Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Halo, Genk. Berjumpa lagi dengan penulis tangguh Anda di sini. Kali ini, saya akan menuliskan kegelisahan tentang kejadian yg dapat disebut sebagai bencana nasional yg sangat serius. Kali ini saya akan mengangkat berita tentang bagaimana dapat server Pusat Data Nasional, yg di dalamnya terdapat berbagai data dari institusi pelayanan publik, BUMN, & Kementerian terkait, yg terkena ransomware.
Oke yg perdana ,Apa sih RansomeWare itu?
Aku akan menjelaskan dengan cara yg sederhana, yaitu kejahatan internet yg dilakukan dengan cara masuk ke dalam sistem, baik itu server, komputer, atau website. Setelah berhasil, pelaku mencuri data, kemudian mengenkripsi (mengunci) data tersebut & meminta uang tebusan kepada pemilik data untuk membuka file/data yg sudah dienkripsi.
Kronologi kejadian
Pada 20 Juni 2024, layanin imigrasi di bandara-bandara Indonesia mengalami gangguan, menandakan adanya masalah pada Server Pusat Data Nasional yg menyediakan layanin tersebut. Kemudian setelah terjadi gangguan hampir 3 hari baru pada hari ke 4 di tanggal 24 Juni 2024 KOMINFO Mengakuibahwa SERVER PDN sudah diretas, menyebabkan semua data pelanggan terkunci oleh ransomware LockBit 3.02 atau Brain Chipper.
Pernyataan Resmi KOMINFO
Tapi spesifik untuk kasus PDN ini , seperti pada keterangan rilis press KOMINFO , mengatakan Data tidak Bocor cuma saja di kunci & Dimintai Tebusan sebesar 8 Juta Dollar as ( Rp 131,2 milliar) . & ini jadi perdebatan apakah benar tidak bocor ? kalaupun tidak bocor pihak Kominfo menyatakan itu cuma data lama & cuma sebesar 2% saja.
Kejadian penyerangan server PDN ini sangat menyedihkan bagi negara ini, yg berdampak pada banyak aspek, baik domestik maupun internasional. Pernyataan pejabat terkait yg tidak bertanggung jawab, mulai dari menyalahkan masyarakat karena tidak berperan dalam pencerahan & pentingnya keamanan data, hingga menyebut kurangnya jumlah perguruan tinggi dengan jurusan Keamanan Siber, sungguh tidak dapat diterima. Seharusnya, sebagai orang yg bertanggung jawab, mereka harus mengambil tindakan yg lebih bijaksana & bertanggung jawab.
Belum lagi dengan berbagai fakta mengejutkan & mencengangkan. Mulai dari OS Server yg mengpakai Windows (hanya dugaan) & cuma mengandalkan Windows Deffender.
Tidak adanya backup data secara berkala juga jadi masalah. Bahkan, pihak layanin Pengguna, yaitu dari Imigrasi sendiri, sudah mengirimkan surat untuk mengerjakan pembackupan data.
Namun, pernyataan bahwa data kemungkinan tidak bocor & cuma dienkripsi dapat jadi itu memang benar. Kenapa? Menurut pandangan aku sendiri, dengan jumlah tenant pengguna PDN yg mencapai 281(kurang lebih), dapat dibayangkan jumlah data yg tersimpan pasti banyak. Jika aktor harap menyalin (mendownload) semua data, maka akan membutuhkan waktu yg lama & kemungkinan dapat ketahuan dari proses yg bakalan meningkat secara pesat.
Tapi, mengingat waktu kejadian yg mencapai 4 hari, kemungkinan beberapa sudah tersalin . Mari berharap yg terbaik, semoga ada jalan keluar, sekalipun orang yg bertanggung jawab atas peristiwa ini sudah pesimis & saling menyalahkan.
TANGGAPAN
Sebagai warga negara yg jadi korban pembobolan keamanan. Terlebih yg terdampak adalah data nasional, aku sangat kecewa dengan cara pemimpin ini memilih pejabat untuk posisi penting ini. Hanya karena harap membalas budi, jangan hingga menempatkan seseorang di bidang yg bukan keahliannya. Sekarang, setelah kejadianpun , Pak Presidenmasih diam saja. Setidaknya buatlah pernyataan untuk menenangkan masyarakat & menunjukkan kehadiran presiden.
