Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Jika anda penggemar film action, jangan sampai melewatkan film yang satu ini. D 13 U atau di negara asalnya Perancis dikenal sebagai Banlieue 13 – Ultimatum. Luc Besson yang sukses menggarap Yamakasi, kembali dipercaya sebagai penulis skenario di film ini. Penulis berkebangsaan Perancis ini sudah terkenal karya-karya lewat Kiss Of The Dragon, Transporter, dan Taxi.
D 13 U masih mengandalkan dua jagoan utamanya di film pertama D 13 David Belle dan Cyril Raffaelli, keduanya adalah aktor berkebangsaan Perancis. Film ini dibesut oleh Patrick Alessandrin yang juga pernah mengarahkan film Mean Spirit di tahun 2003. Jika Anda ingat film Yamakashi yang mengandalkan aksi lompat melompat dari satu gedung ke gedung lainnya? Nah, kira-kira gambaran action yang paling tepat mengenai film ini adalah seperti Yamakshi. Namun, dalam bentuk yang jauh lebih keren hingga bisa membuat kita menahan napas atau ikut deg-degan bila melihatnya.
Bercerita tentang sebuah wilayah bernama Distrik 13 atau kerap disingkat D 13, yang ditempati oleh beberapa kelompok geng dari berbagai etnis, Mulai dari Afrika, Cina, Arab, bahkan Skin Head juga ada di wilayah ini. Leito (David Belle) ingin sekali daerahnya ini dibangun oleh pemerintah agar lebih layak huni oleh penduduk di dalamnya. Capt. Damien Tomasso (Cyril Raffaelli) yang awalnya berjanji kepada Leito untuk membawa perubahan di Distrik 13, malah dijebak oleh pasukan elit Perancis yang mempunyai maksud lain untuk distrik ini.
Dibawah pimpinan Walter Gassman (Daniel Duval) sang pemimpin pasukan elit Perancis, mereka membuat situasi di distrik itu panas hingga membuat perang saudara antara pemerintah dan pemimpin geng di D 13. Mampukah Leito dan Capt Tommaso mencegah D 13 dari kehancuran dan mengembalikan keadaan distrik itu menjadi lebih baik? Atau malah situasi ini makin memanas dan membuat distrik itu hilang dari muka bumi?
Selain di Perancis, film ini mengambil syuting sebagian besar di Belgrade, Serbia. Film yang rencananya tayang akhir bulan Oktober di Indonesia ini akan membawa kita membayangkan jika kota Paris yang terbelah menjadi 2 bagian. Jadi apabila anda sangat menyukai film laga serta aksi-aksi yang menantang maut, D 13 U adalah pilihan yang tepat.(deri)
Sebenarnya, Parkour itu nggak boleh show on di hadapan umum. So, jika ingin show on di khalayak umum Tidak boleh mengatas namakan Parkour. Begitu juga Founder Parkour David Belle. /no1
Nah, di Parkour juga nggak boleh yang namanya flip²an ( jungkir balik ). Kita tahu bahwa D. Bele Sering banget flip yang dia sendiri menentang gerakan tersebut didalam Parkour. Tapi D. Bele ketika melakukan Flip dia tidak mengatas namakan Parkour. /no1
Jadi intinya, Parkour menjunjung tinggi keamanan dan efektivitas disetiap gerakan. /no1
Sebenarnya, Parkour itu nggak boleh show on di hadapan umum. So, jika ingin show on di khalayak umum Tidak boleh mengatas namakan Parkour. Begitu juga Founder Parkour David Belle. /no1
Nah, di Parkour juga nggak boleh yang namanya flip²an ( jungkir balik ). Kita tahu bahwa D. Bele Sering banget flip yang dia sendiri menentang gerakan tersebut didalam Parkour. Tapi D. Bele ketika melakukan Flip dia tidak mengatas namakan Parkour. /no1
Jadi intinya, Parkour menjunjung tinggi keamanan dan efektivitas disetiap gerakan. /no1
Dan tujuan utama Parkour itu bukan menjadi bintang film atau artis laga.Parkour lebih ke kekayaan hati kita daripada kekayaan materi /no1.Misalkan nanti ada artis yang dari Traceur / Traceuse mereka tidak boleh mengatasnamakan Parkour
sudah lama kok bro
sekalian ini adalah conditioning Parkour yang dilakukan didalam rumah atau indoor.Conditioning sangat penting perananya karena itu untuk mengetahui seberapa besar kemampuan tubuh kamu...
