Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.416
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Patrice Evra kritik keras pendekatan transfer Manchester United.
Mantan bek Manchester United & timnas Prancis Patrice Evra (kanan) bersama mantan pemain MU & kini pemain Juventus Cristiano Ronaldo dalam sebuah foto di Monako pada 29 Agustus 2019. Evra menyebut kesulitan Setan Merah dalam pasar transfer ini adalah gara-gara menyerahkan kendali negosiasi transfer kepada pengacara & bukannya kepada orang-orang yg mengetahui sepakbola. (AFP/VALERY HACHE)
Jakarta (ANTARA) - Mantan bek sayap Manchester United Patrice Evra menyebut kesulitan Setan Merah dalam pasar transfer ini adalah gara-gara menyerahkan kendali negosiasi transfer kepada pengacara & bukannya kepada orang-orang yg mengetahui sepakbola.
United yg kalah 1-3 pada laga pembuka Liga Premier-nya melawan Crystal Palace Sabtu pekan lalu sejak akhir musim lalu disebut-sebut bakal merekrut pemain Borussia Dortmund asal Inggris Jadon Sancho namun tak kunjung menyepakati kesepakatan transfer.
Dalam video yg diposting di Instagram, mantan pemain timnas Prancis berusia 39 tahun itu membandingkan pendekatan transfer United di bawah kepemimpinan kepala eksekutif Ed Woodward, dengan yg dilakukan duet David Gill yg waktu itu CEO & Alex Ferguson ketika masih jadi pelatih.
Baca juga: Manchester United carikan klub baru untuk Sergio Romero
Baca juga: MU dipecundangi Palace 1-3
"Ketika Manchester United mengharapkan seorang pemain maka mereka datang & berbicara tatap muka langsung," mengatakan Evra seperti dikutip Reuters.
"Ketika Ferguson & David Gill datang guna berjumpa saya di Monaco itu lebih sengit daripada diwawancarai CIA atau FBI," sambung Evra.
"Tetapi kini telepon saya berdering dari seorang direktur olahraga dari klub sepak bola top (lainnya) & mereka bilang ‘Patrice, dapatkah Anda mintakan tolong supaya (negosiator kontrak)) Matthew Judge menjawab teleponnya."
"Orang harus paham kita mengirimkan pengacara untuk berbicara dengan pemain. Jadi manakala kita kirim pengacara maka mereka akan bahas angka, mereka bukan orang dari dunia sepakbola," mengatakan Evra yg memperkuat MU dari 2006 hingga 2014.
Baca juga: MU harus beli Sancho musim panas ini
Dalam dua kejadian terkenal, Dortmund mengalahkan United dalam mendapatkan striker Norwegia Erling Haaland & gelandang Inggris Jude Bellingham dari Birmingham City.
"Kita tak mendapatkan satu pun (kontrak) karena kita mengirimkan orang yg salah untuk berbicara dengan mereka," mengatakan Evra, yg disebutnya berbeda dengan pendekatan yg dilakukan klub-klub lain seperti Real Madrid saat menangani rekrutmen.
"Mereka mengirimkan orang yg tahu klub, yg suka club berbicara tentang klub, bukan pengacara yg cuma bicara soal uang," tutup Evra.
Baca juga: Manchester United gencarkan upaya untuk rekrut Reguilon dari Madrid
Berita diatas dikutip dari internet, jika Patrice Evra kritik keras pendekatan transfer Manchester United adalah spam, mohon beritahu kami.
Mantan bek Manchester United & timnas Prancis Patrice Evra (kanan) bersama mantan pemain MU & kini pemain Juventus Cristiano Ronaldo dalam sebuah foto di Monako pada 29 Agustus 2019. Evra menyebut kesulitan Setan Merah dalam pasar transfer ini adalah gara-gara menyerahkan kendali negosiasi transfer kepada pengacara & bukannya kepada orang-orang yg mengetahui sepakbola. (AFP/VALERY HACHE)
Jakarta (ANTARA) - Mantan bek sayap Manchester United Patrice Evra menyebut kesulitan Setan Merah dalam pasar transfer ini adalah gara-gara menyerahkan kendali negosiasi transfer kepada pengacara & bukannya kepada orang-orang yg mengetahui sepakbola.
United yg kalah 1-3 pada laga pembuka Liga Premier-nya melawan Crystal Palace Sabtu pekan lalu sejak akhir musim lalu disebut-sebut bakal merekrut pemain Borussia Dortmund asal Inggris Jadon Sancho namun tak kunjung menyepakati kesepakatan transfer.
Dalam video yg diposting di Instagram, mantan pemain timnas Prancis berusia 39 tahun itu membandingkan pendekatan transfer United di bawah kepemimpinan kepala eksekutif Ed Woodward, dengan yg dilakukan duet David Gill yg waktu itu CEO & Alex Ferguson ketika masih jadi pelatih.
Baca juga: Manchester United carikan klub baru untuk Sergio Romero
Baca juga: MU dipecundangi Palace 1-3
"Ketika Manchester United mengharapkan seorang pemain maka mereka datang & berbicara tatap muka langsung," mengatakan Evra seperti dikutip Reuters.
"Ketika Ferguson & David Gill datang guna berjumpa saya di Monaco itu lebih sengit daripada diwawancarai CIA atau FBI," sambung Evra.
"Tetapi kini telepon saya berdering dari seorang direktur olahraga dari klub sepak bola top (lainnya) & mereka bilang ‘Patrice, dapatkah Anda mintakan tolong supaya (negosiator kontrak)) Matthew Judge menjawab teleponnya."
"Orang harus paham kita mengirimkan pengacara untuk berbicara dengan pemain. Jadi manakala kita kirim pengacara maka mereka akan bahas angka, mereka bukan orang dari dunia sepakbola," mengatakan Evra yg memperkuat MU dari 2006 hingga 2014.
Baca juga: MU harus beli Sancho musim panas ini
Dalam dua kejadian terkenal, Dortmund mengalahkan United dalam mendapatkan striker Norwegia Erling Haaland & gelandang Inggris Jude Bellingham dari Birmingham City.
"Kita tak mendapatkan satu pun (kontrak) karena kita mengirimkan orang yg salah untuk berbicara dengan mereka," mengatakan Evra, yg disebutnya berbeda dengan pendekatan yg dilakukan klub-klub lain seperti Real Madrid saat menangani rekrutmen.
"Mereka mengirimkan orang yg tahu klub, yg suka club berbicara tentang klub, bukan pengacara yg cuma bicara soal uang," tutup Evra.
Baca juga: Manchester United gencarkan upaya untuk rekrut Reguilon dari Madrid
Berita diatas dikutip dari internet, jika Patrice Evra kritik keras pendekatan transfer Manchester United adalah spam, mohon beritahu kami.