Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Komentar netizen memang sering menarik untuk diperhatikan. Di kolom komentar media sosial terkadang kita dapat menemkan netizen jenius, netizen tukang spam, netizen dengan pola pikir unik, netizen lucu, hingga netizen yg menciptakanmu yakin kalau manusia sebaiknya punah saja.
Ada milyaran manusia di bumi ini & di internet siapa saja dapat jadi siapa saja sehingga tak jarang orang-orang menunjukkan diri asli mereka yg tak dapat ditunjukkan di hadapan publik di sini. Namun, kebebasan berinternet sering kali malah menciptakan manusia mempertontonkan kebodohannya di hadapan publik.
Contohnya adalah peristiwa yg baru-baru ini terjadi. seorang anak Smp bernama Evan Felix Santoso berhasil jadi salah satu pemenang dalam lomba Global Imagine Cup Junior Ai for Good Challenge 2022 yg diselenggarakan oleh Microsoft. Evan mengusung ide untuk mengpakai kecerdasan buatan (AI) untuk mengoperasikan kapal listrik bertenaga air & surya untuk melacak & mengambil sampah plastik yg berada di lautan & mengirimkannya ke pabrik daur ulang.
Gagasannya yg menarik itu menjadikannya satu dari sepuluh pemenang lomba & dia adalah satu-satunya wakil Indonesia di antara para pemenang. Sayangnya, media Indonesia jauh lebih suka meliput kasus Sambo dibanding prestasi membanggakan ini sehingga beritanya tak banyak tersebar.
Meski begitu berita ini dibagikan oleh beberapa orang di Facebook. Beberapa orang ikut merasa bangga, beberapa yg lain. Err, lihat saja sendiri.
Quote:
Saya nggak tahu apakah orang-orang ini memang goblok atau cuma sekedar tentara bayaran. Dari yg saya lihat, ada banyak komentar yg benar-benar mirip satu sama lain seolah-olah mereka cuma sekedar copas dari template yg sudah disediakan. Kalau memang benar, itu artinya ada seseorang atau sekelompok orang yg tidak bahagia dengan prestasi semacam ini.
Tapi saya nggak paham mengapa mereka tidak merasa senang. Memangnya apa masalahnya kalau ada anak negeri yg berhasil memenangkan lomba bergengsi di luar negeri? Dan kenapa pula harus membandingkannya dengan anak-anak penghapal Quran? Apakah ini semacam kontroversi isu agama yg memang sering terjadi di negara ini? Who know.
Pokoknya, selamat kepada Evan Santoso, semoga gagasanmu dapat menyelamatkan laut dari yg namanya sampah.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumur Hari ini 07:32