MTV telah mengadakan acara yang mengadakan Kompetisi diantara para Traceur. Berikut video yang dapat kalian lihat :
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Dan pemenang kompetisi tersebut adalah Daniel Ilabaca. Ingat, Parkour itu anti kompetisi. Beberapa tahun lalu, global parkour comunity berkampanye dan berhasil memberhentikan parkour kompetisi di england, yang sekarang menjadi world freerun championship.
Tapi tahun ini MTV berhasil mengunakan nama parkour untuk kompetisi, danhasilnya..ya dapat kalian lihat seperti video diatas.
Tolong kalian baca lagi artikel mengenai Parkour Menentang Kompetisi. So, jangan hanya nonton aja..
Para member dari komunitas Parkour berdiri tegas melawan ide kompetisi parkour yang terorganisir.
Alasan kami:
Kami tidak percaya akan adanya kelas elit. Kami tidak percaya akan adanya seleksi special di antara para traceur.
Kami tidak percaya bahwa parkour membutuhkan hirarki atau perbedaan level-level kemampuan setiap traceur.
Kami percaya bahwa untuk menjadi “yang terbaik atau terkenal” itu tidak ada artinya di Parkour, karena kemenangan atau kekalahan itu tidak berarti apa-apa di dalam filosofi parkour.
Kami tidak menerima elemen-elemen pendorong seperti demikian di dalam filosofi parkour.
Kami percaya motivasi untuk latihan [parkour] selalu harus datang dari dalam hati seorang.
Kami bekerja keras untuk menjadi lebih kuat untuk diri kami dan orang lain, bukan untuk berkompetisi melawan orang lain, melainkan berlatih bersama dan membantu orang lain.
Karena itu kami menolak dan tidak memperdulikan segala jenis persaingan di antara sesama traceur atau sesame manusia lain. Kami menghargai hormat mutual dan solidaritas untuk terus berkembang sebagai individu dan sebagai komunitas.
Kami percaya bahwa akan tidak sesuai dengan philoshopy parkour untuk berkompetisi dan memenangkan hal-hal yang bukan bagian dari nilai-nilai moral dalam parkour. Hal-hal seperti medali, hadiah-hadiah, ranking, piala, uang, popularitas, penghargaan, atau glory. Termasuk hal seperti cari-cari perhatian orang [hanya untuk menunjukkkan bahwa anda punya kehebatan].
Daripada itu, kami lebih mencari hasil dari apa yang kami lakukan. Hasil yang tak ternilai dan bermanfaat. Kami juga mencari manfaat-manfaat dari Parkour yang bisa kami bagikan. Kami adalah pemberi bukan penerima [pengambil].
Kompetisi mendorong orang-orang yang belum siap untuk mengorbankan kesehatan mereka untuk kemenangan cepat atau untuk mendapatkan ranking yang tak berarti. Kompetisi mendorong yang elit [pro] untuk terus menerus dan berulang-ulang membahayakan kesehatan mereka yang berharga, hanya karena obsesi dan obligasi untuk menang, dan hal-hal lain yang akan mengancam mereka bila mereka kalah, seperti kehilangan uang, ranking, status, kesombongan [kebanggaan], dan kontrak-kontrak profesional sponsor serta deal-deal komersil.
Kompetisi hanya akan membawa traceur kepada latihan-latihan yang tidak seimbang hanya berfokus kepada gerakan-gerakan yang dibutuhkan untuk menang. Ini akan mendatangkan injuri-injuri kronis.
