• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Parasit dari kotoran kucing lebih berbahaya daripada virus?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. kis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

kis

IndoForum Junior E
No. Urut
281032
Sejak
23 Mei 2013
Pesan
1.661
Nilai reaksi
36
Poin
48
7eJ2H.jpg
Saat membersihkan kotak pasir kucing kesayangan, sebaiknya Anda lebih berhati-hati. Sebab penelitian terbaru menyebutkan bahwa kotoran kucing bisa menyebarkan banyak parasit yang membahayakan kesehatan.
Sebagai contoh, kucing di Amerika menghasilkan 1,3 miliar kilogram kotoran setiap tahun. Seperti yang diketahui, kotoran kucing membawa parasit Toxoplasma gondii, organisme sel tunggal yang menciptakan infeksi bernama oocysts. Oocysts bisa menyerang wanita hamil dan membuat janin lahir cacat. Parasit tersebut juga menginfeksi orang yang sistem imunnya rendah, misalnya penderita HIV/AIDS.
Namun setelah melakukan analisis terhadap beberapa riset, peneliti menemukan bahwa parasit Toxoplasma juga menyerang tubuh yang sehat. Bahkan penelitian pernah menyebutkan kalau Toxoplasma dikaitkan dengan skizofrenia, depresi, pikiran bunuh diri, dan nilai akademik anak yang rendah.
Sebagaimana dilansir Mother Nature Network, tim peneliti dari Johns Hopkins University Medical Center menemukan bahwa oocysts bisa bertahan selama 18 bulan dan satu sel saja mampu menimbulkan infeksi.
Parasit dari kotoran kucing secara tidak langsung pun bisa dikonsumsi manusia dari daging yang terinfeksi dan dimasak kurang matang.
"Ini adalah parasit yang kompleks, lebih rumit daripada virus dan memiliki gen yang sangat banyak," papar peneliti E. Fuller Torrey.
Meskipun ada pengobatan yang disediakan, namun Torrey memaparkan bahwa tidak ada metode yang benar-benar efektif bisa menyembuhkan. Kebanyakan orang pun bisa menderita efek jangka panjang, sementara lainnya tidak.
Penelitian lebih lanjut pun perlu dilakukan untuk mengetahui bahaya dari parasit Toxoplasma. Torrey lantas menganjurkan agar Anda yang memelihara kucing lebih berhati-hati ketika membersihkan kotorannya.
"Bukannya tidak boleh memelihara kucing, namun ada hal positif sekaligus negatif tentang keputusan tersebut. Anda hanya perlu berhati-hati," tandasnya.
 
ih, aku paling jijik ama kucing.. gak tau napa, ndak suka aja. ternyata juga bikin penyakit toh
 
bahaya juga ya, ternyata, selain kutu, ternyata ada parasit berbahaya, jadi tambah takut pelihara kucing gan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.