KESIMPULAN
Jangan pernah memberikan pekerjaan kepada seseorang yg bukan ahlinya, meskipun ada alasan balas budi.
Baiklah, cukup sekian tulisan panjang ini. Ingin mengeluh lebih banyak, tetapi sudahlah.
Oke yg perdana ,Apa sih RansomeWare itu?
Aku akan menjelaskan dengan cara yg sederhana, yaitu kejahatan internet yg dilakukan dengan cara masuk ke dalam sistem, baik itu server, komputer, atau website. Setelah berhasil, pelaku mencuri data, kemudian mengenkripsi (mengunci) data tersebut & meminta uang tebusan kepada pemilik data untuk membuka file/data yg sudah dienkripsi.
Kronologi kejadian
Pada 20 Juni 2024, layanin imigrasi di bandara-bandara Indonesia mengalami gangguan, menandakan adanya masalah pada Server Pusat Data Nasional yg menyediakan layanin tersebut. Kemudian setelah terjadi gangguan hampir 3 hari baru pada hari ke 4 di tanggal 24 Juni 2024 KOMINFO Mengakuibahwa SERVER PDN sudah diretas, menyebabkan semua data pelanggan terkunci oleh ransomware LockBit 3.02 atau Brain Chipper.
Pernyataan Resmi KOMINFO
Tapi spesifik untuk kasus PDN ini , seperti pada keterangan rilis press KOMINFO , mengatakan Data tidak Bocor cuma saja di kunci & Dimintai Tebusan sebesar 8 Juta Dollar as ( Rp 131,2 milliar) . & ini jadi perdebatan apakah benar tidak bocor ? kalaupun tidak bocor pihak Kominfo menyatakan itu cuma data lama & cuma sebesar 2% saja.
Kejadian penyerangan server PDN ini sangat menyedihkan bagi negara ini, yg berdampak pada banyak aspek, baik domestik maupun internasional. Pernyataan pejabat terkait yg tidak bertanggung jawab, mulai dari menyalahkan masyarakat karena tidak berperan dalam pencerahan & pentingnya keamanan data, hingga menyebut kurangnya jumlah perguruan tinggi dengan jurusan Keamanan Siber, sungguh tidak dapat diterima. Seharusnya, sebagai orang yg bertanggung jawab, mereka harus mengambil tindakan yg lebih bijaksana & bertanggung jawab.
Belum lagi dengan berbagai fakta mengejutkan & mencengangkan. Mulai dari OS Server yg mengpakai Windows (hanya dugaan) & cuma mengandalkan Windows Deffender.
Tidak adanya backup data secara berkala juga jadi masalah. Bahkan, pihak layanin Pengguna, yaitu dari Imigrasi sendiri, sudah mengirimkan surat untuk mengerjakan pembackupan data.
Namun, pernyataan bahwa data kemungkinan tidak bocor & cuma dienkripsi dapat jadi itu memang benar. Kenapa? Menurut pandangan aku sendiri, dengan jumlah tenant pengguna PDN yg mencapai 281(kurang lebih), dapat dibayangkan jumlah data yg tersimpan pasti banyak. Jika aktor harap menyalin (mendownload) semua data, maka akan membutuhkan waktu yg lama & kemungkinan dapat ketahuan dari proses yg bakalan meningkat secara pesat.
Tapi, mengingat waktu kejadian yg mencapai 4 hari, kemungkinan beberapa sudah tersalin . Mari berharap yg terbaik, semoga ada jalan keluar, sekalipun orang yg bertanggung jawab atas peristiwa ini sudah pesimis & saling menyalahkan.
TANGGAPAN
Sebagai warga negara yg jadi korban pembobolan keamanan. Terlebih yg terdampak adalah data nasional, aku sangat kecewa dengan cara pemimpin ini memilih pejabat untuk posisi penting ini. Hanya karena harap membalas budi, jangan hingga menempatkan seseorang di bidang yg bukan keahliannya. Sekarang, setelah kejadianpun , Pak Presidenmasih diam saja. Setidaknya buatlah pernyataan untuk menenangkan masyarakat & menunjukkan kehadiran presiden.
KESIMPULAN
Jangan pernah memberikan pekerjaan kepada seseorang yg bukan ahlinya, meskipun ada alasan balas budi.
Baiklah, cukup sekian tulisan panjang ini. Ingin mengeluh lebih banyak, tetapi sudahlah.