Walaupun wewenang olahraga resmi menyangkalnya, pengunaan obat-obatan [doping] seringkali terlibat di level-level kompetisi, entah apakah mereka disuap atau tidak. Kami percaya bahwa akibat-akibat dari kompetisi level tingi itu sangat tidak sesuai dengan filosofi parkour yang menekankan untuk berlatih tak berlebihan [moderation] dan kebutuhan untuk hidup sehat yang tahan lama [enduring].
Parkour itu rendah hati, sabar dan seni-disiplin [cara hidup] yang berlangsung untuk seumur hidup. Dan tubuh manusia membutuhkan conditioning [latihan/workout] terus menerus untuk memastikan kekuatan dan katahanan lamanya.
Moderation [tak berlebihan] adalah salah satu nilai atau moral dalam parkour yang penting. Sebuah kualitas yang tidak bisa diacuhkan untuk merawat tubuh dan supaya bisa endure [tahan lama]. Karena itu, kami menolak segala hal yang tak sesuai dengan moderasi, hal-hal yang merusak tubuh.
Parkour tidaklah dimiliki oleh korporasi-korporasi, sponsor-sponsor, media dan orang-orang yang hanya mau menonton dari rumah.
Kami percaya bahwa kami tidak akan menerima aktifitas-aktifitas dan rencana-rencana yang akan menyalahgunakan parkour, mengotori nama, merusak gambaran tentang parkour hanya untuk menarik perhatian masyarakat dan media kepada sesuatu yang BUKAN lagi parkour, dengan perlawanan dari majoritas komunitas ini terhadap intensi-intensi tersebut.
Dengan itu, kami menegaskan bahwa parkour itu adalah seni-disiplin NON-kompetisi yang dipunya oleh semua practitionernya, komunitas-komunitas lokal, teman-teman, dan semua manusia secara keseluruhan.
Kita percaya bahwa kita harus berdiri bersama melawan ambisi-ambisi yang tidak memantulkan philosophy parkour yang original, hal-hal yang tidak sopan ke philosophy parkour dan komunitas parkour.
Kompetisi bukanlah sesuatu yang tak bisa dihindari. Kompetisi hanyalah satu lagi rintangan! Support parkour original, jagalah kebebasan seni-disiplin yang kita punyai!
article ditulis oleh: Hebertiste [Erwan Le Corre] dan TK17 aka EnderWiggin [Duncan Germain]
Penerjemah : Emon (Edmund Solaiman) Parkour Indonesia
Edit Bahasa : Bullseye (Fadli) Parkour Indonesia
Nah, sebenarnya acara ini sudah banyak yang mendiskusikan diluar negri sana. Ada yang setuju & banyak yang menentang acara ini. Padahal diacara tersebut ada seorang traceur yang sudah tidak asing lagi bagi para traceur yaitu Daniel Ilabaca. Padahal Daniel Ilabaca sangat mendalami Filosofi Parkour. So, kita tahu bahwa Daniel bukanlah orang yang bodoh. Dan semoga acara ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa Kompetisi itu sangatlah tidak baik ! Buktinya bisa kalian lihat total cidera pada acara tersebut.
So, awalnya kita ngelihatnya keren banget ngeliat orang udah kayak Superman gitu. Emang sih keren, tapi apakah bermanfaat ?
wah parah,padah si Daniel Ilabaca nih /sob /sob
Salah jalur kalau Parkour kayak gitu..Freerunning dan Parkour sama-sama menentang kompetisi tak ada gunanya Parkour jika diadakan kompetisi. /sob /sob /sob
Teman-teman jangan bingung dengan judul diatas, karena tujuan saya selain buat nangkap perhatian teman sekalian adalah untuk melakukan sebuah test. Test apa yang kira-kira saya terapin? Akan saya bongkar nanti, janji. Sekarang yuk kita lanjutin aja dulu.
