• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Payudara Sehat, Remas Sesering Mungkin

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
tfB.jpg


MERABA payudara merupakan salah satu cara untuk mengetahui gejala awal kanker payudara. Uniknya, saat ini muncul sebuah studi bahwa bukan hanya dengan meraba, namun meremas payudara dapat membantu menyehatkan payudara wanita.

Menurut para peneliti dari University of California, di Barkeley, memberikan gerakan mekanik saat pemeriksaan mandiri (dalam hal ini meremas payudara) ternyata dapat mengembalikan proses pertumbuhan sel yang tidak teratur dan menempatkan sel tersebut kembali ke pola pertumbuhan normal, demikian yang dilansir Foxnews.

Jaringan pada payudara dikenal akan tumbuh, menyusut, dan melakukan pergeseran sepanjang perjalanan hidup seorang wanita dalam pola yang terstruktur, hingga akhirnya berhenti di beberapa titik. Kanker payudara sering ditandai dengan gangguan dalam pola pertumbuhan sel, sehingga sel menjadi tidak normal, dan memicu pertumbuhan sel kanker.

Para peneliti di Barkeley menunjukkan adanya kemungkinan mencegah sel kanker berubah menjadi tumor pada payudara. Mereka menumbuhkan sel epitel payudara yang ganas dalam substansi seperti gelatin, yang disuntikkan ke ruang silicon. Kemudian mereka menerapkan remasan pada silicon tersebut dan menyaksikan sel ganas yang tumbuh berubah menjadi sel yang tampak lebih sehat dari waktu ke waktu.

Namun begitu, para peneliti tidak merekomendasikan remasan pada payudara ini sebagai salah satu terapi, atau menggunakan bra kompresi, atau mencoba mengobati kanker payudara sendiri. “Biarpun begitu, ini memberikan kita petunjuk baru untuk melacak molekul dan struktur yang bisa ditargetkan untuk terapi,” ungkap Daniel Fletcher, profesor bioteknologi di Berkeley dan ilmuwan fakultas di Lab Berkeley.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.