pinnacullata
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 24506
- Sejak
- 24 Okt 2007
- Pesan
- 13.034
- Nilai reaksi
- 224
- Poin
- 63
pedagang barang antik
Evi dan Endah adalah sepasang sahabat karib. Mereka masing-masing sudah cukup lama menikah. Suatu hari, Evi uring-uringan karena menurutnya suaminya tidak lagi menganggap dia menarik.
“Semakin lama dia semakin tidak memperhatikan aku lagi!” tangis Evi.
“Aku ikut menyesal, Vi, tapi suamiku kok lain ya. Menurut dia, semakin lama aku semakin tampak cantik,” jawab Endah.
“Ya terang aja, suamimu kan pedagang barang antik!”
· · · · · · · · · ·
Seorang suami di bioskop
Suami: “Kamu dapat melihatnya, sayang?”
Istri: “Ya.”
Suami: “Apa kursimu nyaman?”
Istri: “Ya.”
Suami: “Apa ada yang mengganggumu?”
Istri: “Tidak.”
Suami: “Bagus! Kalau gitu kita tukaran tempat.”
Email merayu
Si Asep sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan (baca: merayu) dengan cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut:
Cowok: “Maaf, mbak. Mbak punya obeng, ngga?”
Cewek: “Ha? Nggak..”
Cowok: “Kalo nomer hp punya kan?”
Akhirnya, Asep Surasep ingin mencoba “rayuan maut” tersebut.
Dan… Di suatu taman…
Asep: “Maaf, mbak. Mbak punya obeng nggak?”
Cewek: “Punya… Mau yang plus atau minus?”
Asep: “Eh?!? Ngg… yang minus aja mbak. Kalo palu punya nggak?”
Cewek: “Punya juga nih…”
Asep: “(Damn..) Kalo kunci inggris, ada nggak?” (dengan penuh pengharapan agar si cewek menjawab “tidak”)
Cewek: “Ooo… itu juga ada… dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau yang mana?”
Asep: “(Busseeet… DAAMMMN…!!) To the point aja deh, mbak. Mbak punya nomer hape nggak?”
Cewek: “Ooo… ini… (sambil menyodorkan kartu nama dan brosur Ace hardware). Kalo mas butuh perkakas, hubungi saya aja. Saya kebetulan di bagian sales Ace Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ace hardware gitu lho!!!”
Asep: “…Nasiiib…” (sambil pergi dengan tertunduk lesu…)
Evi dan Endah adalah sepasang sahabat karib. Mereka masing-masing sudah cukup lama menikah. Suatu hari, Evi uring-uringan karena menurutnya suaminya tidak lagi menganggap dia menarik.
“Semakin lama dia semakin tidak memperhatikan aku lagi!” tangis Evi.
“Aku ikut menyesal, Vi, tapi suamiku kok lain ya. Menurut dia, semakin lama aku semakin tampak cantik,” jawab Endah.
“Ya terang aja, suamimu kan pedagang barang antik!”
· · · · · · · · · ·
Seorang suami di bioskop
Suami: “Kamu dapat melihatnya, sayang?”
Istri: “Ya.”
Suami: “Apa kursimu nyaman?”
Istri: “Ya.”
Suami: “Apa ada yang mengganggumu?”
Istri: “Tidak.”
Suami: “Bagus! Kalau gitu kita tukaran tempat.”
Email merayu
Si Asep sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan (baca: merayu) dengan cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut:
Cowok: “Maaf, mbak. Mbak punya obeng, ngga?”
Cewek: “Ha? Nggak..”
Cowok: “Kalo nomer hp punya kan?”
Akhirnya, Asep Surasep ingin mencoba “rayuan maut” tersebut.
Dan… Di suatu taman…
Asep: “Maaf, mbak. Mbak punya obeng nggak?”
Cewek: “Punya… Mau yang plus atau minus?”
Asep: “Eh?!? Ngg… yang minus aja mbak. Kalo palu punya nggak?”
Cewek: “Punya juga nih…”
Asep: “(Damn..) Kalo kunci inggris, ada nggak?” (dengan penuh pengharapan agar si cewek menjawab “tidak”)
Cewek: “Ooo… itu juga ada… dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau yang mana?”
Asep: “(Busseeet… DAAMMMN…!!) To the point aja deh, mbak. Mbak punya nomer hape nggak?”
Cewek: “Ooo… ini… (sambil menyodorkan kartu nama dan brosur Ace hardware). Kalo mas butuh perkakas, hubungi saya aja. Saya kebetulan di bagian sales Ace Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ace hardware gitu lho!!!”
Asep: “…Nasiiib…” (sambil pergi dengan tertunduk lesu…)


ada2 aja.. 