Apa yang pertama kali terciprat di pikirkan saat teman-teman mendengar kata… “Intelliparkour” Keren ya. Kalau salah satunya… Intelligence in parkour berarti saya dan teman-teman sudah sepaham. Kalau ada yang mikir lebih dari ini berarti teman-teman memang jauh lebih smart dari saya. Yang pasti maksud saya bukan “mata-mata yang bisa parkour.”
Sekarang, tanpa mengabaikan aspek filosofi maupun teknis dari aktivitas luar biasa ini ayo kita liat proses yang terjadi di balik kesadaran kita waktu kita melakukan lompatan presisi itu. Kebetulan saya nggak bisa memasukkan intelligence ini ke salah satu kategori diatas (filosofi maupun teknik) dan memang saya nggak nyaranin, karena tujuan saya semata-mata hanya untuk menanamkan kesadaran berpikir atau yang disebut para ahli… AWARENESS. Hmm, mungkin psikologi kali ya… never mind!
Mulai merasa dipersulit? Stop!
Mulai dari batas ini saya akan membawa teman-teman sekalian ke tingkat pemikiran yang lebih tinggi. Saya belum menemukan konsep yang lebih sederhana dari ini. Kalau teman-teman merasa tergugah menyederhanakan, ditunggu note-nya. Tapi kalau teman-teman ingin berhenti disini, PIKIRKAN berapa banyak waktu yang udah diluangkan untuk membaca dari awal tadi? Alangkah baiknya teman sekalian lanjutkan baca, karena saya telah berpikir sekeras mungkin untuk membuat ini tetap menarik.
Seberapa Hebat Sih Anda Bisa Mikir?
Intelligence menyangkut kemampuan kita untuk mikir. Yup! Kecerdasan, yang bahasa gaulnya kehebatan mikir kita. Test istilah yang tadi di awal saya lakukan pun menyangkut kecerdasan teman-teman dalam: berbahasa/verbal/linguistik (ingat istilah ini). Susah atau gampangkah mencerna istilah intelligence in parkour? Jawab ke diri sendiri aja ya.
Sekarang, kehebatan mikir bukan hanya masalah logika: “jika-maka,” perhitungan, dan berargumen. Orang yang jenius bukan diukur dari kemampuan berlogika saja. Bahkan untuk berargumen pun butuh kecerdasan berbahasa, nggak cuma logika!
Terus, apa hubungannya dengan PARKOUR ?
Biarpun yang keliatan itu parkour adalah aktivitas yang dinamis dan penuh dengan pergerakan, tapi yang sebenarnya dilakukan oleh seorang TRACEUR atau PRAKTISI PARKOUR waktu latihan bukan hanya BERGERAK: lari, lompat, manjat, berguling tapi juga BERPIKIR dan BERSOSIAL! Dan orang yang punya pemahaman yang dalam saya yakin pasti paham, sedangkan yang baru mulai pasti SEKARANG tiba-tiba sadar.
Tahukah kamu, untuk melakukan parkour butuh paling nggak 5 kecerdasan?
Dan semua kecerdasan itu yang paling dilatih adalah bodily-kinesthetic intelligence (body smart) atau kecerdasan tubuh.
“Wow, apaan itu? memangnya ada ya?”
Teori multiple intelligence ini sengaja dicetuskan oleh sahabat jauh saya Bapak Howard E. Gardner supaya saya bisa membantu pemahaman teman-teman sekalian tentang proses berpikir. By the way, saya bukan guru psikologi jadi tanpa mengurangi niat saya untuk menggantikan posisi teman-teman saya yang di jurusan psikologi… saya lanjutkan.
Apa aja sih kecerdasan yang kepake kalau kita parkour?
