang-kadang langit itu kelabu, kadang-kadang berawan, dan kadang-kadang langit itu merah, jadi tidak benar-benar biru. Ada yang lain?`
Tomi mengangkat tangan dan Bu Guru memangilnya.
Tomi menjawab, `Air benar-benar jernih.`
`Ya, itu kalimat yang baik Tomi, tapi kadang-kadang air itu berlumpur, kadang-kadang keruh, dan kadang-kadang air itu penuh dengan sampah, jadi tidak benar-benar jernih. Ada yang lain lagi?`
Akhirnya, jauh di sudut belakang, si kecil Johny pelan-pelan mengangkat tangannya.
`Ya, Johny?` jawab Bu Guru.
`Apakah saya boleh bertanya, Bu Guru?` Johny berkata.
`Ya.`
`Apakah kalau kentut ada gumpalannya?`
`Tidak. Kenapa?`
`Wah, kalau begitu saya benar-benar berak di celana.`
-------------------------------------------------------









Bu Guru tersebut bertanya siapa yang bisa membuat kalimat dengan kata tersebut. Dia memanggil Susi yang mengangkat tangannya terlebih dahulu, sepertinya sangat yakin.
Susi berdiri dan berkata, `Langit benar-benar biru.`
Bu Guru tersebut menanggapi, `Ya, itu kalimat yang baik, tapi kadang-kadang langit itu kelabu, kadang-kadang berawan, dan kadang-kadang langit itu merah, jadi tidak benar-benar biru. Ada yang lain?`
Tomi mengangkat tangan dan Bu Guru memangilnya.
Tomi menjawab, `Air benar-benar jernih.`
`Ya, itu kalimat yang baik Tomi, tapi kadang-kadang air itu berlumpur, kadang-kadang keruh, dan kadang-kadang air itu penuh dengan sampah, jadi tidak benar-benar jernih. Ada yang lain lagi?`
Akhirnya, jauh di sudut belakang, si kecil Johny pelan-pelan mengangkat tangannya.
`Ya, Johny?` jawab Bu Guru.
`Apakah saya boleh bertanya, Bu Guru?` Johny berkata.
`Ya.`
`Apakah kalau kentut ada gumpalannya?`
`Tidak. Kenapa?`
`Wah, kalau begitu saya benar-benar berak di celana.`
-------------------------------------------------------









