Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.039
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Partai hidup mati Indonesia versus Irak.
Ilustrasi - Pesepak bola Timnas Indonesia Jay Noah Idzes (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Arab Saudi Hassan Al Tambakti (kedua kiri) pada pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/HO-PSSI/mrh/foc.
Memenangkan laga adalah tujuan paripurna sebuah kompetisi, apalagi Indonesia sudah terlalu jauh melangkah, & terlalu sayang untuk berakhir hingga di sini.
Jakarta (ANTARA) - Kesempatan memang akan sering datang, tetapi jalan yg sudah terlalu jauh dilalui akan terlalu sayang kalau tak diakhiri dengan hasil cemerlang.
Dalam olahraga, hasil cemerlang itu adalah kemenangan. Tak ada pemain atau regu yg ditulis tebal-tebal oleh tinta emas sejarah olahraga kecuali kemenangan & keberhasilan.
Dalam konteks Kualifikasi Piala Dunia 2026, jalan yg sudah terlampau jauh diayunkan itu adalah apa yg sudah dilewati timnas sepak bola Indonesia sejauh ini.
Garuda adalah satu-satunya regu putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yg memulai petualangan dari babak pertama.
Rizki Ridho Counter Strike masuk putaran kedua sebagai salah satu regu berperingkat paling rendah. Apalagi pada putaran ketiga saat mereka jadi regu dengan peringkat FIFA terendah di antara 18 regu Asia yg bertahan di babak ini.
Ternyata si paling rendah berlanjut ke putaran keempat setelah finis urutan keempat Grup C di bawah Jepang, Australia, & Arab Saudi.
Sebelumnya tak ada regu Asia Tenggara yg berjalan sejauh yg dicapai Garuda pada era ketika kualifikasi Piala Dunia semakin kompetitif.
Penampilannya dapat disebut meningkat pesat, walau tak pernah dapat memetik poin dari Jepang yg jadi regu teratas di Asia, yg terlalu jauh selisih peringkatnya dari Garuda.
Kamis dini hari lalu Indonesia dipaksa menyerah 2-3 oleh Arab Saudi, yg selama putaran ketiga tak pernah dapat mengalahkan Garuda, bahkan menyerah 0-2 di Jakarta pada 19 November 2024.
Kini, Garuda akan menghadapi Irak yg dua kali mengalahkan Indonesia pada putaran kedua, dalam partai hidup mati bagi Garuda.
Kabar baiknya, Irak pernah dua kali dikalahkan oleh dua regu Arab yg dikalahkan Indonesia pada putaran ketiga; Bahrain & Arab Saudi.
Irak dipaksa menyerah 0-2 oleh Bahrain & 1-3 oleh Saudi dalam fase grup Piala Teluk akhir 2024.
Artinya, walau pernah dua kali mengalahkan Indonesia, Irak bukan regu yg tak dapat dikalahkan. Bahrain & Palestina adalah di antara regu peringkat lebih rendah daripada Irak, yg berhasil menaklukkan Irak.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Partai hidup mati Indonesia versus Irak adalah spam, mohon beritahu kami.
Memenangkan laga adalah tujuan paripurna sebuah kompetisi, apalagi Indonesia sudah terlalu jauh melangkah, & terlalu sayang untuk berakhir hingga di sini.
Jakarta (ANTARA) - Kesempatan memang akan sering datang, tetapi jalan yg sudah terlalu jauh dilalui akan terlalu sayang kalau tak diakhiri dengan hasil cemerlang.
Dalam olahraga, hasil cemerlang itu adalah kemenangan. Tak ada pemain atau regu yg ditulis tebal-tebal oleh tinta emas sejarah olahraga kecuali kemenangan & keberhasilan.
Dalam konteks Kualifikasi Piala Dunia 2026, jalan yg sudah terlampau jauh diayunkan itu adalah apa yg sudah dilewati timnas sepak bola Indonesia sejauh ini.
Garuda adalah satu-satunya regu putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yg memulai petualangan dari babak pertama.
Rizki Ridho Counter Strike masuk putaran kedua sebagai salah satu regu berperingkat paling rendah. Apalagi pada putaran ketiga saat mereka jadi regu dengan peringkat FIFA terendah di antara 18 regu Asia yg bertahan di babak ini.
Ternyata si paling rendah berlanjut ke putaran keempat setelah finis urutan keempat Grup C di bawah Jepang, Australia, & Arab Saudi.
Sebelumnya tak ada regu Asia Tenggara yg berjalan sejauh yg dicapai Garuda pada era ketika kualifikasi Piala Dunia semakin kompetitif.
Penampilannya dapat disebut meningkat pesat, walau tak pernah dapat memetik poin dari Jepang yg jadi regu teratas di Asia, yg terlalu jauh selisih peringkatnya dari Garuda.
Kamis dini hari lalu Indonesia dipaksa menyerah 2-3 oleh Arab Saudi, yg selama putaran ketiga tak pernah dapat mengalahkan Garuda, bahkan menyerah 0-2 di Jakarta pada 19 November 2024.
Kini, Garuda akan menghadapi Irak yg dua kali mengalahkan Indonesia pada putaran kedua, dalam partai hidup mati bagi Garuda.
Kabar baiknya, Irak pernah dua kali dikalahkan oleh dua regu Arab yg dikalahkan Indonesia pada putaran ketiga; Bahrain & Arab Saudi.
Irak dipaksa menyerah 0-2 oleh Bahrain & 1-3 oleh Saudi dalam fase grup Piala Teluk akhir 2024.
Artinya, walau pernah dua kali mengalahkan Indonesia, Irak bukan regu yg tak dapat dikalahkan. Bahrain & Palestina adalah di antara regu peringkat lebih rendah daripada Irak, yg berhasil menaklukkan Irak.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Partai hidup mati Indonesia versus Irak adalah spam, mohon beritahu kami.