1. Kecerdasan Tubuh (Bodily-Kinesthetic Intelligence/Bodily Smart)
Satu hal yang kita harus tau, bahwa tubuh kita atau lebih spesifiknya otot kita punya daya ingat! Itulah kenapa perlu melakukan gerakan berulang-ulang atau REPETISI. ( otot nggak benar-benar bisa mengingat, sebenarnya semua repetisi ini terekam di pikiran bawah sadar, yang sebenarnya kita lakukan adalah melatih pikiran bawah sadar ini. Okey, simpelnya sebut saja tubuh yang mengingat). Proses repetisi ini sama halnya dengan menghafal pelajaran sebelum ujian semakin sering kita melakukannya semakin kuat kemampuan kita. Bosan kata teman-teman? Ya, saya juga. Tapi saya dorong diri saya dengan mencari cara untuk menjadikannya menyenangkan. Telan bulat-bulat, proses ini mutlak! Semua proses belajar adalah seperti ini, di sekolah, kuliah, termasuk profesi selain atlet, yaitu ahli bedah, penari, pengrajin. Semua wajib memiliki ketajaman kecerdasan ini. Kelebihan yang diperoleh dari kecerdasan ini: presisi, gesit, refleks, kecepatan.
2. Kecerdasan Membayangkan (Spatial Intelligence/Picture Smart)
Perhatikan semua perkataan para “veteran” parkour (David Belle, Chau Belle Dinh, Daniel Ilabaca): semua menyangkut imajinasi, visualisasi, membayangkan. Termasuk saat teman-teman sedang berdiri di ujung sebuah spot akan melakukan lompatan presisi. Atau akan melakuan tic-tac langsung memanjat. Bahkan untuk menulis ini pun saya membuat gambaran di kepala saya. Kemampuan ini vital kalau teman-teman ingin menjadi orang yang kreatif. Dibantu dengan kecerdasan tubuh yang terasah dalam parkour, kita bisa merealisasikan gerakan yang tadi dibayangkan dalam sekejab!
3. Kecerdasan Pemahaman Diri (Intrapersonal/Self Smart)
Dengan nada bicara yang sangat filosofis saya ingin bilang… “Nggak ada kebahagiaan berlatih dengan pikiran yang kacau dan perasaan desperado.” Ini adalah kecerdasan kita dalam berfilosofi, yaitu pandangan dan kepercayaan kita terhadap parkour. Termasuk didalamnya pengenalan dan evaluasi diri. Dari mana teman-teman memahami kalau teman-teman seharusnya melatih fisik sebelum mental dan teknik, atau mental sebelum fisik dan teknik? Yup, melalui EVALUASI DIRI dan mencari PEMAHAMAN UNTUK DIRI SENDIRI. Orang yang memandang parkour sebagai olahraga lompat-lompat gedung kita bisa sebut kurang interpersonalnya spesifik untuk parkour. Jadi, milikilah pikiran yang kuat dengan mempelajari filosofi yang benar.
4. Kecerdasan Bersosial (Interpersonal/People Smart)
Terakhir kali, dengan nada bicara yang sangat filosofis lagi saya ingin bilang… “Saya pikir nggak ada manusia yang bahagia hidup dalam kesendirian..” Kecuali teman-teman adalah orang yang sangat tertutup, pemurung, dan mellow atau latihan di tempat sunyi tanpa manusia, kalau latihan kita pasti banyak berinteraksi. Latihan parkour bukan aktivitas yang dilakukan diam-diaman. Justru butuh sangat-sangat banyak komunikasi saat latihan. Paling nggak… pasti ada yang nanya, komentar, tertawa, teriak, mengekspresikan diri. “C’mon, we’re friends here! Let’s communicate and get motivated.”
5. Kecerdasan Berbahasa (Verbal/Linguistic/Word Smart)
Teman-teman tau, bagaimana menggambarkan suatu gerakan parkour hanya dengan kata-kata? Kalimat apa dan kata apa yang digunakan pelatih supaya teman-teman yang diajarin bisa paham cara melakukan gerakan sederhana seperti mendarat? Istilah atau kata apa yang teman-teman pakai kalau mengajari teman yang lain? Terakhir, apa yang teman-teman ucapkan ke diri sendiri untuk tetap termotivasi?
