Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perusahaan di china pasang timer di toilet. Simak selengkapnya!
Upaya untuk meraih supremasi teknologi dunia kini juga melibatkan chinasehingga menciptakan amerika serikatkhawatir, buktinya Huawei hingga TikTok pun mereka cekal. Apa kuncinya sehingga China yg dulunya bukan apa-apa dapat hingga mengejar dengan cepat?
Baca juga:Seorang wanita sudah menikah 10 kali dengan alasan yg sepele
Menurut mantan CEO Google, Eric Schmidt, salah satu alasan utama adalah pendanaan gila-gilaan China untuk riset & pengembangan teknologi. Untuk saat ini, Eric menilai teknologi AS memang masih unggul, namun China mempersempit jarak dengan cepat. Sehingga hingga saat ini china terus mengembangkan teknologinya. Salah satunya teknologi di toilet.
Perusahaan teknologi bernama Kuaishou yg berbasis di Beijing, baru-baru ini memicu kemarahan di media sosial chinasetelah adanya foto yg menunjukkan pengatur waktu digital atautimerdi atas toilet karyawan.Foto tersebut jadi viral di situs daring negara tersebut.
Dikutip dariOddity Central, foto-foto tersebut menunjukkan pengatur waktu digital yg tergantung di setiap bilik & sensor kecil yg dipasang di pintu bilik untuk memicu pengatur waktu.
Pengguna media sosial chinamengecam perusahaan tersebut karena memantau & mengatur waktu pekerja kantornya di toilet untuk meningkatkan produktivitas & keuntungannya serts menyebut praktik tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia & privasi.
Namun beberapa pihakmembela perusahaan asal chinatersebut, dengan mengatakan bahwa beberapa karyawan menyalahpakai kamar mandi untuk membuang waktu dengan memainkan ponselmereka.
Sedangkan respons dari media sosial umumnya negatif & akhirnya Kuaishou mengeluarkan penjelasan untuk coba mengklarifikasi. Dalam siaran pers resmi, platform berbagi videodaring tersebut mengklaim bahwa penghitung waktu tidak dimaksudkan untuk membatasi penggunaan toilet karyawan, melainkan sebagai solusi untuk masalah kekurangan toilet yg "serius".
Gedung perkantoran Kuaishou dilaporkan mengalami kekurangan toilet & karena tata letaknya, fasilitas baru tidak dapat dibangun.Perusahaan mengatakan memutuskan untuk memasang pengatur waktu yg juga berfungsi sebagai penghitung, untuk melihat berapa banyak orang yg mengpakai bilik & untuk berapa lama. Kemudian perusahaan akan menentukan berapa banyak toilet portabel yg perlu dipasang untuk menampung stafnya.
Meskipun penjelasan tersebut masuk akal, banyak pengguna media sosial tidak yakin dengan klaim tersebut & masih percaya bahwa perusahaan cuma tertarik untuk meningkatkan keuntungannya dengan cara apa pun yg diperlukan.
Pemantauan penggunaan toilet karyawan tidak pernah terdengar di China.Apple Dailyyang berbasis di Hong Kong melaporkan bahwa satu perusahaan di Shanghai membatasi penggunaan toilet karyawan hingga total 10 menit setiap hari, sementara yg lain memantau berapa banyak waktu yg dihabiskan karyawan untuk berada di ruang tersebut.
Sekian thread dari ane
Semoga bermanfaat
____________________________
Sumber: Opini Pribadi
Referensi & gambar:Klik&Klik
@abdulqadirz2020