Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kalau ada pihak oposisi yg kebakaran jenggot tentang pemindahan Ibukota ke Kalimantan, itu hanyalah suara-suara angin yg tak berguna. Akan hilang & jadi sandiwara politik murahan, yg mungkin saja esok ketika Ibukota sudah dibangun mereka bersuka cita membangun rumah mewah disana.
Pihak oposisi kalau tak ribut, tak akan menciptakan dagelan. Kalau perlu menumbalkan agama & harga dirinya untuk mendapatkan perhatian. Karena sekali lagi harus diucapkan, bahwa orang baik biasanya bukan politisi yg baik.
Mengenai pemindahan Ibukota Jakarta ke Kalimantan Timur, bukan cuma sekedar mengatasi masalah kebanjiran, atau kepadatan penduduk di Jakarta. Tapi lebih daripada itu, disadari atau tidak ide memindahkan Ibukota sudah ada sejak era Bung Karno yg harap memindahkan Ibukota ke Kalimantan Tengah.
Pindahnya Ibukota Indonesia memang ada 2 faktor, yg perdana geopolitik & juga geoekonomi. Dari segi politik & keselamatan, memang Ibukota yg dekat dengan pesisir pantai atau dekat dengan negara tetangga, akan mendapatkan ancaman dari negara lain.
Lihat saja Turki, Myanmar, Pakistan & Khazakstan & Korea Selatan mereka memindahkan Ibukotanya dari wilayah yg dekat dengan perbatasan, supaya lebih aman.
Kini pemindahan Ibukota kembali di agendakan dimasa pemerintahan Presiden Jokowi, yg banyak menghidupkan kembali retorika & naratif dari Presiden Sukarno.
Kenapa yg dipilih adalah Kalimantan? Selain mengurai masalah dari kebanjiran, kemacetan, hingga kepadatan penduduk. Namun ada visi kedepan yg dahulu dinamakan Nusa Tanjung Negara, yaitu wilayah Kalimantan di era Majapahit.
Karena tanpa disadari atau tidak Majapahit jadi inspirasi adanya negara Indonesia saat ini. Dan melihat perkembangan dunia, dimama energi minyak mulai perlahan tergantikan maka cita-cita Indonesia jadi negara adikuasa bukanlah hal yg mustahil terjadi, kenapa?
Karena ekonomi Indonesia masuk urutan ke enam belas di dunia, & masuk urutan kelima terbesar di asia. Di perkiraan tahun 2050, ekonomi Indonesia akan jadi urutan yg keempat terbesar di dunia.
Maka saat ini kenapa pemerintah menggenjot infrastruktur, karena Amerika mengerjakan pembenahan infrastruktur sebelum jadi negara adikuasa.
Menariknya pembangunan Ibukota Kalimantan tentu akan memberikan akibat pada negara tetangga, seperti Sabah & Serawak & resikonya cukup akbar bagi mereka yg masih ada keharapan lepas dari Malaysia.
Ketika pax Indonesiana seperti halnya pax Americana dahulu benar-benar bangkit, maka Malaysia dapat saja jadi Kanada atau Meksiko dimana kedua negara itu kalah hebat dibandingkan Amerika.
Maka, kalau ada warga Indonesia yg kritik kebijakan ini apalagi dikaitkan dengan tempat jin buang anak, jadi sangat aneh apakah mereka warga negara Indonesia atau antek asing?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google