Sederhana memang, tapi coba sadari pentingnya kemampuan ini: apa perkataanmu susah dimengerti? Atau mungkin sulit memahami ucapan orang lain? Harus diulang ngucapin sampai dua kali? Tiga kali?
Kelima kecerdasan inilah yang baiknya dimiliki oleh seorang traceur, dan INILAH PROSES YANG TERJADI DIBALIK LATIHAN ITU. Sesuai prioritas tentunya. Ini adalah kecerdasan ganda, bukan berarti teman-teman harus ahli dalam semua bidang… wow jenius! Itulah kenapa ada prioritas. Paling nggak, teman-teman melatih kemampuan ini untuk mencapai kesempurnaan diri. UNTUNGNYA, dalam parkour kita bisa melakukannya.
FYI, selain kelima kecerdasan diatas ada 3 kecerdasan lain yang mungkin relevan:
Kecerdasan Alam (Naturalist Intelligence/Nature Smart)
Kecerdasan Musik (Musical Intelligence/Musical Smart)
Kecerdasan Logika (Number/Reasoning Smart)
Latihlah kemampuan fisikmu dengan repetisi dan gunakan kreatifitas supaya nggak bosan. Gunakan imajinasimu dan latihlah ia untuk menjadikanmu kreatif. Pahami dirimu dan dengarkan apa kata tubuhmu. Pahami filosofi parkour, ini lebih besar dari yang kau pikirkan. Cari, belajarlah dari, dan ajarilah sebanyak-banyaknya teman.
Josua “Grenseal” Leonard - Dikutip dari Website Parkour Indonesia.
Altuarisme : sifat mementingkan kepentingan orang lain
Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang dulu sempat menjadi tayangan paling ditunggu2 selepas mandi sore si Huma dan Windy. Kisah-kisah yang bernafas seperti itu yang mungkin tidak pernah didengar lagi oleh anak-anak jaman sekarang. Atau masih ingatkah kita pada film Zorro yang diperankan oleh Douglas Fairbank?
Pada zaman saya kecil, cerita-cerita seperti itu menjadi cerita masa kecil yang fantastis dan secara tanpa sadar masih terbawa sampai sekarang. Ingatan-ingatan petualangan Huckleberry Finn mengeksplorasi alam di sekitarnya, semangat pertemanan dan persahabatan yang diusung dalam cerita-cerita Old Shaterhand dan Winnetou ,kesabaran menghadapi ujian dan kebencian orang lain yang ditunjukan Oliver Twist, keberanian Tintin menantang ketidak adilan, serta semangat tolong-menolong yang dicontohkan si Huma dan sahabatnya si Windy. Saya sadari betapa pada zaman-zaman tersebut begitu banyak tulisan, cerita dan film yang sangat bermutu dan berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa seseorang. Beruntunglah saya termasuk orang yang diperkenalkan pada cerita-cerita itu sewaktu kecil lewat dongeng-dongeng malam sebelum tidur.
Semangat-semangat seperti itu pada dasarnya semangat instingtif sesorang sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan eksistensi individu.
Jujur saja beberapa dari kita pasti pernah bercita-cita menjadi seperti Robin Hood, Zorro, Spiderman, Batman, Superman, atau beberapa teman kemudian memilih untuk menjadi seorang wartawan seperti halnya Tintin, atau petualang yang hidup di pedalaman bersama suku terasing karena terinspirasi Old Shaterhand. Sebuah kesadaran ingin bermanfaat dan berguna karena adanya sebuah stimulan dari lingkungan yang secara tidak langsung memberikan format karakter seseorang karena bahan asupan yang kemudian menjadi behavior atau sikap. Dan jujur secara statistik tidak dapat dibuktikan di atas kertas…bahwa sikap heroik dan kepahlawanan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.
