hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
SEMARANG, KOMPAS.com - Antisipasi teror, Bandara Ahmad Yani Semarang menggandeng TNI untuk membantu pengamanan. GM Angkasa Pura I, Kolonel CPM Priyo Jatmiko mengatakan, sesungguhnya saat ini pengamanan di bandara Ahmad Yani sudah memadai, namun untuk antisipasi, pihaknya menambah x-ray dan personal keamanan dengan menggandeng TNI.
"Karena Bandara Ahmad Yani kan berada di lingkungan Penerbad atau TNI, jadi kami tetap melibatkan TNI guna memperkuat petugas keamanan bandara dan kepolisian yang sudah berjalan. Kami juga menambah x-ray agar deteksi lebih mudah," kata Jatmiko, usai melihat situasi pengamanan bandara, Selasa (22/3/2011).
Untuk petugas pengamanan dibagi menjadi dua regu, yakni regu terbuka yang berseragam dan regu tertutup yang berpakaian preman. Sedangkan dua peralatan x-ray tambahan baru akan didatangkan dari Jakarta dalam beberapa waktu ke depan.
Jatmiko menolak jika penambahan x-ray sebagai bentuk paranoia teror bom. Karena hal itu sudah diprogramkan sejak lama. "Kita sudah memrogram sejak lama sebelum musim bom kali ini. Hal itu dipandang perlu karena ada perluasan areal," kata Jatmiko.
Upaya melibatkan TNI secara terbuka ini tergolong langkah baru. Karena selama ini keterlibatan TNI tidak dilakukan secara formal, namun lebih karena bandara Ahmad Yani berada satu kompleks dengan Markas Penerbad.
"Pelibatan TNI ini tidak akan mengubah pola pengamanan yang ada, namun melengkapi. TNI nanti akan patroli tiap 30 menit," imbuh Jatmiko.
Patroli yang dimaksud bukan hanya di terminal kedatangan dan keberangkatan, namun juga di terminal barang atau cargo, pos polisi, areal parkir dan seluruh areal bandara.