• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

paulus pelayan Tuhan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ichreza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ichreza

IndoForum Newbie C
No. Urut
87077
Sejak
16 Des 2009
Pesan
148
Nilai reaksi
6
Poin
18
Pelayanan Paulus
Sebagai Model Pelayanan Kita
(Kisah 20 : 17 - 38)
(Oleh: Pdt. Souw Suharwan)
PENDAHULUAN: Selamat melayani kepada 9 Majelis jemaat yang telah diteguhkan. Juga selamat kepada Jemaat Majelis Palembang yang telah diteguhkan secara terpisah pada tanggal 08 Juni 2003 dan Majelis Jemaat Makassar pada tanggal 22 Juni 2003. Tidak lama lagi, yaitu di bulan Agustus juga akan diteguhkan para Pengurus Komisi dari 11 Jemaat. Karena banyaknya pelayan-pelayan Tuhan di lingkungan GKY, maka tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk membekali dan memotivasi setiap pelayan Tuhan.
PAULUS adalah seorang rasul yang agung. Sebelum ia menerima panggilan Tuhan untuk menjadi rasul, ia adalah seorang penganiaya jemaat. (Filipi 3 : 6). Ia dengan penuh penyesalan menceritakan masa lalunya, kepada anak rohaninya, Timotius dengan ungkapan yang sedih.
"Aku yang tadinya penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, akan tetapi telah dikasihinya. Karena semuanya itu kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman." (I Tim 1 : 13). Ia menyadari, bahwa ia dapat melayani Tuhan itu, adalah karena Kasih Karunia Tuhan yang bekerja di dalam hidupnya. Jika ia boleh menjadi rekan kerja Allah untuk menjaga kawanan domba Allah dan memberitakan Firman, itu semata-mata anugerah Tuhan yang besar telah dipercayakan kepadanya.
Dalam Kis 20 : 17 - 38 dikisahkan tentang nasihat Paulus kepada persatuan Efesus ketika ia berada di Miletus. Di dalamnya kita dapat melihat siapakah seorang pelayan Tuhan itu. Dengan sikap yang bagaimana kita melayani Tuhan? Mengapa ketaatan itu mutlak diperlukan oleh seorang pelayan? Melaui uraian singkat di bawah ini, kiranya kita sebagai pelayan Tuhan dapat bercermin pada kehidupan pelayanan Rasul Paulus.
MENJAGA KESAKSIAN HIDUPNYA
Dalam Kisa 20 : 18, dengan mengatakan:"Kamu tahu bagaimana aku hidup di antara kamu....", sebenarnya Rasul Paulus sedang menunjukkan tentang kehidupannya yang dapat dipertanggungjawabkannya. Ia menyadari bahwa hidupnya bagaikan surat yang terbuka yang mudah dibaca oleh orang lain. (II Kor 3 : 3). Segala tingkah laku dan perbuatannya tidak lepas dari pengamatan orang di sekitarnya. Rasul Paulus menjaga ketat kehidupan moralnya, kesucian hidupnya, perkataannya dan tingkah lakunya. Bahkan ia keras terhadap diri sendiri dalam hal disiplin, karena ia menyadari seorang pelayan Tuhan harus mendisiplinkan diri sedemikian rupa, sehingga hidupnya tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dan, ia berani diuji oleh orang lain. Dengan mengatakan :"Kamu tahu bagaimana aku hidup" berarti dia mengizinkan orang lain untuk menilai siapa dirinya yang sesungguhnya.
Orang lain bisa melihat dan menilai bagaimana hubungannya dengan Tuhan? Bagaimana relasinya dengan jemaat dan rekan kerjanya? Bagaimana kehidupan moralnya? Apa motivasi pelayanannya? Pertanyaan-pertanyaan di atas mengarah kepada satu hal siapa sesungguhnya orang ini? Ketika orang lain mengevaluasi hidupnya, seolah-olah Rasul Paulus ingin mengatakan,"Aku lulus dari ujian ini karena aku bersih. Aku dapat mempertanggung jawabkan seluruh kehidupanku baik di hadapan Tuhan maupun sesama. "Kamu tahu bagimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini".
Kehidupan yang transparan dan terbuka ini hendaknya menjadi cerminan bagi setiap pelayan Tuhan. Hendaknya kita menyadari bahwa kehidupan kita bagaikan surat-surat terbuka yang mudah dibaca oleh orang lain sebagai pelayan Kasih Karunia Allah, tidak mungkin kita menghindari penilaian dari luar.
RENDAH HATI DALAM MELAYANI TUHAN
Rasul Paulus menjelaskan bahwa pada waktu ia melayani Tuhan, ia telah mendemonstrasikansikap rendah hatinya di hadapan banyak orang, pada waktu ia mengatakan,"dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan" Dengan perkataan seperti itu, dia tak bermaksud untuk menguntungkan dirinya, melainkan untuk menunjukkan segala sesuatunya kepada Sang Pengutusnya. Bagi Paulus tidak ada sesuatu yang dapat ia banggakan selain dari Kasih Karunia Tuhan yang telah mengubahnya menjadi seorang pelayan yang rendah hati.