Altruisme. Sebuah sikap tidak mementingkan diri sendiri sebagai negasi dari sikap egoisme, sebenarnya sebuah nilai dasar yang diusung oleh banyak tradisi dan bahkan juga agama. Sikap altruis ini muncul biasanya karena keterpanggilan atas sebuah tanggung jawab moral, bisa karena sebuah habit ataupun kedudukan atau kemampuan seseorang. Teringat pada kalimat Ben Parker dalam Spiderman 1,” behind a great power there’s a great responsibility”… secara tidak langsung memberikan sebuah ketegasan tentang efisiensi dan efektifitas dari kapasitas seseorang… “apa yang anda miliki, lakukan dan berdampak, memiliki sebuah petanggung jawaban pada saatnya”
Georges He’bert (lahir 27 April 1875di Paris – wafat2 August 1957di Tourgéville, Calvados) seorang guru pendidikan jasmani dari Perancis menyadari hal tersebut, sehingga kemudian menjadikan ethos ini menjadi motto pribadi,”e’tre fort pour e’tre utile”…”being strong to be usefull”, menjadi lebih kuat (lebih baik) untuk dapat menjadi berguna. Motto yang kemudian sampai sekarang menjadi motto kolektif bagi para praktisi disiplin yang menerapkan pola He’rbetian dengan diperkenalkannya “Parkour” oleh David Belle..
Dari sekian cerita-cerita yang mengisi masa kecil saya, ada satu cerita lagi yang kemudian mengisi masa dewasa saya dengan fantasi yang lebih realistik dari pada masa kecil yang mengangankan menjadi Superman, Batman, Spiderman, Zoro, Robin Hood, Tintin, Old Shaterhand, atau pun lain sebagainya. Kita yang mulai dewasa sudah faham mana yang mungkin dan mana yang tidak mungkin dilakukan. Jika anda termasuk orang yang pernah mengalami benjol, patah tulang atau rontok gigi sewaktu kecil karena pernah mencoba terbang seperti superman atau batman pasti pada akhirnya faham bahwa impian menjadi pahlawan hanya ada dalam komik atau film saja, sehingga kompensasinya adalah minimal menjadi pahlawan buat orang-orang terdekat saja semisal, adik, kekasih, istri, anak, keluarga, teman dan orang2 yag masih bisa anda tolong dalam bentuk yang lain. Menjadi pahlawan sesungguhnya dalam bentuk yang konkkrit, kondisi dan situasi yang realistis adalah sebuah bentuk realisasi pemahaman dari semangat altruisme. Etos ini pada dasarnya dimiliki setiap orang, bahkan yang menurut orang bilang ,penjahat atau sekelas bajingan pun. Masalahnya adalah kesadaran dan pembiasaan. Cerita Samurai era Modern “Yamakasi” memberikan saya sebuah fantasi yang realistik tentang menjadi seorang pahlawan dan kebermanfaatan dari kemampuan yang dimiliki seseorang.
Cerita yang disutradai Ariel Zeiton ini memberika sebuah gambaran tentang tanggung jawab atas dampak dari apa yang setiap orang lakukan. Parkour yang diperkenalkan disini memberikan sebuah pemahaman bahwa menjadi pahlawan membutuhkan proses panjang. Bahkan tanggung jawab moralnya adalah apa yang kita lakukan pun memiliki dampak buat orang lain, tidak hanya positifnya saja tapi juga negatifnya. Tanpa kehati-hatian dan kebijaksanaan kemampuan sebesar apapun membahayakan, tidak hanya diri sendiri bahkan orang lain. Dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak penggemar grup Yamakasi kemudian mencontoh apa yang dilakukan sehingga terjatuh dan mengalami kegagalan jantung. Hal ini menyadarkan semua anggota Yamakasi bahwa apa yang mereka lakukan sebagai sebuah sebuah kesenangan dan pencapaian pribadi tetap memiliki sebuah tanggung jawab moral bagi orang lain.
Memberikan sebuah penyadaran pada orang lain bahwa pencapaian sesorang tidak bisa diukur dari hasil tapi dari proses.
