roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 21 Oktober 2008 | 17:36 WIB
JAKARTA, SELASA - Tidak ada satu warga pun yang menyangka bahwa WH (Wahyu), seorang pengangguran beranak satu ini, menyimpan bahan-bahan pembuat bom di kamar kontrakannya yang hanya seluas 4 meter x 9 meter.
Bahkan, beberapa warga mengaku sangat terkejut ketika pagi ini empat orang polisi dari Densus 88 menggrebek kamarnya yang berdinding tripleks tersebut dan menyita peluru, tiga kilogram cairan, serta catatan cara membuat peledak yang ditulis tangan pada beberapa carik kertas HVS.
"Saya benar-benar tidak menduga dia Kayak gitu," ujar Ella, 30, tetangga WH di Jalan Gading Sengon, Kelapa Gading, Jakarta Utara kepada Kompas.com, Selasa (21/10).
Menurutnya, tidak ada hal-hal yang mencurigakan pada pria berperawakan tinggi dan kurus itu. "Dia itu termasuk pendiam, walaupun tetap bergaul dengan warga sekitar," ujar Ella.
Menurut Ida Fitriani, 34, yang kerap menjaga putrinya yang baru berusia sembilan bulan, pria asal Sulawesi itu termasuk pengantin baru di kawasan padat penduduk tersebut. "Dia baru pindah ke sini sekitar satu setengah tahun yang lalu setelah menikah dengan Rohyatun, istrinya," ujar Ida.
Menurut Endang, 32, istri Muntasir, yang dibawa polisi guna dimintai keterangan, WH selalu membantu suaminya jika ada proyek penggalian sumur atau pekerjaan serabutan lainnya. "Dia orangnya enggak neko-neko," ujarnya.
Endah menambahkan, WH tidak pernah terlibat dalam organisasi dan pengajian apa pun. "Saya juga tidak pernah melihatnya menerima tamu-tamu yang mencurigakan," ujarnya.
Abdul Wahab, Ketua RW setempat, mengaku tidak mengenal WH secara dekat. Namun demikian, ia mengatakan tidak habis pikir mengapa orang seperti dia berani menyimpan bahan-bahan tersebut.
Namun, Abdul menegaskan, "Bahan-bahan tersebut belum tentu milik Wahyu. Ini masih dalam penyidikan polisi."