Siapakah sesungguhnya Paulus? Di bagian pendahuluan telah disinggung selain singkat bahwa dulunya ia seorang penghujat, penganiaya jemaat dan seorang yang ganas. Tetapi, dia telah dikasihi Tuhan. Apa yang menyebabkan perubahan dan perilakunya begitu drastis? Dari seorang seorang penghujat dan penganiaya yang ganas menjadi seorang pelayan Tuhan yang rendah hati? Itu hanya anugerah Tuhan yang dapat mengubah perilaku seseorang.
Bagi pelayan Tuhan, camkanlah hal ini: Anugerah Tuhan tidak sekedar memanggil kita melayani, tetapi di dalam pelayanan itu Tuhan tidak henti-hentinya membentuknya menjadi seorang pelayan sebagaimana yang Tuhan kehendaki.
Di dalam satu khotbahnya, Pdt. Yohan Cam pernah berkata bahwa anugerah Tuhan selalu merupakan "Transforming Grace" yaitu anugerah yang mengubah hidup si penerimanya. Tanpa point ini anugerah
adalah anugerah yang merusak. Kita akan menjadi pelayan yang berbahaya karena merasa "oke-oke" saja dengan segala kejelekan kita, toh Tuhan akan tetap memakai kita.
Dalam pelayanan selalu ada dua hal yang dinyatakan kepada kita, yaitu:
1. Karunia pelayanan yang kita miliki.
2. Kelemahan-kelemahan dalam diri kita.
Melalui pelayanan selain mengetahui kelebihan-kelebihan kita, kita juga akan mengetahui kelemahan-kelemahan kita. Pada waktu kita melayani, ternyata kita adalah seorang pemarah, kurang kasih, mudah tersinggung, tidak dapat menerima kritikan orang, suka menguntungkan diri. Dengan demikian pelayanan selalu merupakan kesempatan bagi Tuhan untuk memoles kita, membuang hal-hal buruk yang ada pada kita. Sekaligus menambal kekurangan-kekurangan kita.
Dengan anugerah Tuhan, kiranya kesombongan, keinginan, kebanggaan kita dikikis habis, agar bisa menjadi pelayan Tuhan yang rendah hati, sesuai dengan kehendak Tuhan.
TAAT PADA KEHENDAK TUHAN
Saat melayani Tuhan, ketaatan mutlak diperlukan. Dalam Kis 20 : 19 - 38 kita dapat menemukan daftar ketaatan, kesetiaan Paulus yang sangat mengagumkan.
1. Tetap taat melayani sekalipun banyak mencucurkan air mata dan mengalami pencobaan dari pihak Yahudi yang mau membunuhnya.
2. Tetap taat dan setia dalam membina jemaat dan mengajarkan Firman Tuhan, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah jemaat.(ayat 20)
3. Tetap taat dan setia dalam menyaksikan Injil Kerajaan Allah baik kepada orang-orang Yahudi maupun Yunani.
4. Tetap taat dan setia dalam menunaikan tugas dan pelayanannya, sekalipun nyawa yang menjadi taruhannya. Ia tidak gentar dan ingin menuntaskan pelayanannya sampai akhir. (ayat 22 - 24)
5. Tetap taat dan setia dalam mendisiplinkan diri sehingga ia tetap dalam keadaan bersih dan tidak bersalah kepada siapapun. (ayat 25 - 26)
6. Tetap taat dan setia selama tiga tahun lamanya siang dan malam dengan tidak henti-hentinya memberikan dorongan semangat dan nasihat untuk menjaga seluruh kawanan Domba Allah. (Ayat 27 - 32)
7. Tetap taat dan setia dalam pelayanan sekalipun ia membiayai sendiri untuk memenuhi keperluannya atau keperluan rekan kerjanya dalam pelayanan pekabaran Injil. (ayat 33 -38).
Semua hal di atas dilakukan rasul Paulus di dalam ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan. Sekalipun ada begitu banyak kesulitan dan penderitaan, ia taat bahkan taat sampai mati. Ia ingin menuntaskan pelayanannya dengan ketaatan yang mutlak kepada Pengutusnya.
Karya-karya besar Paulus dipakai dan diperhitungkan Tuhan sebagai hasil pelayanannya. Seandainya Paulus tidak taat pada pimpinan Tuhan, betapa ruginya dia. Karena ia dipakai Tuhan tetapi itu tidak diperhitungkan sebagai hasil pelayanannya.
PENUTUP
Setelah kita mencermati bagaimana panggilan, pembentukan dan pemakaian Tuhan atas Paulus maupun atas diri kita semua, jelaslah bahwa itu semuanya hanya bagi hormat dan kemuliaan Tuhan saja.
Selamat melayani kepada Majelis Gereja Kristus Yesus periode I, kepada para Pengurus Komisi dan para Aktivis. Tunaikanlah tugas pelayanan sampai akhir. Tuhan memberkati. Amin.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.