roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Selasa, 28 Oktober 2008 | 18:10 WIB
SOLO, SELASA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambut baik sikap resmi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang akhirnya resmi mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat capres 2009. Hal ini diungkapkan oleh Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di sela-sela acara peringatan Hari Sumpah Pemuda serta nomor urut 28 PDIP sebagai peserta Pemilu, di Solo. Jawa Tengah, Selasa (28/10).
"Keinginan untuk maju (sebagai capres 2009), kalau jauh-jauh hari, lebih baik. Ibu Mega juga sudah jauh-jauh hari menyatakan kesediaannya untuk maju. Jadi, kita ingin mempersilahkan kepada siapapun yang ingin maju dan tidak perlu dikhawatirkan, " kata Pramono Anung.
Pramono kemudian mengingatkan kepada para kandidat capres, termasuk kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X, berdasar konstitusi, calon yang akan bertarung pada Pilpres 2009, harus mendapat dukungan dari partai politik. "Sri Sultan yang sudah menyatakan niatnya maju, maknanya baru sebatas makna psikologis. Sesuai konstitusi mekanismenya, calon harus didukung oleh partai politik," kata Pramono.
Meski mendukung Sri Sultan menjadi rival Megawati dalam Pilpres 2009, namun, secara tersirat Pramono Anung mengakui, figur Raja Jawa ini tetap menjadi incaran. "Yang jelas, siapa saja yang punya potensi, kita akan perhitungkan. Termasuk Sri Sultan yang mendapat survei signifikan. Sultan selalu berada di empat besar. Sultan masih mungkin untuk bisa dipinang," katanya.
-----------------------------------
Kali kali politik saya:
SBY bersaing ketat dengan Mega. Katakanlah SBY 35%, Mega 30%... (berdasarkan poll popularitas terakhir).
Nah... Ada beda sifat dari pendukung Mega dan SBY. Disini, Mega diuntungkan, karena pendukung dia kebanyakan adalah pendukung fanatik yang turun temurun sebagai pengagum Bung Karno, terkonsentrasi di pelosok negri dan daerah-daerah yang lebih terpencil. Sementara pendukung SBY kebanyakan adalah kaum muda, intelektual dan terkonsentrasi di kota-kota besar dan daerah yang cenderung lebih mau.
Bila Sri Sultan mencalonkan diri.....
1. Suara rakyat SBY akan sangat terpengaruh. Sementara
2. Suara rakyat yang mendukung Mega, kemungkinan besar tidak akan begitu berubah. (juga bisa dilihat dari kenyataan polling).
3. Berat bagi Sri Sultan untuk menggasak habis suara untuk SBY.
4. Akhirnya suara untuk SBY dan Sri Sultan terpecah.
5. PDIP dengan Mega, paling diuntungkan bila banyak calon alternatif.
6. Mungkin begitu kali-kali PDIP, sehingga mereka menyambut baik pencalonan Sri Sultan sebagai kandidat presiden.
Siapapun presidennya.... yang menang adalah pilihan rakyat....
SOLO, SELASA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambut baik sikap resmi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang akhirnya resmi mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat capres 2009. Hal ini diungkapkan oleh Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di sela-sela acara peringatan Hari Sumpah Pemuda serta nomor urut 28 PDIP sebagai peserta Pemilu, di Solo. Jawa Tengah, Selasa (28/10).
"Keinginan untuk maju (sebagai capres 2009), kalau jauh-jauh hari, lebih baik. Ibu Mega juga sudah jauh-jauh hari menyatakan kesediaannya untuk maju. Jadi, kita ingin mempersilahkan kepada siapapun yang ingin maju dan tidak perlu dikhawatirkan, " kata Pramono Anung.
Pramono kemudian mengingatkan kepada para kandidat capres, termasuk kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X, berdasar konstitusi, calon yang akan bertarung pada Pilpres 2009, harus mendapat dukungan dari partai politik. "Sri Sultan yang sudah menyatakan niatnya maju, maknanya baru sebatas makna psikologis. Sesuai konstitusi mekanismenya, calon harus didukung oleh partai politik," kata Pramono.
Meski mendukung Sri Sultan menjadi rival Megawati dalam Pilpres 2009, namun, secara tersirat Pramono Anung mengakui, figur Raja Jawa ini tetap menjadi incaran. "Yang jelas, siapa saja yang punya potensi, kita akan perhitungkan. Termasuk Sri Sultan yang mendapat survei signifikan. Sultan selalu berada di empat besar. Sultan masih mungkin untuk bisa dipinang," katanya.
-----------------------------------
Kali kali politik saya:
SBY bersaing ketat dengan Mega. Katakanlah SBY 35%, Mega 30%... (berdasarkan poll popularitas terakhir).
Nah... Ada beda sifat dari pendukung Mega dan SBY. Disini, Mega diuntungkan, karena pendukung dia kebanyakan adalah pendukung fanatik yang turun temurun sebagai pengagum Bung Karno, terkonsentrasi di pelosok negri dan daerah-daerah yang lebih terpencil. Sementara pendukung SBY kebanyakan adalah kaum muda, intelektual dan terkonsentrasi di kota-kota besar dan daerah yang cenderung lebih mau.
Bila Sri Sultan mencalonkan diri.....
1. Suara rakyat SBY akan sangat terpengaruh. Sementara
2. Suara rakyat yang mendukung Mega, kemungkinan besar tidak akan begitu berubah. (juga bisa dilihat dari kenyataan polling).
3. Berat bagi Sri Sultan untuk menggasak habis suara untuk SBY.
4. Akhirnya suara untuk SBY dan Sri Sultan terpecah.
5. PDIP dengan Mega, paling diuntungkan bila banyak calon alternatif.
6. Mungkin begitu kali-kali PDIP, sehingga mereka menyambut baik pencalonan Sri Sultan sebagai kandidat presiden.
Siapapun presidennya.... yang menang adalah pilihan rakyat....