• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

PART 1 (Buku Sayang Tanpa Sampul)

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Aku mengenal laki laki ini melalui sosial media di sela sela kegiatan kuliah semester 6 yg menjenuhkan. Ternyata dia teman dari seorang temanku di kampus.

Sosok lelaki tampan yg sangat menawan, dengan kulit yg putih bersih dengan sedikit perawatan.
Mata yg tajam & bulat, rambut yg lurus dengan modelnya yg kekinian.

Tak terasa komunikasi dari DM instagram berlanjut ke Whatsap untuk berhubungan lebih intens lagi.
Lambat laun hubungan kita semakin dekat dengan penuh kelembutan & keromantisan.

Puisi puisi sudah engkau ciptakan cuma untukku seorang. Kau suarakan dalam bingkai lagu syahdu kekinian.
Mungkin saat itu hatiku sudah meleleh seleleh lelehnya.

Aku terjerumus rasa sayang yg kian bertumbuh. Melupakan hal yg semestinya tak ku sentuh yaitu dekat dengan laki laki yg tak halal bagiku.

Pikiranku memilih dekat dengannya bukan karena saya harap pacar. Namun saya harap seseorang yg mungkin dapat jadi imam hingga menuju pelaminan.

Keharapan untuk menikah muda semakin kuat tatkala kau mendekat. Menginjak angka 23 menurutku adalah waktu yg tepat.

Aku ditembak olehnya dengan kembang mawar yg dirangkai dengan indah. Tubuhmu yg menunduk dibawah menciptakanku semakin luluh lantah.
Sial, tak ada hal buruk untuk menolaknya karen semua terjadi dengan sempurna. Malam itu, saya menariknya berdiri & menerima kembang darinya. Dalam artian saya sudah menerimanya jadi kekasihku.

Pertemuan hari demi hari adalah hal yg mudah karena saya kost pas dibelakang fakultas kampus ku. Jauh dari orang tua menciptakanku semakin bebas berhubungan dengannya.

Aku punya penjanjian sebelum kita jadian. Yaitu dia tidak boleh menyentuhku lebih dari sekedar berpegangan tangan. Berpegangan tanganpun saya sudah larang kecuali jarang. Aku tahu dalam agamapun berpegangan tangan dilarang, namun saya bingung hubungan pacaran apa yg tidak memperbolehkan cuma berpegangan salah. Dalam hati kecil, sebenarnya pacaranpun salah ku lakukan.

Aku memiliki sahabat sahabat yg baik di kostku yg ku tinggali. Sekitar 8 orang total denganku. Namun sahabat paling dekat denganku adalah teman satu kamarku Weni. Weni juga adalah teman satu offering di kampusku.

Setiap hal yg terjadi di keseharianku weni pasti mengetahuinya termasuk hubungan baru ku dengan laki laki bernama Vano ini. Namun dia tidak menyetujui hubunganku dengan vano.

Entah mengapa alasannya. Namun katanya saya tidak cocok dengannya.
Dan lebih buruknya lagi, teman temanku yg lain di kost juga mengaku tidak menyukainya.

Aku kebingunan sendiri atas tingkah teman temanku, padahal dia adalah laki laki terbaik menurutku, dia sangat baik & romantis. Tidak jarang dia memberikan kejutan kejutan kecil untukku.

Pernah suatu pagi, saat saya tergesa gesa untuk berangkat ke tempat magangku di sebuah Dinas Perbendaharaan Kota. Aku sempat chatting sama dia kalau saya tidak sempat sarapan & segera harap berangkat. Namun ketika saya mengeluarkan motorku dari kost, dia sudah duduk diatas motornya membawa Bungkusan berkantong plastik hitam. Dia memberikan kepadaku dengan penuh ketulusan & senyuman manis.

PART 1 (Buku Cinta Tanpa Sampul)


Cerita berlanjut di Part 2 Hari ini 08:49
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.