Sebuah fenomena yang kemudian berkembang ketika parkour menjadi sebuah urban trend, banyak orang cedera karena ingin mencoba menjadi seseorang yang dia lihat di video-video yang dia lihat tanpa melihat proses panjang untuk mencapai kesana…padahal apa yang diusung dan diajarkan oleh Parkour adalah menjadi diri sendiri, menjadi pahlawan dengan cara anda sendiri. David Belle tidak menjadikan orang2 yang berlatih bersamanya untuk menjadi seperti dirinya atau mengikuti gayanya, tapi memberikan sebuah gambaran tentang prosesnya. Pada setiap latihannya, Stephane Vigroux selalu mengatakan, “you may follow my route, but you don’t have to move exactly like i do, just move as your own way…”
Mampu meakukan gerakan2 vaulting atau lain sebagainya bukan sebuah ciri yang merepresentasikan anda seorang traceur/traceuse…karena mampu melakukan vaulting apalagi flip bukanlah parkour itu sendiri, tetapi sikap dan keseharian anda yang menunjukan apakah anda seorang traceur/traceuse atau bukan…
Altruisme adalah akar semangat munculnya motto “e’tre fort pour e’tre utile”, BEING STRONG TO BE USEFULL. Rasul Muhammad SAW mengatakan,”manusia selamat yang paling sejati kekuatannya setara 20 orang biasa dan muslim sejati adalah yang bermanfaat untuk seluruh alam”…
Menjadi Pahlawan adalah sebuah proses panjang, pahlawan sejati tak mengenal umur.
Semangat mereka tak pernah mati,” pour e’tre durer…”. Wahai para calon
Pahlawan….berlatihlah terus….
“PRACTICES FOR YOURSELF AND BE STRONG FOR OTHERS…”
(inspired by: The Great Inoman).
By : Alex Atmadikara. Parkour Sukabumi
Kalau kamu memang serius berlatih parkour.. saya rasa secara bertahap rasa takutmu akan teratasi.. Tapi ingat.. sebelum rasa takut itu kamu kalahkan, sebelumnya ada proses panjang melalui repetisi ( pengulangan ) terus menerus setiap gerakan dasar. Nah, jangan lupa.. kamu harus meningkatkan kondisi fisikmu.. caranya adalah SnC (Strength & Conditioning) dimana kondisi fisik kamu akan diolah agar setiap kali melakukan gerakan.. maka tubuhmu siap dan fungsi SnC ini adalah memperkecil resiko injury ( cidera ) perbandingan latihan teknik dengan fisik adalah 1 : 3.
So, mulailah berlatih dengan niat yang benar... kemudian pahami filosofi parkour.. temukan tujuanmu../no1
Perspektif dan nasehat seorang wanita tentang parkour
Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.
The art of escape / Seni melarikan diri
Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.
Preparation / Persiapan
Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.
Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi
Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup.
Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.
Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.
Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita
Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.
Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera
Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.
Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.
Fears / Ketakutan
Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.
Progression / Kemajuan
Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengaParkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.
The art of escape / Seni melarikan diri
Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.
Preparation / Persiapan
Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.
Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi
Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.
Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.
Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita
Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.
Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera
Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.
Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.
Artikel ditulis oleh Liv Rowlans aka Flame
Original Posted by Adit Roar at
www.parkourindonesia.web.id/forum
Translated by : Ullie Mahardi (Parkour Bandung)
MFoto : Tracey Tiltman. Parkour Generationtasi ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.
Parkour bukan cuma Olahraga tetapi seni .Seni tentang kehidupan kita (menurutku) sih.Bukan hanya melompat-lompat tapi lebih dari itu,karena Parkour mempelajari semua hal yang ada di kehidupan kita utamanya tentang diri sendiri .
Jangan sedih justru malah aku dan vans eiger seneng ada anggota IF yang tahu akan Parkour.Makasih sebelumnya kalau sudah post walaupun dikunci. /thx /thx
Apakah dari sekian banyaknya anggota IndoForum ada yang ingin bertanya mengenai Parkour ? Jika iya, silakan tanyakan disini. Saya dan teman-teman praktisi yang aktif disini akan segera menjawab & membantu kalian yang ingin tahu parkour lebih jauh lagi.