• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Politik Partai Golkar Dan PKS Diatas Angin Dalam Koalisi.

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. gusrus
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

gusrus

IndoForum Newbie D
No. Urut
31782
Sejak
29 Jan 2008
Pesan
109
Nilai reaksi
10
Poin
18
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah semakin memperlihatkan ketidak kompakan menyikapi kasus bunk Century . PKS dan Golkar sebagai anggota koalisi dengan Demokrat sejak awal memperlihatkan sikap yang bertolak belakang dengan Partai Demokrat . Hal ini menyebabkan Partai Demokrat geram bahkan Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengusulkan reshuffle kabinet terhadap SBY guna memberi sangsi terhadap anggota koalisi .

Fahri Hamzah Wakil Sekjen PKS tidak gentar dengan ancaman itu. Bahkan didalam dialog dengan SCTV rabu malam menyatakan kalau koalisi ingin diakhiri dengan PKS harus dilakukan baik-baik sebab terbentuknya koalisi dengan baik-baik pula . Sedangkan Bambang Susetyo dari Golkar menyatakan membela kepentingan rakyat bagi Golkar adalah segala-galanya . Akankah terjadi pembubaran koalisi ?
Kepentingan Partai politik melatar belakangi semua kondisi ini .

Partai Demokrat yang berkuasa membentuk koalisi dengan 5 partai lainnya untuk memperkuat dukungan terhadap pemerintahan SBY-Boediono yang hanya meraih 26 % kursi di DPR . Dengan koalisi bersama Golkar , PKS , PAN , PPP dan PKB maka dukungan terhadap Pemerintahan di Parlemen menjadi mayoritas .

Apabila SBY sebagai pimpinan tertinggi dari Partai Demokrat mengeluarkan PKS dan Golkar dari koalisi maka posisi pendukung pemerintah di Parlemen kurang dari 50 % . Ini berarti kekuatan pemerintahan SBY-Boediono di parlemen tidak stabil .

Pemerintahan SBY walau dipilih oleh sebagian besar pemilih dalam pilpres ( hampir 70 % ) , tidak berarti stabil jika di Parlemen tidak memiliki kekuatan mayoritas . Jadi SBY berkepentingan dengan kehadiran Golkar dan PKS untuk menghadapi partai oposisi yaitu PDI Perjuangan , Hanura dan Gerindra .

Jika Golkar dan PKS menjadi partai oposisi karena SBY salah mengambil sikap terhadap koalisi , maka kekuatan oposisi menjadi mayoritas . Dari segi kalkulasi Politik adalah tidak mungkin SBY mengeluarkan PKS dan Golkar dari Koalisi . Tetapi sangat dimungkinkan mereka menarik diri karena sikap SBY yang mengikuti usulan Sekjen PD guna melakukan reshuffle kabinet.

Andaikan akan dilakukan reshuffle kabinet maka sudah pasti dikompromikan terlebih dahulu dengan PKS dan Golkar . Kedua Partai ini memiliki bargaining politik yang tinggi di dalam koalisi . Berbada dengan PKB , PAN dan PPP yang memiliki kursi kecil di Parlemen . SBY akan lebih memilih kehilangan dukungan dari 3 Partai PAN , PKB dan PPP dibandingkan kehilangan dukungan dari Golkar dan PKS .

http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/05/partai-golkar-dan-pks-diatas-angin-dalam-koalisi/
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.