• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Partisipasi Warga Tionghoa Naik di Putaran Dua

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Partisipasi politik yang meningkat dari warga keturunan Tionghoa di wilayah Jakarta Barat menandakan tingkat kekohesifan suatu kelompok dapat terbangun dari isu-isu yang menjatuhkan. Jumlah signifikan pendaftar baru Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jakarta Barat mengalami penambahan fantastis dan berbeda dari wilayah Jakarta lainnya.

"Fenomena seperti yang terjadi di Jakarta Barat itu menunjukkan mulai adanya upaya 'menggarap' basis-basis pemilih dengan cara penetrasi ke simpul-simpul suara riil. Salah satu strategi yang intensif digunakan adalah memanfaatkan politik identitas dan pola kekitaan," kata Gun Gun Heryanto, pengamat politik dari The Political Literacy Institute di Jakarta, Jumat (3/8/2012) malam.

Menurut Gun Gun, strategi memanfaatkan politik identitas dan pola kekitaan ini biasanya dengan mengedepankan kekohesifan. Misalnya kalau dilihat, kedua kandidat baik Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) maupun Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), sama-sama memanfaatkan strategi ini.

Gun Gun berpendapat jika Foke memanfaatkan identifikasi Betawi dan agama dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua, Ahok juga bisa memanfaatkan representasi komunitas-komunitas yang 'captive market'. Kedua belah pihak menggunakan isu-isu yang bersifat "persamaan" untuk menyatukan kedekatan dan mengumpulkan suara di putaran kedua Pilgub DKI.

"Misalnya Jakarta Barat kan salah satu sentra warga Tionghoa di DKI, jadi saya tidak heran jika akan terjadi persuasi dan ada inisiasi-inisiasi untuk memobilisasi mereka agar berpartisipasi dalam putaran kedua," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah perdaftar baru DPT di KPU Kota Jakarta Barat sangat fantastis. Sebanyak 13.211 warga meminta haknya untuk bisa berpartisipasi dalam Pilgub putaran kedua ini.

Menurut Junaidi, Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih Kota Jakarta Barat, dari 13.211 orang yang mendaftar sebagai DPT baru, sekitar 10.000 warga keturunanTionghoa yang ikut berpartisipasi.

Data yang terkumpul di KPU Kota Jakarta Barat sampai dengan kemarin adalah dari delapan kelurahan di wilayah Jakarta Barat, jumlah pendaftar baru untuk DPT gelombang kedua berjumlah 13.211 orang. Di kelurahan Tambora terdaftar 659 orang, Kebon Jeruk 2.769, Kali Deres 2.912, Cengkareng 3.330, Palmerah 445, Grogol 784, Kembangan 2.046, dan Taman Sari 266 orang.

Pendaftaran gelombang kedua untuk pemilihan gubernur DKI Jakarta dimulai tanggal 25 Juli-29 Juli 2012. Kemudian KPU memperpanjang sampai tanggal 4 Agustus 2012. Di wilayah kecamatan, pendaftaran sudah ditutup sejak tanggal 1 Agustus 2012, untuk KPU Kota ditutup kemarin (3/8/2012), dan KPU Provinsi ditutup hari ini, Sabtu (4/8/2012).
R0vHB.jpg

Warga, Agus, memeriksa kelengkapan syarat untuk mendaftarkan diri menjadi pemilih tambahan khusus di PPS Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/7/2012). Mulai saat itu hingga 29 Juli nanti, seluruh PS di DKI Jakarta menerima pendaftaran bagi warga yang belum masuk dalam DPT Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta putaran 1 lalu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.