• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Parpol dan Aktivitas Iklan TV Selama Masa Kampanye

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
qsyDH.jpg
Sigi Kaca Pariwara, perusahaan yang bergerak di bidang monitoring Ad TV atau iklan televisi telah memonitoring dan meriset kemunculan iklan tayangan TV (television commercial/TVC) dalam jenis iklan kampanye politik selama periode kampanye terbuka mulai 16 Maret 2014 pukul 00.00 WIB hingga 5 April 2014 pukul 24.00 WIB.

Direktur Sigi Kaca Pariwara, Sapto Anggoro, mengatakan bahwa pihaknya menghitung frekuensi tayang setiap iklan dan mengombinasikannya dengan harga komersial tayangan iklan per stasiun TV, berdasarkan data published rate yang tertera berikut open discount yang disertakan masing-masing stasiun TV.

"Ada 10 stasiun TV yang kami monitor selama 24 jam sehari, yaitu RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV, Indosiar, TV One, Metro TV, ANTV, MNC TV, dan Global TV," ujar Sapto dalam keterangan tertulisnya, Jumat 11 April 2014.

Hasil yang didapat, menurut Sapto, selama periode masa kampanye terbuka tersebut ada 107 variasi tema TVC kampanye yang dilansir 12 parpol peserta pemilu. Partai Gerindra menjadi partai yang paling banyak membuat variasi iklan TVC, dengan 19 tema TVC.
Disusul Partai Demokrat dengan 14 tema TVC dan Partai Golkar dengan 13 tema TVC. Sementara itu, Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi parpol yang paling sedikit membuat variasi tema, hanya satu tema TVC.

Sapto melanjutkan, dari jumlah frekuensi tayang, iklan-iklan kampanye milik Partai Hanura menjadi yang paling aktif, dengan total jumlah tayangan iklan mencapai 2.489 kali tayang. Sedangkan PBB menjadi partai yang paling sedikit beriklan di televisi. Sebab, tercatat hanya lima kali TVC PBB tayang di televisi.

Menurut dia, banyaknya tayangan iklan-iklan kampanye parpol di televisi berbanding lurus dengan besar danang yang dikeluarkan untuk mengongkosi iklan-iklan tersebut. Namun, perhitungan tidak memasukkan unsur non-teknis.
"Di sini, kami mengabaikan adanya afiliasi beberapa parpol terhadap beberapa stasiun televisi," kata dia.

Hasilnya, Sapto menambahkan, valuasi yang diperoleh berdasarkan perhitungan iklan-iklan tersebut per parpol. Partai Hanura menjadi partai yang paling royal membelanjakan uang senilai total Rp70,50 miliar. Sedangkan partai yang paling irit mengeluarkan uang adalah PBB, dengan pengeluaran hanya Rp400 juta.

Yang menarik, kata dia, agaknya tiga parpol yang secara kasat mata aktif mengeluarkan iklan "berbau" politik jauh-jauh hari, Partai Gerindra dan Golkar, tampaknya tidak terlalu ngotot untuk membanjiri masa kampanye terbuka dengan tayangan iklan kampanye.

"Total pengeluaran mereka itu, Partai Golkar sebanyak Rp39,88 miliar dan Gerindra Rp26,49 miliar," tuturnya.

Tak urung, lanjut Sapto, masa kampanye terbuka kemarin juga memberi penghasilan lumayan bagi stasiun TV. "Jika semua belanja iklan dikalkulasi, total ada sekitar Rp340 miliar lebih yang dibelanjakan parpol untuk industri televisi. Itu belum termasuk nilai produksi dari pembuatan iklan masing-masing," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.