• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pariwisata Dibangun, Rakyatnya Melamun

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pariwisata Dibangun, Rakyatnya Melamun


Cangkeman.net -Sangat mengapresiasi niat baik pemerintah untuk mengerjakan pembangunan di bidang pariwisata. Selain menambah daya tarik suatu daerah karena hamparan keindahan di dalamnya juga di balik itu dapat menambah pendapatan daerah. Dari hasil retribusi tentu saja itu dapat menaikkan pendapatan apabila banyak yg mengunjungi daerah tersebut. Ini jadi sangat menarik, dengan begitu daerah lebih diketahui & memancing minat yg lain untuk berkunjung.

Beberapa daerah memang memiliki potensi untuk pembangunan di bidang pariwisata. Tapi ada juga beberapa daerah yg tidak tepat bila berfokus di bidang pariwisata. Hal yg menyedihkan adalah ketika pemerintah memaksa cantik suatu daerah dengan menghabiskan anggaran yg tidak sedikit tanpa mempertimbang manfaat dari pembangunan itu. Sementara masih ada hal lain yg lebihurgentuntuk diperhatikan.

Sebagai contoh pembangunan Puncak Masalili di Kabupaten Muna yg memakan anggaran tidak sedikit, bahkan ada salah satu ide menarik dari para perintisnya yaitu membangun kolam renang di atas puncak. Benar bahwa itu sangat menarik. Tapi fakta menunjukan lain, sebuah tempat yg diiming-imingkan dapat jadi tempat rekreasi, tempat melepas letih dari banyaknya pekerjaan, tempat bersantai, tempat yg nantinya akan memiliki banyak pengunjung baik lokal maupun luar kota, ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Kamu tahu apa yg terjadi? Hanya tertarik pada pandangan perdana & kemudian dilupakan.

Tidak salah ketika pemerintah fokus membangun di bidang pariwisata dengan memperhatikan potensi alam tiap-tiap daerah. Yang jadi kekeliruan adalah ketika suatu daerah dipaksakan indah namun tidak memberi manfaat lebih sedangkan ada mereka anak jalanan yg terabaikan.

Dalam mengerjakan suatu pembangunan, semestinya sering mengedepankan manfaat, bukan cuma keindahan. Selain itu, juga mesti mempertimbangkan apa yg paling dibutuhkan di daerah itu. Untuk orang kaya mengenai pembangunan pariwisata barangkali itu jadi keberuntungan untuk mereka. Tapi bagaimana dengan anak jalanan, para pengangguran. Apakah mereka butuh itu?

Anak jalanan butuh keahlian, keterampilan. Menurutku anggaran yg sebanyak itu, akan lebih baik dipakai untuk membangun pelatihan. Ajari mereka satu keterampilan, supaya mereka dapat hidup, keterampilan yg mereka miliki dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha sendiri. Sebagai contoh keterampilan menjahit, mencukur, keterampilan komputer, memperbaiki kendaraan, & berbagai bidang lainnya. Itulah yg mereka perlukan.

Bukankah semestinya yg jadi perhatian utama pemerintah adalah rakyatnya. Mengapa membiarkan rakyatmu menderita & anggaran dihabiskan pada suatu pembangunan yg tidak menambah nilai kepada mereka yg begitu membutuhkan khususnya anak jalanan & para pengangguran lainnya.

Apa karena kurangnya orang yg profesional di bidang keterampilan itu sehingga tak ada kebijakan untuk mendirikan pelatihan? Tapi kurasa itu tidak, ada banyak orang yg profesional. Tentu saja mereka siap mengajari anak jalanan dengan catatan mesti ada bayaran yg setimpal.

Lalu apa yg menutupi suara hati pemerintah sehingga mereka enggan untuk menyisihkan beberapa anggaran untuk pelatihan itu? Apa karena memang tidak terbayang di kepala mereka akan hal itu? Beri kami penjelasan!

Atau mungkin bila hadirnya pelatihan itu akan berdampak buruk pada orang-orang kaya khususnya para pengusaha karena nanti mereka akan memiliki banyak saingan? Tapi itu tugas pemerintah untuk menjawabnya.

Jadi saya sering iri pada daerah yg sudah memiliki program pelatihan keterampilan. Saya harus katakan bahwa pemimpinnya sangat cerdas. Mereka sudah berhasil mengurangi angka pengangguran. Semoga lahir ribuan pemimpin berikutnya yg lebih mementingkan nilai daripada proyek. Mereka yg dapat membaca alam bukan mereka yg baca komik. Mereka yg menghadirkan solusi bukan malah menambah masalah dengan diciduk KPK.

Terakhir saya harap mengingatkan satu hal, jangan pernah lupa dengan mereka anak jalanan. Untuk dapat hidup, harus berdiri di lampu merah, menyanyikan sebuah lagu dengan asa kalian dapat terhibur & dapat dengan ikhlas menyodorkan uang recehan untuk membeli sepotong roti. Walau tidak sedikit, mereka yg bermobil mewah, dari kejauhan sudah menutup rapat kaca mobil. Saya meyakini bahwa itu, pasti bukan mobil pemerintah.

Tapi tidak dengan mereka para ojol, mereka murah hati & bahagia berbagi. Mereka amat peka kepada apa yg dialami anak jalanan, rasa empati teramat dalam. Tak sungkan mengeluarkan uang. Demikianlah ketika orang pernah mengalami penderitaan maka akan sangat peka kepada orang yg ada di bawahnya.

Bila para ojol saja begitu empati lantas dimana empati pemerintah disembunyikan? Apa karena mereka terlalu sibuk dengan proyek akbar hingga lupa dengan anak jalanan yg sangat membutuhkan tanda tangan dari mereka. Sebuah tanda tangan yg memberi arti kebijakan baru terkait dengan masa depan anak jalanan.


Tulisan ini ditulis oleh Hazal diCangkemanpada tanggal 13 Juli 2022. Hari ini 00:43
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.