• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita PASAR TURISARI: Proses Pembangunan Dipantau Dengan CCTV

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
SOLO – Pembangunan Pasar Turisari yang dimulai sejak enam pekan lalu terus dipantau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Kementerian Perdagangan melalui closed circuit television (CCTV).

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Solo Winoto, menjelaskan ada empat CCTV yang terpasang di empat titik Pasar Turisari. Pemasangan CCTV itu dilakukan atas permintaan Kementerian Perdagangan. Tujuannya untuk memantau pembangunan Pasar Turisari agar sesuai prosedur yang telah disepakati. Pemantauan itu akan dilakukan hingga pembangunan Pasar Turisari selesai.

Menurut Winoto, sebelumnya hal serupa telah dilakukan di Pasar Cokro Kembang Klaten. “Kementerian Perdagangan kalau memberi bantuan danang untuk pembangunan pasar biasanya seperti itu. Selalu dipantau agar hasilnya sesuai harapan,” ujarnya. Lebih lanjut, kata Winoto, pembangunan Pasar Turisari tahap pertama menghabiskan danang sebesar Rp5 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Perdagangan, ditambah Rp1,7 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Solo. “danang dari APBD Solo, sekitar Rp1,2 miliar untuk pembangunan fisik. 0,5 untuk administrasi,” jelasnya.

Koordinator proyek yang menangani pembangunan Pasar Turisari, Budi Purwanto, mengatakan pemasangan CCTV dilakukan oleh kontraktor atas perintah Disperindag Solo. CCTV itu, kata dia, on setiap hari selama 24 jam. Menurut Budi pantauan dari CCTV itu sangat membantu. Pasalnya, berbagai masukkan tentang kekurangan pembangunan pasar bisa langsung disampaikan. “Tapi enggak ada bedanya ada CCTV atau tidak. Kami tetap semangat bekerja,” ungkapnya.

Budi mengatakan pembangunan fisik Pasar Turisari telah mencapai 20%. Ia optimistis, pembangunan bisa rampung sesuai jadwal, yaitu 180 hari sejak hari pertama. “Nanti akan kami buat satu lantai. Ada basement, lantai dasar dan lantai pertama atau utama,” tambahnya di sela-sela mengawasi proyek pembangunan.
DqHO.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.